MALANG POST – Kawasan Alun-alun Kota Batu, diproyeksikan memiliki wajah baru sebagai sentra ekonomi kerakyatan modern. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tengah mematangkan rencana revitalisasi Gedung Olahraga (GOR) Ganesha, menjadi pusat aktivitas UMKM dan ekonomi kreatif yang terintegrasi langsung dengan jantung kota tersebut.
Kawasan Alun-Alun Kota Batu diproyeksikan memiliki wajah baru. Tidak sekadar berfungsi sebagai pusat wisata dan ruang publik, kawasan ini disiapkan menjadi sentra pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah strategis yang tengah dimatangkan Pemkot Batu adalah merevitalisasi Gedung Olahraga (GOR) Ganesha menjadi pusat aktivitas UMKM yang terintegrasi dengan kawasan jantung kota.
Jika rencana ini terealisasi, GOR Ganesha akan disulap menjadi semacam mal UMKM yang menampung berbagai produk unggulan Kota Batu, mulai dari olahan kuliner, kerajinan tangan, hingga aneka produk olahan pertanian dan hortikultura.
Kepala Bappelitbangda Kota Batu, Bangun Yulianto, mengatakan bahwa rencana tersebut merupakan upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Di sisi lain, keberadaan sentra UMKM yang terpusat dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Revitalisasi GOR Ganesha menjadi Mal UMKM bertujuan untuk mengoptimalkan aset pemerintah di sekitar Alun-Alun. Harapannya kawasan ini semakin tertata, aktivitas UMKM terpusat, pendapatan masyarakat meningkat, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap PAD,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Bangun, posisi GOR Ganesha yang berada di titik paling strategis Kota Batu menjadi nilai tambah tersendiri. Selama ini, ribuan wisatawan memadati Alun-Alun setiap akhir pekan maupun musim liburan. Namun, potensi belanja produk lokal dinilai masih belum terarah secara optimal.

GOR GANESHA: Pemkot Batu berencana merevitalisasi Gor Ganesha menjadi episentrum baru ekonomi rakyat. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
Oleh karena itu, pemerintah daerah ingin menghadirkan ruang yang lebih representatif bagi para pelaku usaha mikro. Tempat ini dirancang tidak sekadar untuk berjualan, tetapi juga menjadi etalase utama produk-produk unggulan daerah.
“Kawasan Alun-Alun merupakan pusat keramaian utama. Jika ditata dengan baik, kawasan ini bukan hanya menjadi tempat transaksi jual beli, melainkan berkembang menjadi destinasi wisata ekonomi rakyat yang menarik wisatawan untuk membeli produk lokal,” terangnya.
Konsep yang disiapkan pun tidak terbatas pada pusat perdagangan fisik. Pemkot Batu berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat ekonomi kreatif yang terkoneksi langsung dengan destinasi wisata di pusat kota. Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung ke Alun-Alun memiliki alternatif aktivitas menarik, yakni berburu suvenir dan kuliner khas Kota Batu.
Model pengembangan terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan nilai transaksi pelaku usaha mikro sekaligus memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi wisata berbasis ekonomi kreatif.
Meski demikian, proyek revitalisasi ini membutuhkan alokasi investasi yang cukup besar. Pemkot Batu memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, bergantung pada konsep pengembangan akhir yang dipilih.
Guna mengatasinya, pemerintah daerah membuka peluang keterlibatan pihak ketiga melalui skema Bangun Guna Serah atau Build Operate Transfer (BOT). Melalui skema ini, investor dapat membangun sekaligus mengelola aset dalam jangka waktu tertentu sebelum akhirnya diserahkan kembali kepada pemerintah daerah.
“Investor dapat membangun dan mengelola aset dalam jangka waktu yang disepakati. Setelah masa kerja sama berakhir, seluruh aset tersebut otomatis kembali menjadi milik pemerintah daerah,” jelas Bangun.
Revitalisasi GOR Ganesha dipandang sebagai salah satu proyek strategis yang mampu mengubah wajah pusat Kota Batu. Selain mempercantik tata kota, proyek ini diharapkan melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berpihak kepada pelaku UMKM lokal.
Apalagi, sektor UMKM selama ini menjadi salah satu pilar penopang ekonomi daerah yang beririsan erat dengan industri pariwisata. Dengan penataan yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, GOR Ganesha berpotensi menjadi magnet wisata baru sekaligus ruang tumbuh bagi produk-produk asli Kota Batu. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




