Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Sumber Brantas Perlu Tanaman Tegakan Keras

MITIGASI: Wakil Ketua Komisi E, Hikmah Bafaqih saat menyosialisasikan penanggulangan dan pencegahan bencana. (Foto: Ananto/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Batu – Sumber Brantas lokasinya paling ujung utara Kota Batu. Letaknya paling tinggi. Daerah tangkapan air dan hulu Sungai Brantas. Sebagai ibu dari Sungai Brantas, wilayah ini sangat vital. Menyangga kebutuhan air 18 kota/kabupaten di Jawa Timur. 

Ancaman kekeringan akan terjadi jika daya dukung lingkungan menurun. Apalagi saat ini, perlahan beralih fungsi menjadi lahan holtikultura. Seyogyanya, sebagai kawasan tangkapan air, sangat diperlukan tanaman tegakan keras. Agar bisa menjaga kelestarian air bawah tanah, juga mengurangi resiko longsor. 

Baca Juga ----------------------------

Menurunnya ekologi Sumber Brantas menjadi perhatian Komisi E DPRD Jatim. Wakil Ketua Komisi E, Hikmah Bafaqih menyatakan, kawasan itu sangat perlu upaya mitigasi. Tujuannya merevitalisasi area kemiringan dengan tanaman tegakan. 

“Untuk mengurangi erosi. Agar tak terjadi sedimentasi Arboretum Sumber Brantas. Karena dampaknya sangat berbahaya. Ancaman kekeringan akan menimpa 18 daerah. Jika hulunya bermasalah,” ujarnya kepada Di’s Way Malang Post

Sangat diperlukan tindakan lintas sektor. Mencari solusi penyelamatan Arboretum Sumber Brantas, yang menjadi titik nol Sungai Brantas. Penyelamatan akan elok jika tak hanya pelestarian sumber air.

“Contohnya, seperti menanam tanaman tegakan yang menghasilkan buah-buahan. Sehingga dapat memberi keuntungan secara ekonomis bagi petani,”  katanya. Dia berkaca pada angin kencang 2019 di Desa Sumber Brantas. Kencangnya angin campur tanah saat itu, karena tak ada tanaman tegakan yang memecah gelombang angin. 

Baca Juga ----------------------------

“Masyarakat harus diajak menghitung untung ruginya. Jika tidak ada mitigasi, cepat atau lambat masyarakat akan merasakan kerugian lebih besar. Karena bencana akan berulang seiring siklus waktu,” tandasnya.

Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, pembenahan yang dilakukan di hulu Sungai Brantas harus melibatkan lintas sektor. Penanganannya harus komperhensif. Seiring dengan kompleksnya permasalahan. 

“Kami berharap, keinginan ini bisa dibawa ke tingkat provinsi. Menjadi kebijakan yang komprehensif. Untuk melakukan revitalisasi daya dukung lingkungan di kawasan Sumber Brantas. Karena di kawasan ini, dari tahun ke tahun mengalami degradasi kualitas lingkungan,” tutupnya. (ano/jan)

Baca Juga ----------------------------
Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malangpost – Rabu (26/1), vaksinasi anak berlangsung di SDN Pandanwangi 03, Blimbing Kota Malang. Babinsa Pandanwangi, Pelda Slamet dan Serka Sunyitno mengawal vaksinasi di...

Malang Raya

Malangpost – Setelah Apel Gelar Pamor Keris pada Senin ( 24/1/2022 ) di halaman Balaikota Malang, tim gabungan Pamor Keris langsung menindaklanjuti dengan mengadakan...

headline

Malang Post –   Polresta Malang Kota kembali menerima tiga aduan baru dari 3 korban pelecehan seksual guru tari di wilayah Klojen. Tiga korban...

Malang Raya

Malang Post —  Bumdes memiliki peran vital menggerakkan perekonomian desa. Pasca ditetapkan menjadi Manajer Unit Pertanian dan Perikanan (UPP) Bumdes Joloarto Kecamatan Turen Kabupaten...

Malang Raya

Malangpost – Babinsa Kidul Dalem, Serda Gunawan bersama Dinas Sosial Kota Malang, bakti sosial di rumah warga Kidul Dalem.Yaitu, kediaman dari Subali, 74, warga...

News

Malang Post –  Lingkungan Umar Maksum RT 01/RW 02, Kedungkandang, Selasa (25/1/2022) siang mendadak geger saat ditemukan mayat di bawah jembatan sungai Amprong. Usai...

Beauty

Malangpost – Setiap wanita tentunya akan memiliki gaya dan jenis pakaian wanita yang tidak sama. Ada yang suka dengan gaya feminim dan ada yang lebih suka...

Malang Raya

Malang post – Kemenkumham korwil Malang deklarasi janji kinerja 2022 di Lapas Wanita Klas IIA Malang, Selasa (25/1). Jajaran samping, yaitu Kodim 0833 Kota...