LONCAT: Arkhan Fikri, mencetak satu dari dua gol Arema, saat ditahan imbang 2-2 di putaran pertama. Pemain Timnas Indonesia ini, juga siap tampil ketika menjamu Persis Solo. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Sudahi euforia menang tandang atas Persita Tangerang, di pekan ke-27 Super League 2025/2026. Karena Persis Solo, sudah menunggu di pekan ke-28, Sabtu (18/4/2026) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Apalagi calon lawan yang bakal dihadapi Arema FC, adalah tim yang sedang haus kemenangan. Posisi Laskar Sambernyawa, belum aman dari zona degradasi.
Berada di peringkat ke-15 dengan 24 poin, hanya selisih satu poin dari Madura United, yang ada di peringkat ke-16, alias di zona degradasi.
Selain itu, tim yang saat ini dibesut mantan pelatih Arema, Milomir Seslija, sudah menjelma menjadi tim yang tak pernah kalah. Delapan laga berturutan, skuad ini selalu mampu meraih poin. Rekornya, lima kali seri dan tiga kali menang.
Kekalahan terakhir Persis, diterima dari Persib Bandung di pekan ke-19. Saat kedua tim bertemu di Stadion Manahan, Surakarta. Skor akhir 0-1, dengan satu-satunya gol kemenangan Persib, dicetak Andrew Jung di menit ke-38.
Sejak kembali bertemu Persis di Liga 1 musim 2023/2024, Arema memang belum pernah kalah. Dalam delapan kali pertemuan, posisinya empat kali menang dan empat kali seri.
Di pertemuan terakhir kedua tim, pada pekan ke-7 Super League di Stadion Manahan, Surakarta, Arema FC berhasil menahan imbang 2-2.
Dua gol Arema diciptakan Dalberto Luan Belo, menit ke-28 dan Arkhan Fikri, saat laga berada di menit ke-88. Sedang gol tuan rumah, dicetak Kodai Tanaka (menit 11) dan Gervane Kastaneer, menit 90+2.
Arema pun saat ini tengah dalam kondisi siap tempur. Hanya ada dua pemain yang masih diragukan tampil. Walisson Maia dan Pablo Oliveira. Sisanya, siap ditampilkan karena tak ada yang terkena sanksi akumulasi kartu kuning.
Johan Alfarizi dan kawan-kawan, juga tengah berburu poin untuk memantapkan posisi di papan tengah. Sekaligus menghindar dari kontestan lain di papan bawah, yang mengintip untuk mengkudeta Singo Edan.
Berada di peringkat ke-11, dengan 28 poin dari hasil sembilan kali menang, delapan seri dan sepuluh kali kalah, Arema hanya selisih tujuh poin dari PSM Makassar, yang berada di peringkat ke-13.
Melihat penampilan Arema ketika mengalahkan Persita, lantaran hampir seluruh penghuni starting eleven bisa diturunkan, rasanya target mempertahankan poin penuh di Stadion Kanjuruhan, bukan sebuah kemustahilan.
“(Saat mengalahkan Persita) saya perlu memberikan apresiasi kepada pemain. Mereka telah menjalankan rencana permainan yang telah disusun dalam latihan. Itu sangat bagus sekali,” kata Marcos Santos, arsitek Arema asal Brasil tersebut.
Setelah sempat libur sehari dan mulai persiapan sejak Senin (13/4/2026), pelatih 46 tahun itu terus meminta pemainnya tetap fokus dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Karena hanya dengan begitu, seluruh pemain bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya, untuk membentuk kerjasama tim yang terbaik.
“Tim kami sudah bekerja dengan sangat keras. Mereka sudah banyak berlatih, untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi pertandingan.”
“Dengan kondisi tersebut, kami sangat yakin kemenangan bakal datang dengan sendirinya,” beber pelatih berlisensi Pro Conmebol ini.
Meski demikian, pelatih yang sempat memoles Timnas Brasil di kelompok usia tersebut, tidak mau jemawa. Arema juga tidak ingin memandang enteng Persis Solo. Sekali pun tim milik putra mantan Presiden Jokowi ini, sedang tidak dalam posisi yang baik-baik saja.
“Kuncinya, kami harus terus konsisten dan tetap fokus pada setiap taktik yang kami susun. Karena jika tim tetap bermain dengan baik, kami akan bisa meraih kemenangan,” demikian sebut pelatih yang juga biasa dipanggil Marquinhos Santos. (Ra Indrata)




