Connect with us

Hi, what are you looking for?

Arema

Perlu Tambah Stopper Lokal

Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro.

Malang – Menjelang turnamen pramusim, Piala Menpora 2021, Arema FC masih memiliki tiga stopper. Mereka adalah Caio Ruan, Bagas Adi Nugroho dan Ikhfanul Alam. Sebelumnya, dua bek tengah dilepas. Yakni Gitra Yudha Furton dan Nur Diansyah.

Setidaknya dibutuhkan minimal satu stopper lokal. Untuk mengisi posisi vital di sektor belakang tersebut. Dan manajemen pun sudah mendapat informasi dari asisten pelatih, terkait kebutuhan pemain tersebut.

Baca Juga ----------------------------

‘’Kalau dari asisten pelatih (Kuncoro), disarankan mengambil stopper lokal. Apalagi sekarang Arema FC punya satu (stopper) asing dan dua (stopper) lokal,’’ ujar Manajer Arema FC, Ruddy Widodo.

Meski demikian, guna memenuhi kebutuhan tersebut, Ruddy mengaku tidak harus mendatangkan pemain baru. Kemungkinan opsi yang diambil, adalah mengangkat pemain dari Akademi Arema.  Terlebih-lebih, saat ini sudah ada tiga pemain Akademi Arema, yang sudah mengikuti latihan bersama tim senior. Mereka adalah Achmad Galih, Aji Tri Wahyudi dan Seiya da Costa Lay.

‘’Sarannya memang mencari tambahan satu pemain di posisi stopper. Tapi tidak betul-betul mendesak. Kalau dapat, alhamdulillah. Jika tidak, kami akan maksimalkan potensi pemain Akademi Arema saja,’’ sebutnya.

Terpisah, Kuncoro sendiri membenarkan jika timnya membutuhkan tambahan pemain baru. Di posisi stopper. Meski demikian, dia menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen, untuk mencari pemain tersebut.

Sedangkan untuk mendampingi pemain, selama gelaran Piala Menpora 2021, pihaknya juga mengaku siap menjalankan tugas tersebut. Apalagi jika manajemen Arema FC, belum juga bisa mendatangkan pelatih asing ke Indonesia. Sekali pun konon, sudah ada pelatih yang dipilih untuk menukangi Arema FC.

Karena manajemen Arema FC, sudah mengantongi sejumlah nama pelatih asing. Yang bakal didatangkan ke Malang. Sayang, mereka masih terkendala adanya larangan dari imigrasi untuk Warga Negara Asing (WNA) yang tak memiliki KITA (Kartu Izin Tinggal Terbatas) masuk Indonesia.

Singo Edan sendiri, juga memiliki alternatif untuk memakai jasa pelatih asing. Yang sudah ada di Indonesia, punya KITAS dan berasal dari Amerika Latin. Namun, manajemen Arema belum ada gambaran mengenai sosok tersebut.

‘’Kalau manajemen Arema meminta, saya tidak masalah. Insyaallah saya siap. Kemarin-kemarin saya juga sudah punya pengalaman di tim ini,’’ kata Kuncoro.

Kuncoro tak hanya sekadar bersiap, jika memang ditunjuk menangani tim Arema di Piala Menpora 2021 nanti. Pelatih asli Gondanglegi, Kabupaten Malang itu berharap diberi kelancaran oleh Tuhan.

Sejak memulai aktivitas tim pada Senin (22/2) lalu, Kuncoro pula yang memimpin sesi latihan. Sementara, dua asisten lainnya, Singgih dan Siswantoro berada di sampingnya membantu dan berbagi tugas.

‘’Semoga saja usaha diberi kelancaran oleh Gusti Allah. Turnamen ini kan juga sebagai tes untuk kompetisi nanti. Makanya, mau tak mau kami harus siap,’’ tegasnya. (act/rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post — Pemkab Malang mengapresiasi para pelajar yang berprestasi di bidang olahraga. Salah satunya Koko Indra, asal Desa Pujon, Kecamatan Pujon. Ia tergabung sebagai...

Malang Raya

Malang Post — Polres Malang bersinergi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Kepanjen, untuk menjaring relawan vaksinasi. Agar terwujud percepatan vaksinasi bagi masyarakat Kabupaten Malang....

Pendidikan

Malang Post – Mahasiswa baru (maba) dari berbagai daerah Nusantara turut serta dalam gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Event tahunan...

Malang Raya

Malang Post — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 33 dan 34. Dilakukan sejak Sabtu (18/9/2021) hingga Selasa (21/9/2021)....

Pendidikan

Malang Post — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, kembali mendapatkan kabar gembira. Ini setelah salah satu mahasiswanya memperoleh penghargaan. Melalui LKTIN...

Malang Raya

Malang Post — Setahunan tersangka RP (29) warga ber-KTP Desa Jenggolo Kepanjen, Kabupaten Malang pakai narkoba jenis Sabu (SS). Alasannya demi tahan rasa kantuk karena...

Malang Raya

Malang Post – Sebagai upaya untuk mencegah penularan Covid-19 serta sejalan dengan program pemerintah pusat yang mulai melaksanakan vaksinasi bagi pelajar.  Ketua Yayasan Kartika...

headline

Malang Post — Beredarnya video jajaran Pemkot Malang bersepeda dan diduga memaksa memasuki Pantai Kondang Merak yang tutup, viral di media sosial. Kejadian berlangsung Minggu...