Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kesehatan

UB Rapid Test Sebelum WFO

SEDOT: Karyawan UB saat diambil darahnya untuk rapid test antibodi

Malang – Pemerintah RI telah menjalankan program vaksin covid-19. Ini menyusul izin dari BPOM. Resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization. Untuk vaksin Sinovac.

Rabu (13/1/)  Presiden Joko Widodo dan kabinetnya, menjadi pionir imunisasi. Pemerintah RI telah menentukan skala prioritas penerima vaksin.

Baca Juga ----------------------------

Pada level nasional, diagendakan pada tiga kelompok. Antara lain: pejabat publik, pengurus asosiasi profesi dan key opinion leader kesehatan serta tokoh agama. Selanjutnya tanggal (14-15/1) tiga kelompok di level provinsi.

Meski demikian, masyarakat masih harus waspada. Karena imunisasi masih berjalan. Sehingga kemungkinan terpapar masih ada. PPKM (Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) juga diberlakukan.

Sama halnya di internal kampus, tetap waspada. Seperti di Universitas Brawijaya. Pembatasan kegiatan kampus juga diterapkan. Sesuai Instruksi Rektor Universitas Brawijaya Nomor 497/UN10/TU/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Kampus di Lingkungan Universitas Brawijaya.

Menindaklanjutinya, Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) melakukan rapid test antibody. Pesertanya 52 dosen dan tenaga kependidikan/staf yang ditugaskan bekerja di kantor atau work from office (WFO).

Rapid test dilaksanakan oleh Poliklinik UB. Digelar di Gedung G lantai 2 Filkom UB, kemarin. Tujuannya, melakukan screening awal. Deteksi dini penyebaran covid.

Disampaikan dr Winda Sabtikarisa: Rapid test memeriksa antibodi pasien. Melalui sampel darah. Hasilnya didapat paling lambat dua hari. Akurasinya mencapai 20 %.

“Karena itu, bagi yang hasil rapid test antibodinya reaktif, masih harus dikonfirmasi ulang.  Melalui swab PCR (Polymerase Chain Reaction). Selama menunggu hasilnya, yang bersangkutan wajib WFH (work from home),” jelas dr Winda.

Rektor UB juga menerapkan beberapa pembatasan lain demi keamanan bersama. Seperti pembatasan jumlah SDM yang WFO, maksimal 25 %.

Pada kurun waktu 11- 24 Januari 2021, mewajibkan cara daring untuk seluruh kegiatan pertemuan dinas, rapat/workshop/diskusi. Melarang semua SDM melakukan perjalanan ke luar Malang Raya. Mewajibkan tamu dari luar UB menunjukkan hasil tes swab antigen dari lembaga yang kompeten. (roz/jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Gotong royong warga membenahi jalan longsor di Sumbermanjing Wetan, Kamis (5/8/2021) siang sampai sore. Longsor tidak menimbulkan korban jiwa ataupun kerugian materiil. ...

headline

Malang Post – Koarmada II TNI Angkatan Laut (AL) menggandeng Pemkot Malang menggelar Serbuan Vaksinasi. Bertempat di Stadion Gajayana. Mulai 7 – 8 Agustus 2021....

Malang Raya

Malang Post – Pemkot Malang masih punya tanggungan soal aset. Dari ribuan aset yang dimiliki, hanya ratusan yang sudah bersertifikat. Data yang dihimpun reporter City...

headline

Malang Post – Perumahan tanpa nama ada di Dusun Sawahan, Desa Giripurno, Bumiaji, Kota Batu. Satpol PP pun menyegel lantaran tak punya izin. Kamis (5/8/2021)...

Malang Raya

Malang Post – PPKM berlevel berdampak pada sektor ekonomi. Khususnya bagi pengusaha maupun wirausaha. Namun, situasi ini tidak begitu mempengaruhi penjualan jamur milik Ismail, warga...

Pendidikan

Malang Post – Kemendikbud-RI bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendekatkan dunia pendidikan dan industri. Menggelar program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) bidang pertanian dan peternakan....

Malang Raya

Malang Post – Partai Demokrat (PD) Malang Raya (Kabupaten/Kota Malang-Batu) menggerakkan kadernya untuk menekan penyebaran virus corona. Ini patut diapresiasi. Lantaran membantu Pemerintah dalam upaya...

News

Malang Post – Korban Agung diketahui ber-KTP warga Dusun Kasin RT 12/RW 03, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Kamis (5/8/2021) sore ditemukan tewas di...