Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Dugaan Korupsi FP, Inspektorat Sudah Wanti-wanti Sejak 2020

AMEG – Kasus dugaan korupsi yang menyeret FP, perangkat Desa Bulukerto, Bumiaji, Kota Batu, menyisakan cerita panjang. Seperti diketahui, FP ditahan karena tersandung kasus korupsi ADD.

Sebenarnya Inspektorat Kota Batu beberapa kali memanggil dan menasehati FP agar segera mengembalikan uang yang ia pakai.Karena, berdasar audit yang dilakukan Inspektorat, anggaran desa yang masuk ke kantong FP sebanyak Rp 338 juta lebih. Anggaran itu ia peroleh dari 15 kegiatan yang tidak disalurkan. 

Baca Juga ----------------------------

Kapala Inspektorat Kota Batu, Sugeng Mulyono, menjabarkan, kegiatan yang tak disalurkan itu diantaranya dana pembinaan PKK Rp 79 juta, operasi hari raya Rp 10 juta, operasional RT RW Rp 30 juta, dan pengadaan Sarpras TPQ Rp 31 juta. 

“Dengan adanya kejadian itu, Inspektorat Kota Batu berkomitmen meningkatkan intensitas pengawasan penyaluran anggaran dana desa,” jelas Sugeng kepada Ameg.id, Selasa (20/4/21). 

Per 15 April 2021 lalu, FP ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini mendekam di Lapas Lowokwaru untuk mempertangungjawabkan perbuatan yang ia lakukan. 

“Sebenarnya kami sudah memberikan peringatan sejak 2020 lalu. Jauh sebelum kasus ini masuk ke kejaksaan. Dia sudah kami panggil dan wanti-wanti segera mengembalikan uang kepada yang berhak,” ujarnya. 

Bahkan pihaknya siap melakukan pendampingan pengembalian uan, bila FP berniat mengembalikannya. Sayangnya, hingga masuk jeruji besi, FP tak kunjung memiliki niat baik. 

“Dia hanya janji akan mengembalikan, dengan cara menjual aset. Namun hal itu hanya sebatas janji tidak ada tindak lanjutnya,” ungkap dia.

Dalam permasalahan itu, sebenarnya Inspektorat Kota Batu juga merasa kasihan terhadap tersangka FP. Namun mau bagaimana lagi, yang dikasihani tak menghiraukan. 

Ia mengungkapkan, kasus itu pertama kali mencuat karena adanya laporan dari masyarakat. Dimana masyarakat menduga ada tindakan penyimpangan pada anggaran dana desa. 

Lebih lanjut, Segeng juga mengungkapkan, sebenarnya FP bisa terbebas dari jeratan hukum akibat kasus tersebut. Dimana dana yang diselewengkan itu harus segera dikembalikan sebelum kasusnya ditangani Kejari Batu. 

“Kita sudah memberikan pembinaan dan meminta untuk dikembalikan. Tapi sampai kasusnya naik ke hukum, belum juga bisa dikembalikan,” tandasnya. (avi)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Batu berencana membangun cold storage berkapasitas 200 ton di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pembangunan itu dilakukan di tanah aset...

Malang Raya

Malang Post – Profesi dan masyarakat di kelurahan terdampak PPKM Darurat mulai mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemkot Batu. Masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp...

headline

Malang Post — Melonjaknya angka positif Covid-19 menyebabkan kebutuhan obat potensial dan dipakai terapi Covid-19 melonjak. Tingginya permintaan obat dikhawatirkan dimanfaatkan sebagian pelaku usaha...

Malang Raya

Malang Post – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sudah dimulai sejak Sabtu (3/7/2021). Jika tidak ingin kecele, masyarakat yang memiliki kepentingan di sejumlah Organisasi...

Malang Raya

Malang Post –  Pemkot Batu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Senin (14/6/2021) mulai merealisasikan proses rehabilitasi gedung Perpustakaan Daerah. Gedung yang dilakukan rehabilitasi itu...

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Batu terus berupaya melakukan percepatan pembangunan Pasar Induk Kota Batu. Salah satunya dengan melakukan pemantapan detail engineering design (DED). Diketahui pembangunan...

Malang Raya

Malang Post – Empat jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Batu yang sebelumnya lowong kini telah terisi. Setelah sebelumnya melalui berbagai tahapan proses seleksi...

Malang Raya

Malang-Post – Proses seleksi lelang jabatan empat OPD Pemkot Batu telah melalui empat tahapan. Mulai seleksi administrasi, asesmen di BKD Provinsi, tes wawancara dan...