headline

Dinkes Batu Siapkan 76 Vaksinator

drg Kartika Trisulandari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu. (Ananto Wibowo/DI’s Way Malang Post)

Batu – Diawali Presiden beserta jajarannya. Disusul sehari berselang, 34 pemerintah Provinsi yang melakukan vaksinasi. Seperti gubernur beserta jajarannya pada Kamis (14/1) lalu. Dilakukannya vaksinasi itu, diharapkan bisa menjadi gong, agar kesan kurang baik vaksin bisa tergerus. Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berharap, hal-hal negatif dan kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin, semakin lama bisa semakin dihilangkan.

‘’Keinginan pemerintah sebenarnya hanya satu. Menjadikan semua masyarakat sehat dan bisa beraktifitas secara normal lagi. Karena sudah hampir satu tahun ini, situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas secara normal,’’ ujar Dewanti kepada Di’s Way Malang Post, Jumat, (15/1).  

Selain itu, tutur Dewanti, dirinya juga sangat bangga kepada pemerintah pusat. Karena berhasil teken kontrak dengan pabrikan besar, untuk mendapatkan vaksin. Hal itu merupakan salah satu langkah, yang tidak mudah untuk dilakukan. 

‘’Bahkan negara tetangga pun iri dengan keberhasilan Indonesia. Yang bisa mendatangkan vaksin Covid-19 ini. Meski jumlahnya masih sedikit. Namun sudah jelas, secara bertahap akan terpenuhi untuk masyarakat Indonesia,’’ katanya. 

Dijelaskan Dewanti, vaksin itu tak bisa langsung datang dalam skala besar. Dari setiap pabrik vaksin, tak bisa melakukan produksi langsung secara masal dan besar. Sementara kebutuhan vaksin saat ini, sangat banyak.

‘’Jika masyarakat tidak mendukung, apalagi sampai menghalangi, sikap itu sangat disayangkan dan memperihatinkan. Karena dapat membahayakan banyak orang,’’ tegas Dewanti. 

Sedangkan terkait anggaran penyerta vaksinasi, Dewanti menyebut masih akan mengalami perubahan. Namun tidak jadi masalah bagi pihaknya.

‘’Karena masalah kesehatan harus menjadi yang nomor satu. Dengan perubahan anggaran itu, pasti rekan-rekan di DPRD juga akan mendukung,’’ ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, drg Kartika Trisulandari menjelaskan,  untuk jumlah nakes yang bisa menjadi vaksinator, ada 76 nakes. Namun untuk kedepannya, Dinkes Kota Batu akan terus meningkatkan jumlah vaksinator yang ada. 

Prioritas utama dalam program vaksinasi ini, adalah masyarakat yang berusia 18-59 tahun. Seperti yang dijelaskan oleh Kartika pemilihan usia itu berdasarkan range usia yang merupakan memiliki jumlah populasi terbesar. 

‘’Dengan dilakukannya vaksinasi pada komunitas sebesar itu, kami berharap kekebalan tubuh bisa terbentuk. Sehingga bisa saling melindungi antar kelompok,’’ katanya. 

Ia juga menjelaskan, dalam setiap vaksinasi tak jarang bisa menimbulkan efek samping. Yang biasa disebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). ‘’Jadi setiap ada sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh kita, terkadang bisa menimbulkan reaksi-reaksi tertentu dari setiap individu yang berbeda,’’ ungkapnya. 

Untuk kejadian KIPI yang paling banyak timbul adalah demam, kemudian juga terjadi pembengkakan di sekitar area penyuntikan. Namun untuk jenis vaksin yang digunakan ini, berdasarkan uji klinis tahap tiga beberapa waktu lalu, tidak ada laporan efek samping yang berat. 

‘’Untuk meningkatkan keamanan, di Kota Batu juga telah membentuk Kopda (Komisariat Daerah) untuk penanganan KIPI. Berisi dokter-dokter spesialis. Yang akan menangani pasien-pasien, jika setelah dilakukan vaksinasi mengalami kejadian yang tak diinginkan,’’ katanya.

Karenanya dia berharap, di Kota Batu tak ada yang melakukan penolakan terhadap program vaksinasi ini. Karena program itu adalah program dari pemerintah. Yang harus dipatuhi, demi kebaikan bersama. (ano/rdt)

Click to comment

You May Also Like

News

AMEG – Lingkar Sosial (Linksos) Indonesia lewat Tim Relawan Kemanusiaan (TRK) Inklusi Omah Difabel menggandeng BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten […]

Olahraga

AMEG – Persija Jakarta mengusung misi revans atau balas dendam. Saat berhadapan dengan PSM Makassar, di babak semifinal leg pertama, […]

Malang Raya

AMEG – Seleksi kandidat direksi BUMD PT BWR berlanjut. Lima peserta sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Rabu (14/4/21) hari ini […]

Arema

AMEG – Keputusan tampaknya sudah diambil. Arema FC di Liga 1 2021 mendatang, bakal menggunakan jasa pelatih asing. Itu berarti, […]

Kriminal

AMEG – Pelaku curanmor Honda Scoopy, Rabu (14/4) pukul 03.10, terekam CCTV saat melintasi Jalan Mawar Gang II/14 RT04/RW04, Lowokwaru, […]

Kriminal

AMEG – Sepeda motor Honda Scoopy menjadi favorit incaran para pencuri motor (Curanmor).Rabu (14/4) siang, M Zuhdy Achmadi, 56, melapor […]

Kesehatan

AMEG – Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan vaksinasi Covid-19 tetap berjalan selama Ramadan.Saat ini fokus pada lansia serta tahap kedua […]

Kesehatan

AMEG – Anda tentu pernah tiba-tiba lupa dimana menaruh kunci, lupa menaruh dompet, lupa password media sosial, bahkan lupa akan […]

headline

AMEG – Pasca gempa berkekuatan 6,1 di Kabupaten Malang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengunjungi Kota Batu, karena, setidaknya […]

Arema

AMEG – Arema FC merevisi sekaligus memberikan libur tambahan lima hari, bagi pemain untuk menikmati libur awal bulan Ramadan. Sebelumnya […]

Kuliner

AMEG – Momen Ramadan menjadikan destinasi kuliner di Kota Malang kreatif menawarkan berbagai paket promo makanan dan minuman untuk berbuka, […]

Kuliner

AMEG – Ramadhan merupakan momen sakral  yang ditunggu untuk meraih berbagai keutamaan. Salah satu aktivitas yang paling berkesan adalah berkumpul […]

Copyright © 2020 Malang Post I All rights reserved.

Exit mobile version