SERTIJAB: Irma Prianti (Chief Business and Commercial Officer), melakukan salam komando dengan Munif Wakid (Marketing Communication and Public Relations). (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi melakukan perombakan besar pada struktur organisasi internalnya, guna memperkuat fondasi bisnis dan kehumasan, menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Langkah penyegaran korporasi ini dikonfirmasi langsung oleh General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, Senin (15/6/2026), dengan menunjuk tokoh profesional Irma Prianti sebagai Chief Business and Commercial Officer (CBO) baru, serta menggeser Munif Wakid untuk mengemban tugas krusial sebagai Marketing Communication (Marcom) sekaligus Public Relations (PR) klub.
Mengelola klub sepak bola modern itu tidak bisa lagi modal nekat atau sekadar urusan jago-jagoan menendang bola di atas lapangan. Lapangan hijau itu hilirnya. Hulunya adalah manajemen. Urusan dapur bisnis. Siapa yang mengelola duit, siapa yang mengurus sponsor, dan siapa yang menjaga hubungan dengan suporter.
Kalau dapurnya keropos, tim di lapangan pasti ikutan goyah.
Kesadaran industri itulah yang membuat Arema FC bergerak lincah melakukan penyesuaian organisasi pekan ini. Mereka tidak mau tanggung-tanggung menyambut musim baru Super League 2026/2027.
Posisinya ditukar. Munif Wakid tidak lagi menjabat sebagai Manajer Bisnis. Dia diberi tugas baru yang tidak kalah berat: menjadi ujung tombak Marketing Communication (Marcom) sekaligus Public Relations (PR).
Kursi kosong yang ditinggalkan Munif langsung diisi wajah baru. Manajemen menunjuk Irma Prianti sebagai Chief Business and Commercial Officer (CBO).
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, pasang badan membeberkan siasat taktis ini.
“Perubahan ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi. Kami ingin memastikan setiap sektor ditangani oleh orang yang tepat sehingga target jangka panjang klub bisa tercapai dengan lebih optimal,” ujar Yusrinal, Senin (15/6/2026).
Munif Wakid sebenarnya bukan orang baru. Dia memegang kendali bisnis sejak Juli 2023. Tiga musim penuh. Dia ikut berdarah-darah mengawal masa transisi organisasi yang pelik pasca-Tragedi Kanjuruhan.
Kini, jam terbang Munif digeser untuk memperkuat fungsi komunikasi kelembagaan. Arema butuh hubungan yang lebih mesra dengan Aremania, media, sponsor, hingga stakeholder sepak bola nasional.
Sementara untuk urusan isi dompet dan komersial, diserahkan mutlak kepada Irma Prianti. Dia sudah mulai aktif ngantor.
Irma bertanggung jawab menyusun strategi bisnis, mengoptimalkan kerja sama, dan menaikkan valuasi Singo Edan. CV Irma mentereng; dia kenyang pengalaman bisnis di sektor ritel hingga industri sepak bola profesional tanah air. Kehadirannya diharapkan membawa perspektif segar.
Menurut Yusrinal, masuknya Irma adalah bagian dari cetak biru empat pilar strategis Arema yang dirancang sejak masa transisi.
“Pertama membangun tim kompetitif, kedua memperkuat hubungan dengan stakeholder, ketiga sinergi dengan media, dan keempat meningkatkan valuasi klub melalui bisnis,” urai Yusrinal.
Tiga pilar pertama diklaim sudah berjalan positif. Maka masuk tahun keempat dan kelima ini, Arema mulai serius menggarap pilar keempat: berburu cuan secara profesional.
Singo Edan kini sedang menatap masa depan dengan fondasi baru yang lebih modern. Lapangan hijau tetap nomor satu, tapi kemandirian bisnis di atas meja manajemen adalah kunci agar klub ini bisa terus bertumbuh secara berkelanjutan. Selamat bertugas di pos baru! (Ra Indrata)




