Connect with us

Hi, what are you looking for?

Socialnet

Sebenarnya Apa Makna Malang, Inilah Asal-usulnya

Kawasan Balai Kota Malang. (wikipedia.org)

AMEG – Malang merupakan salah satu kota besar yang terletak di Jawa Timur,  Malang mengalami berbagai peristiwa penting, mulai dari kejayaan kerajaan di Nusantara hingga pembangunan di masa pemerintahan kolonial Belanda.

Kota yang terkenal dengan kuliner bakso dan klub sepakbola Arema ini memiliki sejarah penting dalam penamaan asal-usul Malang. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), arti kata malang adalah terletak melintang atau dalam kata sifat berarti bernasib buruk.

Baca Juga ----------------------------

Namun, asal-usul nama Malang tidak berhubungan dengan dua makna yang ada di KBBI itu. Malang memiliki nama lengkap Malang Kucecwara yang berarti Tuhan akan membantu kita menaklukkan yang jahat.

Hipotesis pertama merujuk pada nama sebuah bangunan suci bernama Malangkuçeçwara (diucapkan [mala?ku?e?woro]). Bangunan suci itu disebut dalam dua prasasti Raja Balitung dari Mataram Kuno, yakni Prasasti Mantyasih tahun 907 Masehi dan Prasasti 908 Masehi.

Dalam buku The Miracle of Language yang ditulis Moses Adesan Mihaballo, Heru Susanto, dan Sriyana, para ahli masih belum memperoleh kesepakatan di mana bangunan itu berada.

Di satu sisi, ada sejumlah ahli yang menyebutkan bahwa bangunan Malangkuçeçwara terletak di daerah Gunung Buring. Yaitu, pegunungan yang membujur di sebelah timur Kota Malang dan terdapat salah satu puncaknya bernama “Malang”.

Pihak yang lain menduga bahwa letak sesungguhnya dari bangunan suci itu terdapat di daerah Tumpang, Kabupaten Malang. Di daerah itu, terdapat sebuah desa bernama Malangsuka, yang menurut para ahli sejarah berasal dari kata Malangkuça (diucapkan [malanku?o?]) yang diucapkan terbalik.

Pendapat ini diperkuat oleh keberadaan peninggalan-peninggalan kuno di sekitar Tumpang seperti Candi Jago dan Candi Kidal yang merupakan wilayah Kerajaan Singhasari.

Nama Malangkuçeçwara terdiri atas tiga kata, yakni mala yang berarti kebatilan, kecurangan, kepalsuan, dan kejahatan, angkuça (diucapkan [a?ku?o]) yang berarti menghancurkan atau membinasakan, dan içwara (diucapkan [i?woro]) yang berarti Tuhan. Oleh karena itu, Malangkuçeçwara berarti “Tuhan telah menghancurkan yang batil (jahat)”.(ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

headline

Malang Post – Sengketa tanah Pemkot Malang melawan warga kawasan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang terus bergulir. Saat ini, telah masuk tahap Pemeriksaan Setempat (PS)...

headline

Malang Post – Percepatan program vaksinasi masih menjadi salah satu konsen Pemkot Malang. Untuk mensukseskan upaya penanganan pandemi covid-19, yang telah dicanangkan pemerintah pusat. Pemkot...

News

Malang Post – Walikota Malang Drs H Sutiaji tandatangani naskah kesepakatan bersama dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur di Ruang Rapat Walikota, Senin...

Malang Raya

Malang Post – Seminar dengan tema Stategi Percepatan Penanganan Kebijakan Diskriminatif atas nama Otonomi Daerah Guna Memperkokoh Ketahanan Nasional bersama Lembaga Ketahanan Nasional Republik...

News

Malang Post –  Situasi pandemi covid-19 yang hingga saat ini belum usai. Membuat kunjungan wisatawan di Kota Malang menurun drastis. Bahkan, wisatawan mancanegara terbilang...

Malang Raya

Malang-Post – Proses pembenahan fasilitas di sejumlah pasar rakyat oleh Pemkot Malang terus dikebut. Bulan depan, giliran Pasar Madyopuro bakal dilakukan revitalisasi. Para pedagang...

Malang Raya

Malang Post –  Kesamaan persepsi diantara Forkopimda dengan jajaran Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Malang sangat penting. Walikota Malang, H Sutiaji menggelar Rapat...

Malang Raya

Malang-Post – Mutasi pejabat kembali dilakukan Walikota Malang Sutiaji Ada 38 pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang bergeser posisinya, usai melangsungkan sumpah jabatan.  Pengambilan...