Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nasional

Sektor Pangan Penopang PEN

Foto Ilustrasi. (ist)

Jakarta – Pandemi Covid-19 yang memukul hampir seluruh sektor telah memicu resesi ekonomi dunia, tak terkecualiIndonesia. Meski sempat mendapatkan hambatan, sektor pertanian, peternakan dan perikanan mampuberadaptasi dan masih dapat meningkatkan produktivitasnya dan tumbuh positif di tengah pandemi.

Sektor pangan terbukti bisa menjadi salah satu penopang pemulihan ekonomi nasional (PEN) kedepannya. Karena itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berkomitmen menggerakan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong PEN, guna mewujudkan ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah nyatanyaadalah kembali menggelar Jakarta Food SecuritySummit (JFSS) secara virtual, pada 18-19 November 2020.

Baca Juga ----------------------------

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani mengatakan, situasi dan kondisi pandemi Covid-19 selain telah berdampak bagi kesehatan manusia, juga memukul perekonomian dunia dan memicu resesi ekonomi dunia, tak terkecuali Indonesia. Dampak paling nyata dari resesi ekonomi adalahmeningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan.

Terkait dengan hal itu, Kadin menilai sektorpertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan dapat diandalkan untuk mendorong pemulihanperekonomian nasional.Sebagai bagian dari upaya mendukung PEN, sektor pangan bisa menjadi salahsatu tumpuan.

“Sektor pangan tidak terdampak besar karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang selalu dibutuhkan, meski ekonomi sedang krisis. Bahkan, dalam situasi sekarang, sektor pangan semakin strategis. Sebab, jika pangan tidak tercukupi dikhawatirkan berpotensi mengganggu stabilitas,”ungkap Rosan.

Menurutnya, sektor pertanian perlu terus dikembangkan karena masih bertumbuh positif di saat sektorlain justru mengalami kontraksi. Kebijakan dan kemitraan yang berpihak kepada sektor pertanian,peternakan, perikanan, dan industri pengolahan yang mendukung ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan, perlu terus didorong.

Menurut Rosan, Kadin memberikan apresiasi kepada pemerintah dan DPR yang telah mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum dalamberusaha. Rosan optimistis sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan akan terustumbuh seiring adanya Undang-Undang Cipta Kerja.

“Kami juga berharap pemerintah mempercepat realisasi kebijakan insentif dan stimulus untuk petani,peternak, dan nelayan guna meningkatkan daya beli dan produktivitas, serta stimulus berupa modal kerjapasca Covid-19,” pungkas Rosan. (IDP/ekn)

Click to comment

Leave a Reply

Baca Juga

Malang Raya

Malang Post – Polres Malang menggelar pemilihan Duta Lalu Lintas 2021 di Gedung Satpas Polres Malang, Jum’at (24/9/2021). Kapolres Malang AKBP R Bagoes Wibisono bersama...

headline

Malang Post – Anggota Komisi I DPR RI dapil Malang Raya, Kresna Dewanata Phrosakh menanggapi persoalan tersebut. Menurutnya,Jika dinilai dari sisi historis Kabupaten Malang...

headline

Malang Post — Tersangka pembunuh Ratna Darumi (56) warga Jl Emprit Mas, RT 04/RW 10, Kelurahan/Kecamatan  Sukun, Kota Malang telah ditetapkan Polresta Malang Kota. Pelaku...

Malang Raya

Malang Post – Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan  Edy  Jarwoko, memberi apresiasi pada FKUB Kota Malang yang menggelar dialog umat beragama di Hotel Tugu...

Malang Raya

Malang Post – Guna kelancaran kegiatan Vaksinasi di wilayah Kota Makang, TNI/POLRI dan Tim Satgas Covid-19 Kota Malang melaksanakan pengamanan dan pemantauan jalannya vaksinasi...

Malang Raya

Malang Post – Upaya untuk  menanggulangi dan menekan  penyebaran Virus Corona (Covid-19)  di wilayah Kecamatan Sukun terus dilaksanakan. Kali ini Forkopimcam Sukun mengadakan Rakor...

Malang Raya

Malang Post – Serbuan vaksin Kodim 0833 Kota Malang terus berlanjut. Kali ini lokasi vaksinasi bertempat di Yayasan Sekolah Al Irsyad Jalan Arif Margono...

headline

Malang Post – GMNI Malang melakukan unjuk rasa menyikapi Walikota Malang Sutiaji yang diduga melanggar peraturan PPKM, Minggu 19 September 2021. Viral di medsos...