Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Cegah Learning Lost, Pendidik dan Tenaga Kependidikan Prioritas Vaksin

GURU: Dialog Produktif dengan tema: Vaksinasi Tahap 2, Prioritaskan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, yang diselenggarakan KPCPEN, akhir pekan ini. (Foto: KPC PEN)

Jakarta – Pelayan publik dan lansia. Termasuk pendidik dan tenaga kependidikan. Menjadi prioritas dalam vaksinasi tahap kedua. Pelaksanaannya sudah dimulai sejak pekan lalu. Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., pemilihan prioritas itu, karena petugas publik, rentan terpapar Covid-19. Pun dengan pendidik.

‘’Tentunya berbicara guru, dengan vaksinasi ini memberikan proteksi spesifik. Adanya proteksi dan kekebalan kelompok yang kita bangun bersama, maka kelompok yang tidak bisa mendapatkan vaksin, akan turut terlindungi,’’ jelasnya.

Baca Juga ----------------------------

Dalam kondisi awal ini, dr. Nadia menyampaikan, vaksinasi diprioritaskan pada tujuh Provinsi dengan angka penularan tertinggi. Maret 2021, akan mendistribusikan lagi 11 juta vaksin. Untuk memenuhi kebutuhan vaksin di luar provinsi prioritas.

‘’Dari data yang ada, kita kompilasi ke dalam sistem satu data vaksinasi Covid-19. Nanti sasaran vaksinasi sudah terjadwal. Harapan tidak terjadi antrian terlalu panjang. Pengaturan ini yang kita lakukan dan memastikan data, sesuai dengan data di lapangan,’’ ujarnya.

Sedangkan terkait proses pembelajaran tatap muka, tetap harus melihat faktor laju penularan yang terjadi. Juga kepatuhan masyarakat, terhadap protokol kesehatan. Kondisi tersebut, jadi pertimbangan apakah sekolah bisa melakukan proses pembelajaran tatap muka kembali.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dr. H. Yaswardi, M.Si, menyampaikan, pendidik dan tenaga kependidikan, menurut amanat Presiden, mendapat prioritas vaksinasi.

Diberikan kepada seluruh PTK,  mulai 24 Februari. Diberikan secara bertahap bagi PTK dari jenjang PAUD, RA, SD MI dan SLB. Selanjutnya SMP, MTs, SMA, MA, SMK hingga ke perguruan tinggi dan sederajat.

Kebijakan vaksinasi untuk PTK, kata Dr. Yaswardi, diambil sebagai langkah untuk mengurangi kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar. Terhadap siswa atau learning lost, akibat pandemi Covid-19. Utamanya bagi yang paling kesulitan menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Seperti peserta didik PAUD, SD dan SLB. Termasuk mendukung akselerasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka, di satuan pendidikan.

‘’Vaksinasi diberikan bagi seluruh PTK, dari setiap jenjang di satuan pendidikan negeri dan swasta. Baik formal maupun non-formal. Termasuk pendidikan keagamaan di bawah binaan Kementerian Agama,’’ tambahnya.

Pemberian vaksinasi kepada PTK, berbasis data Kemendikbud dan Kementerian Agama (Kemenag). Jadwal vaksinasi, diinformasikan oleh Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kemenag, masing-masing daerah. PTK yang terdaftar, tandasnya, cukup membawa identitas diri. Yang tidak terdaftar, dapat menyertakan surat pernyataan dari pimpinan satuan pendidikan, ke lokasi vaksinasi.

‘’Sejak awal guru-guru langsung merespon positif program vaksinasi ini. Intinya tidak ada penolakan. Ini merupakan tanggung jawab seorang pendidik. Kita harus segera melakukan proses belajar mengajar secara aman dan nyaman. Kini negara-negara dunia tahu, kita sangat serius menempatkan aspek pendidikan. Sebagai bagian penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,’’ terang Prof. Dr. Unifah Rosyidi, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI).

‘’Guru-guru siap dan antusias, menyambut program vaksinasi ini. Banyak yang bertanya, bagaimana prosesnya hingga di daerah-daerah. Tapi kita sama-sama tahu, dalam prosesnya, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui,’’ tambah Prof. Unifah. (*rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Pendidikan

Malang Post — Kerja sama demi kerja sama terus dibangun oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Kampus Putih mulai menjalin Kerjasama dengan Universidade Regional...

News

Malang Post – Kos-kosan di Jl Mondoroko Gang 1, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mendadak gempar, Kamis malam. Dari salah satu kamar kos...

Dahlan Iskan

DARI luar kelihatan tenang-tenang saja. Di dalamnya terasa sangat bergemuruh: kapan Muktamar ke-34 NU. Harusnya tahun 2020 lalu. Tapi ada Covid-19. Baca Juga ----------------------------...

News

Malang Post — Seorang mahasiswa Universitas Negeri Malang, Jumat (3/12/2021) siang, ditemukan tidak bernyawa di lantai 3 kamar kosan seputar Sukun. Lehernya terbelit kain di...

Malang Raya

Malang Post – Vaksinasi covid-19 menjadi program utama di akhir tahun 2021 di Kota Malang. Sasaran vaksinasi saat ini yaitu warga lanjut usia di...

Malang Raya

Malang Post – Kamis malam (2/12), tim gabungan Polsek dan Koramil Kedungkandang dan kecamatan, menyisir sejumlah wilayah untuk penegakan prokes. Anggota Koramil Kedungkandang, hadir...

Wisata

Malang Post — Pariwisata kota Malang dan sekitarnya mulai mengeliat kembali pasca kelonggaran PPKM oleh pemerintah. Akhir tahun 2021 Atria Hotel Malang melaunching promo Food...

News

Malang Post – Musibah menimpa warga Pakis selepas takjiah dan melaju kencang untuk berangkat kerja, Kamis (2/12/2021) pagi di Jalan Raya Ampeldento, Kecamatan Pakis,...