Dialog Strategis bertajuk “Membangun Riset dan Inovasi Berdampak bagi Indonesia. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Dewan Profesor Universitas Brawijaya (UB) menggelar Dialog Strategis bertajuk “Membangun Riset dan Inovasi Berdampak bagi Indonesia” di Auditorium Gedung Pandhita Majapahit UB.
Kegiatan ini menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc.
Dialog strategis ini secara khusus membahas arah kebijakan riset nasional serta penguatan kolaborasi antara BRIN dan perguruan tinggi guna mempercepat hilirisasi hasil riset.
Dalam pemaparannya, Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi merupakan mitra strategis utama dalam memperkuat ekosistem riset nasional. Ia menilai Universitas Brawijaya memiliki segudang potensi riset dan invensi yang perlu terus didukung agar mampu menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kita akan menggandeng perguruan tinggi dalam rangka memperkuat pusat kolaborasi riset. Kehadiran saya di UB adalah untuk bersinergi, karena saya yakin UB memiliki banyak sekali ide riset, invensi, dan temuan yang perlu diperkuat,”
“Indonesia hanya akan bisa maju kalau kita punya kekuatan teknologi dan inovasi yang andal, dan untuk itu butuh riset yang kuat. Perguruan tinggi adalah aset yang harus benar-benar diberdayakan,” ujar Arif Satria.
Lebih lanjut, Arif Satria menjelaskan bahwa BRIN telah menyiapkan program Rumah Inovasi Daerah di Jawa Timur, yang nantinya akan diperkuat bersama dengan Universitas Brawijaya. Program ini dirancang untuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian kampus agar dapat segera diadopsi oleh pelaku UMKM maupun sektor industri.
“Inovasi UB banyak sekali yang bisa dimanfaatkan untuk UMKM di Jawa Timur. Target yang harus kita capai adalah semakin banyak hasil riset dan invensi yang bertransformasi menjadi inovasi. Artinya, temuan hasil riset tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri. Itu yang kami prioritaskan,” tambahnya.
Merespons komitmen tersebut, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menyambut baik langkah penguatan kolaborasi ini. Sebagai bentuk keseriusan, UB berencana membuka BRIN Corner dan menginisiasi pembentukan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) di lingkungan kampus. Langkah ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mempercepat hilirisasi hasil riset yang dihasilkan oleh sivitas akademika UB.
“Pertemuan hari ini sangat bagus untuk mendorong kerja sama yang lebih kuat antara UB dengan BRIN. Di antaranya, kami akan membuka BRIN Corner di Universitas Brawijaya dan menginisiasi pembuatan PKR agar riset-riset dari UB nantinya bisa terhilirisasi dengan baik,” ungkap Prof. Widodo.
Melalui sinergi yang semakin erat ini, BRIN dan Universitas Brawijaya berkomitmen untuk memastikan hasil-hasil riset akademis tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, dunia usaha, serta mendukung pembangunan nasional. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




