BRAZILIAN: Julian Guevara dan Berguino mencoba menyambut bola lambung dalam laga perdana Piala Presiden 2026. Arema takluk 0-1 dari Persib. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC harus mengawali kiprahnya di ajang Piala Presiden 2026, dengan kekalahan tipis 0-1 dari tuan rumah Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, pada Sabtu (25/7/2026) malam, akibat gol tunggal Uilliam Barros di menit ke-24, yang menjadi bahan evaluasi penting pelatih Marcos Santos dalam memantapkan chemistry dan efektivitas serangan skuat Singo Edan.
Langkah awal Singo Edan di ajang Piala Presiden 2026, harus diawali dengan pil pahit.
Sabtu (25/7/2026) malam, di bawah riuhnya Gemuruh Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Arema FC dipaksa bertekuk lutut. Anak-anak Malang kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Persib Bandung, dalam laga pembuka fase grup yang berlangsung sengit.
Babak pertama berjalan berat bagi Arema FC. Tekanan agresif Maung Bandung yang didukung penuh suporter tuan rumah membuat koordinasi pertahanan Singo Edan sempat goyah.
Petaka itu datang di menit ke-24. Gawang Arema FC jebol lewat eksekusi Uilliam Barros. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Namun, drama lapangan tak berhenti di situ.
Memasuki babak kedua, Arema FC menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Pelatih anyar Arema FC, Marcos Santos, berhasil menyuntikkan perubahan skema. Singo Edan keluar dari tekanan, mengendalikan penguasaan bola, dan berulang kali membombardir lini belakang Persib.
Sayang, dominasi di paruh kedua itu tak sanggup menggetarkan jala lawan. Persib yang mengandalkan transisi serangan balik cepat, berhasil mengamankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Usai laga, Marcos Santos tidak menutupi kelemahan timnya di awal laga. Namun, ia mengapresiasi kebangkitan anak asuhnya di babak kedua.
“Pertandingan yang bagus. Ini duel dua tim besar. Babak pertama lawan sempat unggul dan menekan kami—hal yang wajar karena dukungan suporter dan kualitas mereka. Namun kami tetap bersabar. Di babak kedua kami tampil lebih baik dan menciptakan peluang,” ujar Marcos Santos.
Nakhoda asal Brasil itu menegaskan, kekalahan ini justru memberi sinyal positif. Laga pembuka ini menjadi cermin bahwa skuat Arema FC masih punya ruang luas untuk berkembang menjadi tim yang sangat solid menyongsong kompetisi musim ini.
Hal senada diungkapkan gelandang bertahan Arema FC, Julian Guevara. Pemain asal Kolombia itu mengakui sempat ada kebingungan koordinasi posisi di babak pertama.
“Di babak pertama ada koordinasi dari lawan yang membuat kami sempat bingung. Harusnya kami lebih tenang. Di babak kedua kami jauh lebih baik, lebih tenang menguasai bola, dan menciptakan beberapa peluang. Sayang belum jadi gol,” tutur Julian.
Laga ini juga menjadi panggung debut bagi sejumlah legiun asing dan pemain anyar Singo Edan. Meski belum padu secara utuh, Marcos Santos memuji semangat juang para pilar barunya.
“Mereka menunjukkan sikap dan performa yang baik. Memang belum banyak waktu latihan untuk saling menyatu, tapi saya menyukai sikap mereka di lapangan. Mereka membawa kualitas tambahan bagi tim,” tegas Santos.
Julian Guevara pun meyakini hadirnya para amunisi baru ini tinggal menunggu waktu untuk menyatu dengan kerangka tim lama. Chemistry antar-pemain kini menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan jajaran pelatih sebelum melakoni laga berikutnya di Piala Presiden 2026.
Kalah di laga perdana bukan akhir dunia. Bagi Singo Edan, Piala Presiden adalah kawah candradimuka—tempat menggembleng kepaduan tim demi taring yang lebih tajam saat kompetisi sesungguhnya bergulir. (Ra Indrata)




