Connect with us

Hi, what are you looking for?

News

Milenial Lestarikan Seni Batik Tulis

HARUS TELATEN: Batik tulis tidak sekedar melukis, tapi harus dilakukan penuh keikhlasan

Malang – Sebuah kebetulan cuaca cerah, tiga hari terakhir ini. Sedikit berawan di wilayah Kab Malang sisi utara. Padahal beberapa hari sebelumnya hujan nyaris tak ada jeda.

Pagi itu belasan anak muda milenial Karangploso. Berkumpul di sanggar batik tulis. Batik Lintang, Desa Ngijo.

Baca Juga ----------------------------

Bukan tanpa alasan mereka berkumpul. Niatnya mulia. Bertekad menjadi agen penjaga warisan luhur budaya bangsa. Itu terpatri dalam diri mereka.

“Kami ini, dari beberapa elemen pemuda-pemudi se Karangploso. Sangat-sangat ingin menimba ilmu batik tulis,” ujar Amel, sapaan akrab Amelia Dwi Yanti.

Amel adalah Duta Indonesia Jawa Timur. Dia juga salah satu penggerak Milenial Utas Kab Malang.

Proses pelatihan batik tulis secara runut, sabar dan telaten diikuti. Batik Lintang melalui ownernya, Ita Fitriyah. Membagikan ilmunya sesuai standar sertifikasi pembatik tulis.

“Kebetulan bukan hanya perajin batik tulis. Saya juga aksesor. Jadi saya akan berikan ilmu yang benar-benar sesuai standar sertifikasi. Agar jenengan tidak salah. Dalam memahami batik tulis,” kata Ita, lulusan ITN Malang ini.

Dia memang salah satu aksesor Nasional pembatik tulis asal Kabupaten Malang. Harapannya cukup besar pada para milenial.

Dia berpesan, agar tak berhenti hanya dipelatihan ini saja. Namun terus melanjutkan hingga berproduksi sesuai pakem batik tulis.

Pelatihan kali ini, diberikan materi pembuatan pola. Juga beberapa trik-trik rahasia. Agar batik tulis bukan sekedar batik. Namun juga memiliki filosofi dalam motifnya.

“Kalau hanya nyanting dan mewarna, itu sudah. Biasa. Namun bagaimana menciptakan pola yang memiliki cerita. Itu tidak banyak yang tahu. Namun saya ikhlas membaginya,” ujar ibu dua orang anak ini.

Ita, sangat berdedikasi dengan batik tulis. Dia tetap menekuni dan memproduksi batik, meski pandemi. Semangat ini disambut ceria para peserta pelatihan.

“Saya sangat bersyukur. Kami dapat ilmu lengkap. Bahkan super lengkap. Membuat saya makin senang dan tertarik dengan batik tulis,” jelas Bachrul.

Ia salah satu peserta pelatihan milenial dari Desa Kepuharjo. Mengaku sangat bersyukur mendapatkan info utuh tentang proses membatik tulis.

Batik Lintang memberikan beberapa triknya dengan harapan besar. Agar di tangan kaum milenial ini, warisan luhur budaya bangsa, batik tulis bisa terus lestari. (jan)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Arema

Malang Post – Presiden Klub Arema FC, Gilang Widya Pramana, akhirnya memperkenalkan secara resmi pemain anyarnya untuk kompetisi LiIga 1-2021/2022. Diego Michiels pada Rabu (16/6/2021)...

Arema

Malang Post – Arema FC hingga kemarin, masih belum memiliki pemain asing. Dari empat slot yang diperbolehkan, belum satupun dikenalkan. Tapi bukan lantas skuat Singo...

Arema

Malang Post – Selang 10 hari, sejak resmi ditetapkan sebagai Presiden Klub Arema yang baru, Gilang Widya Pramana kembali mencuatkan gebrakan baru. Utamanya terkait salah...

Pendidikan

Malang Post – Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng I. Abraham Lomi MSEE bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr F Yudi Limpraptono ST MT...

Pendidikan

Malang Post – Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona mengawal langsung vaksinasi Covid-19 bagi relawan, mahasiswa dan aktivis. Kamis (17/6/2021), Dandim menyambangi tempat...

Malang Raya

Malang Post – Saling lempar bola panas kini terjadi dalam dunia perparkiran Kota Batu. Antara Dishub Kota Batu dengan juru parkirnya. Lantaran keduanya, saling lempar...

Malang Raya

Malang Post – Dandim 0833/Kota Malang memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang pada Kamis (17/6/2021) siang....

Malang Raya

Malang Post – Kamis (16/6/2021), sebanyak 227 warga Kelurahan Pandanwangi, menjalani vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh petugas medis Puskesmas Pandanwangi.  Vaksinasi dilakukan di Aula...