Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Perda RTRW Jangan Jadi Titipan

HEARING: Para pecinta alam Kota Batu memberi masukan kepada Dewan, agar mengawal Perda RTRW. (Foto: Ananto/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Batu – Menyambut hari air sedunia, aktivis pencinta alam Nawakalam Gemulo hearing bersama DPRD Kota Batu. Mereka menanyakan kelanjutan Perubahan Perda Rencana Tata Ruang (RTRW) Kota Batu. Sampai mana jluntrungnya. 

Perwakilan komunitas ini, Aris mengatakan. Pihaknya ingin tahu dan memastikan, bahwa perubahan Perda RTRW itu benar-benar memihak kepada kondisi lingkungan dan masyarakat. Karena perubahan Perda  RTRW sering dikatakan sebagai perda titipan. 

“Contoh kecilnya di kawasan sumber air. Pada Perda yang lama, kawasan sumber mata air merupakan kawasan lindung setempat. Namun pada perubahan Perda baru, kawasan sumber air tak disebutkan sebagai kawasan lindung setempat. Atau apapun itu, sehingga bisa menjaga kelestarian sumber air,” katanya kepada Di’s Way Malang Post

Oleh sebab itu, pihaknya berharap bagi para pemangku kebijakan agar pada Perda baru ini, selain mempertimbangkan nilai-nilai ekonomi. Juga harus mempertimbangkan nilai-nilai ekologis. Maka dari itu, dalam Perda RTRW ini juga harus mengedepankan aspek-aspek lingkungan.

“Sehingga kondisi lingkungan akan terus terjaga. Serta bisa diwariskan untuk generasi selanjutnya,” ujar dia. 

Lebih lanjut, menurutnya kondisi lingkungan Kota Batu saat ini sudah banyak berubah. Contohnya ada salah satu wilayah yang dulunya menjadi kawasan lindung.

Saat ini telah berubah menjadi kawasan-kawasan industri. Oleh sebab itu, dengan adanya kondisi seperti ini. Maka hal itu sangat begitu menghawatirkan. 

Pihaknya berharap, untuk pembangunan-pembangunan yang akan dilakukan selanjutnya. Alangkah baiknya juga memperhatikan kawasan-kawasan ekologis. Sehingga tak hanya nilai ekonomi saja yang diutamakan. Namun kelestarian lingkungan juga diperhatikan. 

Sementara itu, melihat kondisi kawasan Perhutani yang saat ini banyak digunakan untuk tempat wisata. Seyogyanya pihak Perhutani harus terus menjaga. Terutama apabila ketika digunakan sebagai tempat wisata, namun menyalahi aspek lingkungan. Maka harus langsung ditindak.

“Yang jelas, kondisi lingkungan akan berubah apabila kita tidak peduli,” tandasnya. 

Diketahui perubahan Perda RTRW ini sudah sangat lama nyantol di Pemrprov Jatim. Ketua Komisi C, Khamim Thohari mengatakan, untuk mengatasi permasalahan itu pihaknya tak tinggal diam. Dimana pihaknya selalu menanyakan perkembangan perubahan Perda RTRW itu. 

“Kami tanyakan, kenapa sampai lama?. Mereka jawabnya, masih urgent. Karena saat ini masih dalam masa pandemi. Selain itu, mereka juga mengatakan Perda yang masuk bukan hanya dari Kota Batu saja. Namun dari seluruh daerah. Sehingga harus menunggu terlebih dahulu,” katanya. 

Lebih lanjut, karena dalam perubahan Perda RTRW itu banyak dikatakan sebagai Perda titipan. Dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan hearing dengan Bapelitbangda Kota Batu dan aktivis lingkungan. 

Dimana apabila dalam Perda yang saat ini sudah berada di Provinsi itu tidak sesuai. Maka akan ditarik lagi dan dilakukan revisi. Ini karena, perubahan Perda RTRW ini yang melakukan penyusunan adalah anggota dewan pada periode sebelumnya.

“Maka dari itu, sebelum Perda itu di Paripurnakan dan disahkan. Kami akan cek lagi isi perubahan Perda RTRW itu,” tandasnya. (ano/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Malang Raya

AMEG – Informasi warga meninggal posisi sujud saat shalat Maghrib, Senin (12/4/2021) di Bantur, tak lepas dari perhatian netizen Fesbuk […]

headline

AMEG – Beredar luas informasi warga meninggal posisi sujud saat shalat Maghrib, Senin (12/4/2021) petang di Bantur Kabupaten Malang.  Info […]

Pendidikan

AMEG – Pada tahun 2021 Unisma Malang kembali dipercaya menjadi mitra penyelenggara pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama […]

headline

AMEG – Pengoperasian Jembatan Kedungkandang sejak akhir tahun 2020  menjadi satu cara untuk mengurai kemacetan di Kota Malang. Tapi upaya […]

Malang Raya

AMEG – DPRD Kota Batu gelar Rapat Paripurna Teleconference tentang usulan tiga Raperda Inisiatif DPRD Kota Batu, Senin (14/4/2021) sore.  […]

headline

AMEG – Jika JPU (Jaksa Penuntut Umum) KPK menyampaikan tiga poin penting jawaban atau replik untuk pembelaan terdakwa Eryk Armando […]

Pendidikan

AMEG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang berupaya membangun SDM yang tangguh melalui puasa Ramadhan. Melalui acara Syiar Ramadhan, […]

Arema

AMEG – Skuat Singo Edan, terus berburu pemain. Termasuk di posisi striker asing. Ada beberapa kriteria yang harus dimiliki sosok […]

Arema

AMEG – Pelatih caretaker Arema FC, Kuncoro tak ingin pemainnya, terlalu lama menikmati libur awal bulan Ramadan 1442 Hijriah, Selasa […]

Kesehatan

AMEG – Setelah vaksinasi anggota TNI, PNS, dan Persit di lingkungan Kodim 0833/Kota Malang. Kini giliran purnawirawan dan warakawuri TNI […]

Kuliner

AMEG –  Besok, umat muslim di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Selain banyak keistimewaan dan kemulian di bulan […]

%d bloggers like this: