Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekobis

Ketua DPD RI Dukung Rencana OJK Hapus Kredit Macet UMKM

LaNyalla M Mattalitti.

AMEG – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sedang mengkaji penghapusan kredit bermasalah atau write off kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bawah Rp 5 miliar. Menurut LaNyalla, pelaku UMKM akan sangat terbantu dengan kebijakan tersebut.

Senator asal Jawa Timur itu sendiri sudah menyuarakan keringanan kredit macet bagi pelaku UMKM sejak jauh-jauh hari.

“Saya bahkan sudah bersurat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Januari 2021, khususnya untuk pelaku UMKM yang mengalami kredit macet akibat bencana,” ujar LaNyalla, Senin (3/5/2021).

Isu mengenai kredit macet ini disampaikan masyarakat saat LaNyalla melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu. 

Saat itu, ia mendapat aspirasi mengenai banyaknya korban bencana yang mengalami status blacklist bank akibat gagal membayar kredit atau non performing loan (NPL).

 Seperti diketahui, tahun 2018 lalu Sulawesi Tengah dihantam gempa bumi dan tsunami yang berdampak terhadap banyak sektor.

“Padahal rata-rata mereka pengusaha menengah dan kecil. Sehingga tidak mungkin mendapat bantuan pinjaman modal lagi untuk recovery. Hingga saat ini, tidak sedikit pelaku UMKM yang belum bisa bangkit. Untuk itu mohon kiranya mendapat atensi dari Menteri Keuangan dan Lembaga terkait, sehingga mereka bisa kembali memulai usaha untuk memperbaiki kehidupan,” kata LaNyalla.

Alumnus Universitas Brawijaya ini pun mengapresiasi OJK yang mempertimbangkan penghapusan kredit NPL di bawah Rp 5 miliar berasal dari industri yang ingin berperan aktif dalam pengembangan bisnis UMKM dengan target di atas 30% pada tahun 2024.

“Jika direalisasikan, saya kira bisa membantu program pemulihan ekonomi nasional (PEN), yang menjadi kunci penting dalam penanganan dampak pandemi Covid,” paparnya.

LaNyalla berharap rencana OJK mendapat lampu hijau dari berbagai lembaga dan kementerian terkait. Diketahui, saat ini OJK sedang menyusun strategi mengenai kajian rencana penghapusan kredit macet ini.

“Pemerintah memang perlu memikirkan soal pembiayaan UMKM kepada masyarakat yang memiliki potensi usaha UMKM. Bagaimana mengenai perbaikan bisnis mereka, dari dampak bencana dan dampak pandemi. Jadi harus ada pendampingan,” tegasnya.(ir)

Click to comment

Leave a Reply

You May Also Like

Pendidikan

AMEG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali lakukan pendampingan dan pengembangan desa wisata. Kegiatan ini berangkat dari kerja sama yang […]

Ekobis

AMEG – Adanya larangan mudik, benar-benar membuat sektor UMKM tercekik. Padahal di momen Idul Fitri seperti saat ini, merupakan saat […]

Ekobis

AMEG – Sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jadi andalan kebangkitan ekonomi masyarakat. Di masa pandemi Covid-19 ini sempat lesu, […]

Pendidikan

AMEG-Upaya memperkuat daya saing produk lokal, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang melakukan terobosan. Kali ini di Desa Gadingkulon Kabupaten Malang. […]

Pendidikan

AMEG – Kehadiran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memfasilitasi warga desa dalam menyalurkan potensinya. Guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Di […]

Malang Raya

AMEG – Pencairan dana Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk pelaku UMKM dilanjutkan tahun ini, agar bertahan di masa pandemi […]

Ekobis

AMEG – Sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Malang, menjadi salah satu prioritas dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena […]

Malang Raya

AMEG – Baru dua hari pendaftaran dibuka, peminat Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Kota Batu membludak. Bantuan dari pemerintah pusat […]

Ekobis

AMEG – Kebutuhan masyarakat menjelang hari Raya Idul Fitri semakin meningkat. Sementara itu berbagai harga kebutuhan mengalami kenaikan. Kenyataan itu […]

Ekobis

AMEG – Upaya memberikan kesempatan kepada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan koperasi, Pemkot Malang diwajibkan mengalokasikan setidaknya […]

%d bloggers like this: