Universitas Negeri Malang dalam pembukaan PEKSIMIDA Jawa Timur 2026, 400 Mahasiswa Siap Bertanding. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi / Malang Post)
MALANG POST – Pekan Seni Mahasiswa Daerah, yang disingkat Peksimida, merupakan ajang kompetisi seni antarperguruan tinggi di tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia atau BPSMI.
Kompetisi ini menjadi tahapan seleksi daerah untuk menjaring talenta terbaik yang nantinya akan mewakili provinsi di ajang nasional, yaitu Peksiminas atau Pekan Seni Mahasiswa Nasional. Secara umum, cabang lomba yang dipertandingkan mencakup kategori seni suara, seni pertunjukan, seni sastra, dan seni rupa.
Untuk wilayah Jawa Timur, acara pembukaan Peksimida Jawa Timur 2026 digelar pada 7 Juli 2026 di Universitas Negeri Malang atau UM. Rangkaian perlombaan kemudian berlangsung mulai 10 hingga 12 Juli 2026 di sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur.
Pembukaan Peksimida Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 ditandai dengan prosesi pemukulan gong oleh Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Hariyono. Acara ini disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Malang, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta jajaran tamu VIP.
Prosesi tersebut menjadi simbol resmi dimulainya ajang seni mahasiswa tingkat provinsi yang mempertemukan talenta terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan mampu mengharumkan nama Jawa Timur serta Indonesia di bidang seni dan budaya.
Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Pengurus Daerah Jawa Timur sekaligus Ketua Pelaksana Peksimida Jawa Timur 2026, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Peksimida menjadi wadah pembencana sekaligus seleksi mahasiswa terbaik di bidang seni sebelum berlaga di tingkat nasional.
Tahun ini terdapat 15 cabang yang dipertandingkan, meliputi baca puisi, monolog, penulisan cerpen, penulisan lakon, penulisan puisi, komik strip, desain poster, fotografi, lukis, tari, vokal grup, menyanyi pop, dangdut, keroncong, dan seriosa.
“Sebanyak 44 perguruan tinggi mengirimkan delegasi dengan total sekitar 400 mahasiswa. Juara pertama pada setiap tangkai seni nantinya akan menjadi wakil Jawa Timur pada Peksiminas 2026,” jelas Fendi.

TRIO: Ketua Pelaksana PEKSIMIDA Jawa Timur 2026, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., tengah bersama para petinggi um saat pembukaan PEKSIMIDA 2026 di Gedung Cakrawala UM, Rabu (8/7/2026). (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi / Malang Post)
Ia menambahkan, pelaksanaan lomba tersebar di sembilan perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai tuan rumah sesuai bidang seni masing-masing. Untuk menjaga kualitas kompetisi, setiap cabang dinilai oleh tiga dewan juri yang terdiri atas dua juri eksternal dan satu juri dari perguruan tinggi penyelenggara, sehingga proses penilaian berlangsung objektif dan profesional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, menyatakan bahwa Peksimida menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, serta apresiasi budaya di kalangan mahasiswa.
Peksimida Jawa Timur 2026 menjadi rangkaian seleksi menuju Peksiminas. Para juara dari 15 cabang seni akan mewakili Jawa Timur untuk bersaing dengan delegasi dari 38 provinsi lainnya pada ajang nasional yang tahun ini dilaksanakan di Universitas Jember.
Kehadiran Wakil Bupati Malang menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Malang terhadap pengembangan kreativitas dan prestasi mahasiswa melalui seni dan budaya. Peksimida menjadi ajang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur untuk menampilkan bakat terbaik sekaligus melestarikan budaya bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Malang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Peksimida sebagai ruang ekspresi sekaligus wadah pembinaan talenta mahasiswa. Menurutnya, seni tidak hanya menjadi media untuk mengasah kreativitas, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai-nilai budaya di kalangan generasi muda.
Suasana pembukaan Peksimida Jawa Timur 2026 berlangsung semarak. Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, serta ratusan mahasiswa peserta dari berbagai kampus di Jawa Timur yang siap menampilkan kemampuan terbaik mereka di berbagai cabang seni yang diperlombakan.
Sementara itu, Rektor UM, Prof. Hariyono, mengatakan bahwa Peksimida tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah untuk membangun karakter, memperkuat kolaborasi, serta mengembangkan ekosistem industri kreatif berbasis budaya.
Sebagai tuan rumah, UM telah mempersiapkan penyelenggaraan Peksimida sejak Maret 2026 melalui koordinasi bersama BPSMI Jawa Timur, penyusunan teknis pelaksanaan, hingga technical meeting bersama dewan juri dan panitia.
Kesiapan tersebut mencerminkan komitmen UM dalam menghadirkan kompetisi yang berkualitas sekaligus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa.
Penyelenggaraan Peksimida Jawa Timur 2026 sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kompetensi dan kreativitas mahasiswa, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara pemerintah, BPSMI, dan perguruan tinggi dalam membina talenta seni muda Indonesia. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




