JUARA: Penyerahan piala dan piagam juara oleh Walikota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Ketua PTMSI Kota Malang, Eko Sya. (Foto: Eka Nurcahyo / Malang Post)
MALANG POST – Baru dua bulan bekerja, Ketua dan pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Malang telah membuat gebrakan. Mereka menggelar turnamen Wali Kota Malang Cup di Stadion Gajayana, Minggu (5/7/2026).
Turnamen ini mempertandingkan nomor usia dini, remaja, dewasa, dan veteran. Turnamen dibuka oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang ditandai dengan pertandingan eksibisi antara Wali Kota Wahyu melawan Ketua PTMSI Kota Malang, Eko Sriyuliadi (Eko Sya).
Menurut Eko Sya, turnamen ini diikuti oleh 147 atlet, mulai dari kategori U-12, U-21, hingga veteran. Maksud dan tujuan turnamen ini, kata Eko Sya, adalah untuk menyiapkan atlet Kota Malang dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X di Surabaya pada tahun 2027.
“Semoga ini menjadi awal yang lebih baik bagi tenis meja Kota Malang menuju Porprov 2027,” kata Eko Sya.
Pada Porprov X 2027 di Surabaya nanti, PTMSI Kota Malang telah mematok target 1 emas, setelah pada Porprov sebelumnya gagal meraih satu pun medali. Edi Pitarno, salah satu pelatih senior Kota Malang, menambahkan bahwa target satu emas itu akan diperjuangkan dari nomor ganda, baik ganda campuran maupun ganda putra.
Selain itu, untuk menggembleng dan mengasah teknik atlet serta menjalin kekuatan dari daerah lain, PTMSI Kota Malang sudah bersiap menggelar turnamen tingkat Jawa Timur (Jatim). “Insyaallah digelar November 2026,” kata Eko.
Sekretaris KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto, mengungkapkan bahwa prestasi Kota Malang pada Porprov IX lalu begitu luar biasa. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Porprov Jatim digelar, Kota Malang berhasil meraih posisi runner-up dengan raihan medali emas, perak, dan perunggu yang masing-masing di atas 100 medali. “Ini semua juga berkat dukungan dari Wali Kota serta semangat dari para atlet, cabor, dan wali atlet,” ujar Joko.

TANDING: Walikota Malang, Wahyu Hidayat, tanding melawan Ketua PTMSI Malang, Eka Sya, usai pembukaan Walikota Cup. (Foto: Eka Nurcahyo / Malang Post)
Dia juga meminta Wali Kota nantinya bisa mengerahkan suporter ke Surabaya pada Porprov mendatang agar target Kota Malang meraih 222 emas pada Porprov 2027 bisa tercapai. Target itu memang sangat berat. Namun, mengingat pada Porprov 2025 sejumlah cabor tidak diikuti Kota Malang, tidak ada kata tidak mungkin target 222 emas itu dapat terealisasi.
Joko juga mengatakan bahwa tugas berat menanti PTMSI agar pada Porprov 2027 dapat meraih medali emas, setelah pada Porprov 2025 belum mendapat medali.
Joko mengapresiasi turnamen ini karena mempertandingkan nomor usia dini hingga U-21. Hal ini sejalan dengan program KONI, yaitu agar cabang olahraga memiliki tim pelapis untuk Porprov 2027, 2029, dan 2031.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut mengapresiasi pelaksanaan turnamen ini. Turnamen seperti ini, lanjut dia, menjadi wadah untuk berkompetisi serta mengukur dan mengetahui kekuatan lawan.
Apalagi, Wali Kota mendengar bahwa PTMSI Kota Malang saat Porprov lalu belum mendapat medali. Karena itu, kehadirannya di turnamen ini juga untuk memberi semangat kepada para peserta agar bisa berprestasi di tingkat Porprov Jatim, nasional, bahkan dunia.
Wali Kota Wahyu juga optimistis bahwa dari Kota Malang bakal lahir atlet-atlet tenis meja yang andal. Ungkapan Wahyu itu didasari oleh penampilan seorang bocah berusia TK bernama Kenta, yang bertanding melawan peserta usia SD. Ternyata penampilan Kenta sangat bagus, bahkan berhasil menjadi juara di nomor usia dini.
Atas prestasinya itu, Kenta tidak hanya membawa pulang trofi, piagam, dan hadiah uang, tetapi juga mendapat jaminan dari Wali Kota untuk bisa masuk ke Sekolah Dasar (SD) Negeri sesuai pilihannya.
Apresiasi senada terkait kejuaraan ini disampaikan oleh Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi. Menurutnya, turnamen ini membawa angin segar bagi perkembangan pembinaan atlet tenis meja Kota Malang. Sebab selama ini, Kota Malang belum bisa berbicara maksimal untuk cabor tenis meja.
“Tetapi, dengan adanya turnamen ini diharapkan nanti muncul bibit-bibit atlet yang berpotensi,” ujar Baihaqi. (Eka Nurcahyo).




