PENCEGAHAN: Anggota Satlantas Polres Malang, saat memberikan pembekalan kepada siswa kelas X SMKN 2 Singosari. (Foto: Humas Resma)
MALANG POST – Satlantas Polres Malang, memberikan pembekalan mengenai keselamatan berlalu lintas dan pencegahan bullying, kepada ratusan siswa baru kelas X, dalam penutupan MPLS di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, pada Jumat (17/7/2026), sebagai upaya preventif membangun karakter disiplin sejak dini.
Polres Malang tahu betul cara memanfaatkan momen. Ketika ribuan anak baru masuk sekolah, polisi langsung masuk kelas. Mumpung ada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Hari Jumat (17/7/2026) kemarin, giliran SMKN 2 Singosari yang disasar. Ratusan siswa kelas X dikumpulkan. Bukan untuk dihukum, tapi diberi bekal penting: cara selamat di jalanan dan cara selamat dari lingkaran bullying.
Urusan lalu lintas ini krusial bagi anak sekolah. Tiap hari mereka di jalan. Menjadi pengguna jalan yang aktif. Maka, Unit Kamsel Satlantas Polres Malang turun tangan langsung. Mereka tidak ingin anak-anak ini menjadi angka baru dalam statistik kecelakaan.
Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chlvin punya target jelas. MPLS adalah waktu terbaik untuk menyuntikkan karakter tertib. Sejak hari pertama mereka berseragam putih-abu-abu.
“Mereka ini generasi yang tiap hari ada di jalanan. Kesadaran tertib harus ditanam sekarang, bukan nanti. Kami juga tekankan bahaya bullying dan kenakalan remaja agar sekolah mereka aman dan nyaman,” kata Alif.
Polisi tidak hanya bicara soal pasal-pasal hukum yang membosankan. Mereka bicara realitas. Pentingnya helm SNI, taat rambu, dan ego di jalan yang harus diredam. Di usia remaja, motor sering kali jadi ajang pamer nyali yang keliru. Itu yang dipangkas.
Materi kemudian bergeser ke ruang kelas yang lebih personal: perundungan. Fenomena bullying dan pergaulan bebas kini jadi hantu menakutkan di sekolah. Polisi ingin para siswa baru ini punya benteng pertahanan. Disiplin dan tanggung jawab moral.
Gerakan ini bukan aksi musiman. Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono menegaskan, program edukasi ini sudah keliling ke banyak sekolah selama musim MPLS di Kabupaten Malang. Ini langkah preventif jangka panjang.
“Kami ingin pelajar punya bekal hukum. Tahu mana yang boleh, mana yang melanggar. Polres Malang akan terus hadir untuk pencegahan sejak dini,” tegas Budiono.
Bagi polisi, investasi terbaik adalah investasi karakter. Dan itu dimulai dari bangku sekolah. (HmsResma / Ra Indrata)




