Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Limbah PT Bonindo Lebihi Ambang Batas

AMBIL SAMPLE: Proses pengambilan sample air limbah PT Bonindo. (Foto: Pangistu/HARIAN DI’S WAY MALANG POST)

Bondowoso – Komisi III DPRD Bondowoso dan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), turun langsung memastikan dugaan pencemaran limbah pabrik, Senin (8/2/2021). Air limbah ini mengalir ke selokan dan sumur rumah warga Dusun Daringan, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan.

Rombongan dipimpin Waket Komisi III, Kukuh Rahardjo. Mengambil sample air di dua titik. Lalu melihat pengolahan limbah di dalam perusahaan penghasil sumpit. Ia menyampaikan, hasil uji DLHP menunjukkan kandungan TSS (Total Suspended Solids) yang terlarut dalam air dan kandungan COD (Chemical Oxygen Demand) melebihi ambang batas.

Baca Juga ----------------------------

“Pihak kepolisian membawa tim penguji laboratorium yang terakreditasi dari Banyuwangi. Hasilnya belum keluar,” katanya.

Berdasarkan UU Lingkungan Hidup Nomor 32/2009, setiap perusahaan yang mengeluarkan limbah wajib mematuhi aturan tentang lingkungan hidup. 

“Salah satu parameternya, dua hal itu. Tidak boleh melebihi ambang batas. Jika melebihi, ada sanksinya,” paparnya.

Temuan ini segera disampaikan ke Bupati. Hasil kajian menjadi dasar keputusan. “Kita di DPRD, mempunyai fungsi kontroling. Juga akan melaporkan kepada pimpinan, agar dikeluarkan rekomendasi,” terangnya. 

Soal AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), politisi Golkar ini menyatakan jika PT Bonindo tidak memiliki dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). 

“Kapasitas pabrik ini, masuk Dinas Lingkungan Hidup provinsi. Menurut DLHP kabupaten, provinsi sudah menyurati. Tapi tidak ada tindak lanjut,” tutupnya. 

PT Bonindo Abadi saat dikonfirmasi tak ada keterangan. Bahkan karyawan yang bertugas mengatakan tidak tahu direksinya.

“Tidak tahu saya. (Siapa direkturnya yang bisa dikonfirmasi). Tidak tahu saya. Saya cuma karyawan,” kata seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya. 

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Pekauman mengeluhkan air limbah pabrik yang mencemari selokan dan sumur warga. Keluhan ini, dilayangkan melalui surat keberatan disertai tanda tangan seratusan warga. Surat disampaikan ke PT Bonindo Abadi dengan tembusan ke Bupati, OPD terkait, aparat yang berwenang dan muspika setempat.(pan/zai/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Pembangunan jembatan Srigonco di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang terus dimatangkan finishingnya. Agar dapat segera dimanfaatkan. Jembatan ini, merupakan akses yang dibangun untuk mempermudah...

Wisata

Malang Pos –  Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu berkolaborasi dengan Polres Batu menggelar ‘Tour Virtual Gowes Wisata Nasional’. Acara ini digelar  Minggu, 4 Juli...

Pendidikan

Malang-Post – Komitmen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang) yang sering dikatakan Rektor dan akademisi, menyongsong Smart and Green Islamic University...

Malang Raya

Malang-Post – Warga Kota Malang khususnya yang berlokasi di sekitar Jembatan Kedungkandang akan di manjakan dengan berbagai fasilitas baru. Dimana, Pemerintah Kota Malang melalui...

Malang Raya

Malang-Post – Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang mengalami naik turun (fluktuatif). Bahkan rawan menipis, seiring dengan...

Olahraga

Malang-Post – Senam Anti Covid (Senavid)  kolaborasi Arema Media Group (Ameg) dengan Kodim 0833 Kota Malang, digelar lagi di Lapangan Rampal Kota Malang,  Minggu (13/6/2021)...

Malang Raya

Malang-Post – Minggu (13/6/2021) pagi, aparat gabungan kembali menggelar operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan. Dalam rangka PPKM Mikro di wilayah Kedungkandang, Operasi kali...

Dahlan Iskan

Mereka sudah vaksinasi. Sudah dua kali. Tapi, sembilan anggota DPRD Surabaya itu tertular Covid-19. Itulah headline Harian Disway edisi Jumat lalu. Itu menambah kekhawatiran...