Connect with us

Hi, what are you looking for?

headline

Relawan Bergerak Demi Kemanusiaan

VAKSIN: dr. Aulia Giffarinnisa bersama Yusrin Zata Lini dan moderator Pascalis Iswari berbagi cerita inspiratif dalam dialog di Jakarta.( Foto: KPCPEN)

Malang – Sukarelawan atau sering disebut relawan, adalah mereka yang melakukan sesuatu, dengan sukarela. Tanpa ada kewajiban atau pemaksaan serta mengharapkan imbalan atau penghargaan. Relawan bertindak karena bersimpati, demi meringankan masalah sosial di sekitarnya. Di masa pandemi Covid-19, relawan turut berperan. Tidak hanya relawan di bidang kesehatan, tapi juga relawan yang bergerak di bidang ekonomi dan sosial. Perannya penting dalam membantu meringankan kesulitan. Mengingat pandemi telah berdampak ke segala sendi kehidupan masyarakat.

‘’Keputusan jadi relawan itu sudah ada sejak April. Saya sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah di Sulawesi Selatan. Hati saya ingin berkontribusi dan tidak bisa hanya diam di rumah saja. Akhirnya pada Agustus, orang tua merestui keinginan saya, setelah sejak April saya meminta restu. Saya mulai bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet bulan September,’’ ujar dr. Aulia Giffarinnisa pada acara Dialog Produktif, yang diselenggarakan KPCPEN, Jumat kemarin.

Tentunya menangani pasien Covid-19 bukan hal mudah. Tenaga kesehatan seperti dr. Aulia harus terus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) selama delapan jam. Apalagi dr. Aulia bertugas di HCU (High Care Unit), yang merawat pasien Covid-19 dengan kondisi memerlukan perhatian khusus. Bekerja dalam pengap dan menahan haus dan lapar sudah jadi risiko pekerjaannya.

‘’Kami bekerja bergiliran selama delapan jam. Biasanya dari pukul enam pagi sampai jam dua siang. Tapi karena memakai APD, kita mulai persiapan dari jam 5 pagi, dan harus puasa selama delapan jam itu. Karena kita tidak melepaskan APD bahkan untuk ke toilet. Kalau kita minum pasti ingin ke toilet,’’ terangnya.

Kisah inspiratif dari relawan lainnya berasal dari Yusrin Zata Lini, Anggota Relawan Jurnalis Bergerak. Ia dan rekan-rekan jurnalis lainnya, menginisiasi gerakan sosial untuk membantu kesulitan ekonomi para pekerja lepas harian.

‘’Masih banyak teman-teman kita di luar sana, yang harus bekerja berjibaku di jalanan untuk mendapat pendapatan harian. Selain pendapatan mereka tergerus, tidak memiliki informasi cukup mengenai Covid-19 sehingga cenderung tidak peduli. Mereka lebih khawatir dengan anak mereka nanti makan apa, daripada virus yang tidak tampak ini,’’ terangnya.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Yusrin Zata menggalang donasi dengan sasaran penerima pekerja lepas harian. ‘’Setidaknya menolong kehidupan mereka yang masih harus bekerja di jalanan, selama satu atau dua minggu ke depan. Kita memberikan bantuan-bantuan ini dalam bentuk sembako, masker, hand sanitizer dan flyer edukasi terkait Covid-19,’’ katanya.

Gerakan sosial #JurnalisBergerak mulai, mengumpulkan donasi melalui platform digital benihbaik.com, dengan target Rp 100 juta, ‘’Meski kita mengatasnamakan jurnalis, tapi semua orang boleh membantu. Setidaknya kita menjadi wadah untuk masyarakat umum yang ingin berkontribusi,’’ katanya.

Penerimanya adalah pekerja non formal. Seperti tukang ojek, pemulung, pedagang kecil, sopir angkutan umum, dan masyarakat terdampak lainnya. Dalam waktu satu bulan, telah terkumpul Rp106 juta dari 339 donatur. Kemudian dana itu disalurkan ke 600 penerima manfaat yang disalurkan ke lima wilayah administrasi DKI Jakarta.

‘’Ternyata masih lebih, sehingga kami membuka lagi penyaluran paket bantuan ke masyarakat berdasarkan rekomendasi. Baik oleh perorangan maupun komunitas seperti ke para guru honorer dan tukang pijat tuna netra,’’ ungkapnya. (rdt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

headline

Kota Malang- Saat anda berbelanja di PT Sumber Alfaria Trijaya atau yang familiar Alfamart, kasir pasti akan bertanya. Apakah uang kembalian anda ingin didonasikan?...

News

Malang – Maggot adalah larva dari lalat Black Soldier. Diperoleh dari proses biokonversi Palm Kernel Meal. Nama latinnya Hermetia illucens. Biokonversi adalah hasil fermentasi...

Advertorial

Malang – Jodoh adalah takdir dari Yang Maha Kuasa. Itulah gambaran kisah cinta dua sejoli yang baru saja melangsungkan ikatan janji suci dalam sebuah...

headline

Malang – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo terkonfirmasi positif Covid-19. Hal tersebut berdasarkan hasil tes swab PCR yang keluar pada Jumat (22/1)...

Kesehatan

Malang – Pernahkah anda mendengan istilah Kleptomania ?. Kleptomania merupakan salah satu dari sekian banyak jenis gangguan mental yang mungkin dialami orang-orang disekitar anda.  ...

Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan Topik seminar di Zoom ini awalnya soal marketing. Yang mengadakan memang MarkPlus. Tapi, karena pembicaranya saya, Hermawan Kartajaya, bos MarkPlus, minta...

News

Malang – Manajemen Arema FC, kini hanya bisa menanti surat tertulis secara resmi dari PSSI, sebagai legal standing pembatalan, atau tepatnya penghentian kompertisi Liga...

Di's way

PROBLEM antre jenazah untuk segera dimakamkan, kian mewarnai hari-hari penanganan covid-19 di Malang Raya. Medio Januari ini. Terutama di kota, pasien meninggal bisa mencapai...

Nasional

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa. Memantau langsung proses pendistribusian bantuan bencana alam ke Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat. Pemantauan...

headline

Aceh – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Langsa, Aceh. Ditangkap di dua tempat terpisah, Kamis (21/1/2021) pukul 20.00....

News

Batu – Kasus hukum anak di Kota Batu termasuk tinggi. Mencapai 10 persen dari semua perkara setiap tahunnya. Baik sebagai korban maupun tersangka. Kejari...