Tim pengabdian UIN Maliki Malang saat melakukan pengabdian masyarakat di SMP Tanfidz Insan Madani. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, menggelar edukasi terpadu di SMP Tahfidz Insan Madani Pondok Pesantren (Ponpes) Yanbu’ul Qur’an Al Karim, Kabupaten Blitar, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini berfokus pada penguatan literasi keuangan siswa, sosialisasi beasiswa perguruan tinggi, serta optimalisasi tata kelola administrasi keuangan lembaga pendidikan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menggelar program penguatan literasi keuangan, edukasi perguruan tinggi, serta peningkatan tata kelola administrasi keuangan sekolah di SMP Tahfidz Insan Madani Ponpes Yanbu’ul Qur’an Al Karim, Kabupaten Blitar, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan edukatif ini diikuti secara antusias oleh para siswa, guru, serta jajaran pengelola sekolah. Acara dibuka secara resmi melalui sambutan pengasuh pesantren, Kiai Agus Jamzuri, S.Q., S.H.I., M.M., yang menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran akademisi UIN Malang.
Agus Jamzuri menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan berbasis pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan adaptif. Menurutnya, pemahaman mengenai akses pendidikan tinggi, literasi keuangan, serta administrasi yang akuntabel merupakan bekal vital di era digital.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada tim pengabdian UIN Malang yang telah berkenan berbagi ilmu di sekolah kami. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi siswa dan guru, serta menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Agus.
Rangkaian PKM tersebut dikemas dalam empat sesi materi utama. Pada sesi pertama, Dr. Yayuk Sri Rahayu, S.E., M.M., memaparkan keunggulan UIN Malang sebagai kampus Islam berorientasi internasional yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.
Selain mengenalkan berbagai pilihan program studi, dijelaskan pula fasilitas akademik, unit kegiatan kemahasiswaan, hingga deretan prestasi mahasiswa guna memacu motivasi santri melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Wuryaningsih, M.Sc., yang membedah berbagai jalur dan peluang program beasiswa yang dapat diakses oleh para santri di UIN Malang.
Sementara pada sesi ketiga, materi literasi keuangan disampaikan oleh Dr. Nanik Wahyuni, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., bersama Fitriyah, M.M. Fokus materi diarahkan pada pembentukan perilaku keuangan yang sehat sejak dini melalui manajemen uang saku, penyusunan skala prioritas kebutuhan, kebiasaan menabung, dan perencanaan keuangan pribadi secara interaktif.
Adapun sesi keempat diisi dengan klinik diskusi tata kelola administrasi keuangan sekolah yang dipandu oleh Novi Lailiyul Wafiroh, M.A., CAP., bersama Lutfi Ardhani, S.E., M.S.A. Sesi ini ditujukan khusus bagi jajaran pengelola sekolah untuk memantapkan sistem pencatatan keuangan yang transparan.
Ketua Tim PKM UIN Malang menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar mentransfer pengetahuan akademik, melainkan membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan roh pengabdian perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu kelembagaan di daerah.
Melalui sinergi ini, para siswa memperoleh wawasan baru mengenai dunia perkuliahan dan kemandirian finansial. Di sisi lain, para tenaga pendidik mendapatkan ruang diskusi konstruktif untuk mewujudkan tata kelola administrasi sekolah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. (*/Eka Nurcahyo)




