Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malang Raya

ASN Kota Batu Bolos Kerja, Hanya Diberi Teguran Lisan

ASN Kota Batu dalam sebuah kegiatan. (dok)

AMEG – Pemkot Batu mencatat 69 ASN tidak masuk kerja hari pertama pasca libur lebaran. Mereka tak masuk kerja tanpa melampirkan keterangan yang jelas. Atau bahasa kerennya biasa disebut ‘bolos’.

Meski bolos kerja, masih beruntung. Lantaran, tidak ada hukuman berat yang mereka terima. Pemkot Batu hanya memberikan teguran lisan.

Baca Juga ----------------------------

ASN yang paling banyak bolos berasal dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Masing-masing jumlahnya delapan orang. Diketahui jumlah seluruh ASN di Dinas Pendidikan ada 97 orang dan Dinas Kesehatan ada 72 orang.

OPD yang dinyatakan lengkap hadir hari pertama kerja pasca lebaran, adalah: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bagian Pemerintahan, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam serta sejumlah OPD lainnya.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, sanksi kepada 69 ASN yang bolos kerja, mengacu pada PP No 53 tahun 2919 tentang disiplin PNS.

“Sanksi pertama yang kami berikan sesuai PP tersebut, berupa teguran lisan. Untuk sanksi berat masih belum ada,” katanya Kamis (20/5/2021).

Pemberian sanksi, melihat akumulasi pelanggarannya. Untuk menentukan kategori sanksi.

Sanksi ringan dalam PP, seperti teguran lisan ataupun teguran tertulis. Diberikan kepada ASN yang tidak masuk kerja selama lima hari tanpa keterangan. Jika tidak masuk 6-7 hari akan diberikan teguran tertulis.

“Kategori pemberian sanksi tinggal melihat seberapa berat ASN melakukan pelanggaran. Jenis sanksinya juga telah dijabarkan dengan jelas dalam PP tersebut,” katanya.

Anggota DPRD Kota Batu, Sujono Djonet menyayangkan sanksi ringan tersebut. Menurutnya, masuk kerja hari pertama pasca libur lebaran adalah kewajiban seluruh ASN.

“Seharusnya ya ada sanksi tegas. Contohnya potongan TPP atau penundaan kenaikan pangkat. Karena aturan masuk kerja setelah libur panjang adalah instruksi dari pemerintah pusat,” tegas Djonet.

Maka dari itu, dirinya berharap untuk kedepannya pemerintah bisa lebih tegas memberikan sanksi pada ASN yang bolos. Agar tidak menyepelekan kehadiran kerja.

“Menurut saya, sanksi yang tegas akan membuat ASN makin disiplin. Juga tidak membuat ASN menyepelekan aturan atau kebijakan yang telah dibuat,” tandasnya. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang-Post – Mayat bayi lelaki berusia kandungan sekitar enam sampai tujuh bulan ditemukan di Jl Abdul Ghani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan/Kota Batu. Saat ditemukan,...

Malang Raya

Malang Post –  Untuk mempertegas keindahan Kota Batu, anggota legislatif Kota Batu punya usulan. Setiap jembatan yang ada di Kota Batu diberi taman vertical....

Malang Raya

Malang-Post – Perolehan  retribusi parkir di tepian jalan umum Kota Wisata Batu jauh dari target. Target per bulan Rp 38 juta, hanya terealisasi Rp...

Malang Raya

Malang Post –  Sektor pajak reklame menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu pada pertengahan semester kedua ini. Nilainya tak main-main. Dari...

Kriminal

Malang Post – Dua sepeda motor YANG terparkir di gerbang rumah Frananta Riski Agrida, Jalan Aji Mustofa Gang Vlll RT 04 RW 03, Torongrejo,...

Malang Raya

Malang Post – Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Batu berencana membuat dua tempat usaha baru. Dua tempat usaha baru itu rencananya akan...

Malang Raya

Malang-Post – Pendapatan retribusi parkir di tepian jalan pada triwulan ke dua tahun 2021 kembali menjadi sorotan pihak legislatif maupun eksekutif. Lantaran, pendapatan dari...

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Batu terus berupaya melakukan percepatan pembangunan Pasar Induk Kota Batu. Salah satunya dengan melakukan pemantapan detail engineering design (DED). Diketahui pembangunan...