Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kriminal

Pembunuh Ibu Hamil Sadis Seperti Iblis, Dijerat Pasal Berlapis

Olah TKP ditunjukkan dalam layar lebar dan barang bukti digelar. (Santoso FN)

AMEG – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH menyebut perbuatan tersangka memenuhi tiga pasal dalam KUHP. Tiga pasal berlapis ini yang menjerat Riski Mauludi. “Dia dijerat pasal berlapis. Pasal 338 KUHP juncto pasal 351 ayat 3 KUHP dan juncto pasal 365 ayat 3 KUHP,” ungkap Hendri dalam rilis pers. 

Pasal 338 KUHP Tentang tindak pidana pembunuhan, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga ----------------------------
Foto korban dan tersangka berkaos orange tahanan Polres Malang. (Santoso FN) 

Pasal 351 ayat 3 tentang tindak pidana penganiayaan berakibat korban meninggal, ancaman maksimal 7 tahun penjara. Terakhir pasal 365 ayat 3 tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan berakibat korban meninggal dunia. Ancaman pidananya maksimal 15 tahun kurungan penjara. 

Apakah jeratan itu setimpal? Aris Rudianto (31) kakak ipar korban mewakili keluarga, menginginkan pelaku sadis itu dihukum seberat-beratnya. Minimal setimpal dengan perbuatannya. Mengingat korban adalah perempuan sedang hamil muda. 

“Keluarga minta dihukum seberat-beratnya. Karena kejahatan itu sadis. Adik saya itu sedang hamil dua bulan. Itu bukan manusia lagi itu perbuatan iblis,” keluh Aris. Ia mewakili keluarga, menyebut pula bila tidak ada firasat atau pertanda dari kejadian yang menimpa istri Dwi Santoso. Namun ada gejala yang tampak mencurigakan sebelum tragedi terjadi. 

Pertama, Widadi, orangtua korban melihat gelagat seseorang dan mirip pelaku sekilas waktu berangkat salat pagi kejadian. Kedua, di samping ruko, pernah ditemukan botol-botol berisi air kencing dan pelaku tampak terbiasa di salah satu sudut ruko. 

Saat ditanya siapa kencing dalam botol itu, tersangka Riski menjawab, “Itu bukan saya. Mungkin arek-arek,” akunya. Hal aneh lainnya, kondisi panik dan bingung, ia sempat memikirkan untuk membuang alat guntingnya.

Ya, karena gunting cukur rambut itu khas yang biasa ditangannya. Warga sekitar pun tentu akan mencurigainya jika tertinggal. Hal aneh lainnya, apa sebab Riski ikut membuang bantal dan jilbab milik korban yang berlumuran darah. (yan) 

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Satreskrim Polres Malang melakukan penangguhan penahanan pada tersangka Arifudin Hamdy (35) yang membunuh ibu kandungnya, Mistrin (56). Penangguhan penahanan tersebut dilakukan lantaran...

headline

Malang Post — Pelaku pembunuhan di Dusun Krajan Desa Gondanglegi Kulon Kecamatan Gondanglegi, langsung ditindak Satreskrim Polres Malang. Pelaku yang bernama Ali Muddin (38)...

headline

Malang Post – Kasus pembunuhan kembali terjadi. Kali ini warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, gempar. Peristiwa terjadi di sebuah rumah kosong yang...

headline

Malang Post –  Siapa tega membuang bayi usai dilahirkan? Lagi, lagi bayi ditemukan tidak bernyawa di Malang. Sabtu (29/5/2021) siang geger wilayah Kendalpayak, Kecamatan...

Kriminal

AMEG – Pengakuan dan aksi sadis kejam tersangka Riski Mauludi (23) telah didalami anggota Satuan Reskrim Polres Malang bersama Polsek Pakis. Berikut kronologi kejadian...

Kriminal

AMEG – “Saya kangen anak Mas. Mau pulang bingung,” aku tersangka Riski Mauludi (23) di sela-sela rilis pers Kamis (20/5/2021) siang. Ya, Riski memang...

Kriminal

AMEG – Sadisnya tersangka Risky Mauludi, terlihat dari hasil visum luar (bukan otopsi lengkap) luka korban. Bahkan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar SIK MH...

Malang Raya

AMEG – Eksekusi pembunuhan ibu hamil muda di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, dilakukan secara brutal. Pelaku Riski Mauludi, 23 tahun, warga Dusun Kangenan Timur RT02/RW03, Desa/...