Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Pilih yang Taat Protokol Kesehatan

Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19. (Foto: Satgas Penanganan Covid-19)

Malang – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, Desember 2020, Satgas Penanganan Covid-19 berharap, Pilkada serentak jangan menjadi ajang penularan baru. Bahkan melahirkan klaster baru Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito pun menyampaikan empat pesan penting, untuk pelaksanaan pilkada dalam masa pandemi.

‘’Dalam keadaan pandemi, tentunya pemilihan kepala daerah atau pemilihan umum (pemilu) tidak bisa dilakukan secara normal,’’ ungkapnya saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB.

Baca Juga ----------------------------

Pesan penting itu, pertama, masyarakat sebagai pemilih harus menyadari pentingnya peran kepala daerah, untuk membawa masing-masing daerah, bangkit dari Covid-19. Pilihlah pemimpin yang menaati aturan-aturan terkait protokol kesehatan saat berkampanye. Karena dapat menjadi cerminan tanggung jawab pemimpin kedepannya. Karena pilkada tahun ini, akan menentukan arah ketahanan kesehatan. Serta pemulihan masing-masing daerah di tengah pandemi.

‘’Saya berharap masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya, memiliki pemimpin yang bertanggung jawab dan memiliki kapasitas serta komitmen, untuk memimpin daerah di tengah masa pandemi,’’ katanya. 

Kedua, masyarakat diminta selalu mematuhi protokol kesehatan selama gelaran pilkada 2020 berlangsung. Jangan sampai Pilkada ini berkontribusi terhadap peningkatan kasus atau menjadi klaster baru penularan.

‘’Gelaran pilkada dapat berlangsung aman apabila semua pihak disiplin protokol kesehatan. Serta mengikuti aturan yang ditetapkan KPU,’’ imbuh Wiku. 

Ketiga, kepada para calon pemimpin di daerah, manfaatkanlah sisa masa kampanye ini dengan baik. Jangan lelah mengkampanyekan pentingnya Pilkada yang aman dan bebas Covid-19.

‘’Bersikaplah dengan penuh tanggungjawab dan jangan melakukan kegiatan kampanye yang memicu kerumunan,’’ tegas Wiku. 

Keempat, kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di daerah, segera ambil tindakan yang tegas, apabila ditemukan calon kepala daerah, yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Bawaslu diminta berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 daerah, untuk segera membubarkan kegiatan kampanye yang menimbulkan kerumunan. 

Lalu, antisipasi mencegah lonjakan kasus Covid-19 sejauh ini, sudah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) jelang pilkada. KPU sendiri telah merumuskan aturan protokol kesehatan, yang wajib dijalankan oleh penyelenggara pemilu. Yaitu melakukan testing kepada petugas, yang nanti akan bertugas di tempat pemungutan suara (TPS) dan memastikan petugas pelaksana sehat dan bebas Covid-19. 

Pada TPS-TPS, akan disiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Petugas pemilih juga diwajibkan memakai masker, menjaga jarak dan mengatur kedatangan pemilih sehingga dapat menghindari terjadinya kerumunan.

Setiap pemilih sebelum memasuki TPS, akan diperiksa suhu tubuhnya guna memastikan kesehatannya. Sebelum hari pelaksanaan, harus dilakukan simulasi yang diawasi Satgas Covid-19. Wiku juga merujuk pada data dari Our World in Data dan penelitian oleh Council of Foreign Relation, pada September 2020. Hasil penelitian, beberapa negara yang menyelenggarakan pemilu, tidak menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kenaikan kasus positif Covid-19. Diantaranya Kroasia, Republik Dominika, Malawi, Maladonia Utara, Korea Selatan serta Trinidad dan Tobago di wilayah kepulauan Karibia. 

Meski demikian beberapa negara seperti Belarus, Polandia, Serbia dan Singapura menunjukkan tren peningkatan kasus setelah pemilu. Penyebab yang menjadi faktor lain seperti, terjadinya demonstrasi lanjutan paska pemilu di Belarus. Adanya pelonggaran aktivitas sosial ekonomi di Singapura. Serta ditemukan kasus yang tidak dilaporkan di Serbia setelah pemilu, sehingga terjadi peningkatan setelah proses perbaikan pencatatan dan pelaporan data. (* rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Serbuan vaksin Kodim 0833 Kota Malang terus berlanjut. Kali ini lokasi vaksinasi bertempat di Yayasan Sekolah Al Irsyad Jalan Arif Margono...

headline

Malang Post – GMNI Malang melakukan unjuk rasa menyikapi Walikota Malang Sutiaji yang diduga melanggar peraturan PPKM, Minggu 19 September 2021. Viral di medsos...

headline

Malang Post- Soal kasus rombongan “Gowes”  Walikota Malang, Sutiaji dan jajaran OPD ke Pantai Kondang Merak, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang Minggu (19/9) lalu, memang sudah...

Malang Raya

Malang Post – Stiker Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo serta tulisan ajakan memakai masker terpampang jelas di mobil dinas milik...

News

Malang Post — Kabar duka dari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, Kamis (23/9/2021) sore. Seorang mahasiswa semester akhir, tewas akibat mengalami kecelakaan di Bululawang....

Malang Raya

Malang Post — Angin kencang, Kamis (23/9/2021) jelang petang menghempas wilayah Desa Sumbersuko, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Satu rumah rusak berat sementara 5 lebih lainnya...

News

Malang Post – Jajaran Reskrim Polsek Bululawang, menahan dua pelaku kasus narkoba. Satu pemakai dan seorang lagi pengedar. Rentang tiga jam saja, anggota meringkus dua...

News

Malang Post – Resiko adiksi narkoba Sabu Sabu (SS) bisa masuk penjara dan berurusan dengan polisi. Seperti dialami pemuda Wagir. Kamis (23/9/2021) siang tampak berada...