MALANG POST – Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2024 berhasil menciptakan Galorfeed, pakan alami ayam petelur berbahan dasar bawang putih dan daun kelor.
Inovasi ini hadir sebagai solusi strategis untuk menekan penggunaan obat kimia di peternakan yang selama ini memicu residu berbahaya dan menurunkan kualitas hasil panen unggas.
Perwakilan tim, Naufal Atthoriq, menjelaskan bahwa penciptaan pakan alami ini berawal dari keprihatinannya melihat tingginya ketergantungan peternak pada obat kimia demi memacu produksi harian. Padahal, penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang sangat berdampak buruk pada kualitas telur yang dihasilkan dan kurang sehat untuk konsumsi manusia.
“Masalah krusial yang sering kami temui di berbagai peternakan adalah masifnya penggunaan obat kimia yang justru berimbas pada kualitas telur kurang baik, seperti kuningnya yang terlalu pucat serta cangkang yang sangat mudah rapuh,” ungkapnya pada 3 Juli lalu kepada Humas UMM.
Lebih lanjut, Naufal menguraikan bahwa formulasi mash (racikan halus) Galorfeed memadukan allicin dari bawang putih sebagai antibiotik alami penambah nafsu makan, serta daun kelor sebagai sumber protein dan antioksidan. Formulasi khusus yang dirancang untuk kebutuhan ayam petelur ini terbukti sukses meningkatkan kualitas ternak secara signifikan dalam waktu yang relatif singkat.
“Melalui uji coba intensif pada sepuluh ekor ayam selama sepuluh hari, ayam yang mengonsumsi Galorfeed terbukti menghasilkan kuning telur yang jauh lebih pekat, cangkang telur yang lebih keras, dan terhindar dari paparan penyakit dibandingkan sepuluh ekor ayam lain yang tidak menggunakan pakan kami,” urainya.
Saat ini, Galorfeed telah sukses diterapkan pada peternakan skala rumahan di kawasan Jombang dan siap dipasarkan dengan harga kompetitif Rp8.000 per kilogram. Keberhasilan ini membuat Naufal dan tujuh rekan timnya bertekad membawa produk ini menuju komersialisasi massal, sekaligus mendorong mahasiswa lain untuk berani berinovasi.

“Ekosistem pembelajaran Kampus Putih UMM sangat seru dan suportif untuk berkarya. Pesan saya kepada seluruh mahasiswa lainnya adalah jangan pernah takut gagal, karena kegagalan itu sendiri adalah langkah awal menuju sebuah keberhasilan yang nyata,” tegasnya.
Inovasi yang lahir dari mata kuliah Pakan dan Teknologi Pakan ini pun mendapat respons positif dari kalangan akademisi. Dosen pengampu mata kuliah sekaligus pendamping, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh mahasiswanya. Ia menilai bahwa produk ini tidak hanya mampu menekan biaya produksi, tetapi juga membuktikan kualitas riset mahasiswa yang aplikatif untuk menyelesaikan masalah di lapangan.
“Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas inisiatif para mahasiswa. Galorfeed menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa UMM mampu menerjemahkan teori di kelas menjadi produk solutif yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi para peternak ayam petelur,” puji Indah.
Inovasi Galorfeed ini menegaskan komitmen Kampus Putih dalam melahirkan generasi unggul yang peka terhadap masalah sosial dan lingkungan. Ke depannya, inovasi pakan organik ini diharapkan dapat segera diproduksi secara massal untuk mendongkrak keuntungan para pelaku UMKM peternakan, sekaligus mewujudkan ketahanan pangan nasional yang lebih sehat, aman, dan berdaya saing tinggi. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




