MALANG POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Malang Raya pada Minggu (26/7/2026), didominasi kondisi cerah sepanjang hari. Kabut tipis diperkirakan masih muncul di sejumlah kawasan dataran tinggi pada pagi hari, namun berangsur menghilang setelah matahari meninggi, sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan nyaman.
Cuaca cerah diprakirakan mendominasi wilayah Malang Raya sepanjang Minggu (26/7/2026). Kondisi atmosfer yang relatif stabil membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan diperkirakan berlangsung tanpa gangguan cuaca berarti.
Berdasarkan prakiraan BMKG, kabut tipis masih berpotensi muncul sejak dini hari hingga pagi, terutama di wilayah Kota Batu dan kawasan pegunungan di sekitar Malang. Fenomena tersebut merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau ketika suhu udara turun cukup rendah menjelang pagi.
Kabut diperkirakan mulai berangsur menghilang setelah pukul 08.00 WIB seiring meningkatnya intensitas sinar matahari. Setelah itu, langit diprediksi cerah hingga cerah berawan dan bertahan hingga sore hari.
Suhu udara pada pagi hari berada pada kisaran 15–18 derajat Celsius sehingga udara terasa cukup sejuk. Memasuki siang, suhu meningkat hingga sekitar 24–27 derajat Celsius sebelum kembali turun menjadi sekitar 18 derajat Celsius pada malam hari.
Kelembapan udara diprakirakan berkisar antara 50 hingga 90 persen. Meski kondisi udara masih tergolong nyaman, masyarakat tetap diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari ketika intensitas sinar matahari mulai meningkat.
Sementara itu, angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 7–15 kilometer per jam. Kecepatan angin yang relatif ringan tersebut memberikan kesejukan tambahan tanpa menimbulkan potensi gangguan cuaca ekstrem.
Kabut Pagi Masih Menjadi Fenomena Musim Kemarau
BMKG menjelaskan, kemunculan kabut tipis pada pagi hari masih menjadi fenomena yang umum terjadi di Malang Raya, terutama di wilayah pegunungan dan dataran tinggi seperti Kota Batu.
Kabut terbentuk akibat suhu udara yang rendah pada malam hingga dini hari, kemudian berangsur menghilang ketika permukaan bumi mulai menerima pemanasan dari sinar matahari.
Berbeda dengan beberapa hari sebelumnya yang masih dipengaruhi fenomena bediding, kondisi cuaca pada Minggu ini diperkirakan lebih stabil. Tidak terdapat indikasi penurunan suhu ekstrem maupun perubahan angin yang signifikan sehingga cuaca relatif kondusif untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Warga Diimbau Tetap Waspada Paparan Matahari
Meski cuaca bersahabat, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak musim kemarau.
Warga yang beraktivitas pada siang hari disarankan memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, menggunakan pelindung kepala atau tabir surya guna mengurangi paparan sinar ultraviolet, serta mengatur waktu aktivitas luar ruangan agar tidak terlalu lama berada di bawah terik matahari.
Sementara itu, masyarakat yang beraktivitas sejak pagi, khususnya di kawasan Batu dan pegunungan, tetap dianjurkan mengenakan pakaian yang cukup hangat karena suhu udara masih terasa dingin sebelum matahari terbit sempurna.
Secara keseluruhan, kondisi cuaca di Malang Raya pada Minggu ini diprakirakan cukup ideal untuk berbagai kegiatan, mulai dari olahraga pagi, wisata alam, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Meski demikian, BMKG mengimbau warga tetap memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi sebagai langkah antisipasi apabila terjadi perubahan kondisi atmosfer secara tiba-tiba. (Ra Indrata)




