BERLIBUR: Wisatawan tengah menikmati momen dan suasana berlibur di Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
MALANG POST – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat tren positif mobilitas wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang semester pertama 2026. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 9.873 kunjungan wisman dari 7.639 kali perjalanan (trip), dengan penyumbang terbanyak berasal dari Tiongkok (termasuk Hong Kong) dan Malaysia, Jumat (24/7/2026).
Kota Batu semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya diminati wisatawan domestik, tetapi juga memikat pelancong mancanegara (wisman). Bahkan, dalam satu kali perjalanan, wisatawan asing rata-rata mengunjungi lebih dari satu objek wisata di Kota Batu.
Data Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu hingga Juni 2026 mencatat 9.873 kunjungan wisatawan mancanegara yang berasal dari 7.639 perjalanan (trip). Angka tersebut terkoreksi sekitar 4,8 persen dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 10,3 ribu kunjungan. Namun, pola perjalanan wisatawan asing justru menunjukkan tren mobilitas yang menarik.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Batu memiliki tingkat mobilitas yang cukup tinggi selama berlibur. Rasio kunjungannya mencapai 1,29 visit per trip. Artinya, dalam satu kali perjalanan, seorang wisatawan asing rata-rata mengunjungi lebih dari satu destinasi wisata.
”Ini menunjukkan wisatawan asing tidak hanya datang ke satu tempat, tetapi berpindah-pindah menikmati berbagai destinasi yang ada di Kota Batu dalam satu kunjungan,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Berdasarkan negara asal, wisatawan dari Tiongkok (termasuk Hong Kong) menjadi penyumbang kunjungan terbanyak dengan 1.876 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati Malaysia sebanyak 1.660 kunjungan, disusul Singapura (1.377 kunjungan), Belanda (748 kunjungan), serta Arab Saudi (256 kunjungan).
Menurut Onny, angka statistik tersebut belum mengover keseluruhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batu secara menyeluruh. Sebab, data tersebut masih bersumber dari satu penyedia layanan pemetaan mobilitas wisatawan.

KEPALA Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
Ia menyebut asal negara wisatawan asing yang datang sebenarnya jauh lebih beragam. Pelancong dari Australia, Timor Leste, Taiwan, hingga Inggris juga tercatat aktif berkunjung ke Kota Batu.
”Paspor wisatawan yang datang sangat bervariasi. Jadi, jumlah riil wisatawan mancanegara kemungkinan lebih besar dari data yang ada saat ini,” jelasnya.
Meski sebagian besar wisatawan asing hanya singgah dalam waktu singkat (day trip), mereka tersebar di sejumlah kawasan wisata unggulan. Wilayah Desa Tulungrejo menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi dengan 513 kunjungan, disusul Desa Bumiaji sebanyak 423 kunjungan, dan Desa Oro-Oro Ombo sebanyak 392 kunjungan.
Fenomena ini menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Kota Batu. Onny menegaskan, semakin beragam asal negara wisatawan, semakin kuat pula daya tahan sektor pariwisata terhadap gejolak ekonomi maupun perubahan tren perjalanan global.
Oleh karena itu, Disparta terus mendorong strategi diversifikasi pasar agar pariwisata Kota Batu tidak hanya bergantung pada wisatawan lokal Malang Raya maupun Jawa Timur.
”Kita harus memperluas segmen pasar. Jangan sampai pariwisata hanya bergantung pada satu atau dua daerah. Semakin banyak wisatawan luar daerah dan mancanegara yang datang, ekonomi pariwisata Kota Batu akan semakin stabil,” tegasnya.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Disparta berharap dukungan pemerintah pusat tetap berlanjut, terutama melalui stimulus sektor transportasi seperti program diskon tiket pesawat. Kebijakan itu dinilai sangat efektif meningkatkan aksesibilitas wisatawan menuju Jawa Timur sekaligus mendorong angka kunjungan ke Kota Batu.
Di sisi lain, pasar wisata domestik juga menunjukkan performa yang solid. Hingga 13 Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Kota Batu telah mencapai sekitar 340.600 kunjungan. Angka tersebut menjadi indikator kuat bahwa daya tarik Kota Batu tetap memikat di mata wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.
Dengan tren yang terjaga ini, Pemkot Batu optimistis sektor pariwisata tetap menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah sepanjang tahun 2026. Selain memperluas ceruk pasar, bertambahnya destinasi dan atraksi wisata baru diharapkan mampu memperpanjang durasi tinggal (length of stay) serta meningkatkan belanja wisatawan selama berada di Kota Batu. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




