KE MALAYSIA: Dalberto selepas menandatangani kontrak bersama DPMM FC Malaysia. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Mantan penyerang subur Arema FC, Dalberto Luan Belo (31), secara resmi mengakhiri spekulasi masa depannya, dengan menandatangani kontrak profesional bersama klub asal Brunei Darussalam, Duli Pengiran Muda Mahkota (DPMM) FC, untuk mengarungi Liga Super Malaysia 2026/2027. Langkah kepindahan striker asal Brasil ini, sekaligus melengkapi rekap eksodus massal di kubu Singo Edan, setelah manajemen Arema FC resmi melakukan cuci gudang dengan melepas 16 pemain atau setara 45,7 persen, dari total kekuatan skuad musim lalu.
Jagat bursa transfer sepak bola itu selalu dinamis. Penuh kejutan. Kadang sebuah kesepakatan bisa mendadak mentah hanya karena ada klub lain yang berani menyodorkan angka lebih tinggi di menit-menit akhir. Uang bicara. Pengalaman berbicara.
Drama perburuan tanda tangan itulah yang baru saja menyelimuti Dalberto Luan Belo.
Selepas berpisah dengan Arema FC, striker tajam asal Brasil itu menjadi komoditas panas. Sempat ramai dikabarkan bakal berlabuh ke Bhayangkara Presisi FC. Proses negosiasi bahkan sempat macet karena kubu Bhayangkara melemparkan tawaran nilai kontrak yang menggiurkan. Dalberto sempat goyah.
Namun, klub raksasa Brunei Darussalam yang berkompetisi di Liga Super Malaysia, DPMM FC, tidak mau kehilangan buruan utama. Mereka menaikkan angka penawaran. Dalberto dan agennya luluh. Kontrak resmi diteken.
Bagi DPMM FC, modal 34 gol yang dilesakkan Dalberto di panggung Liga 1 Indonesia selama periode 2024–2026 adalah jaminan mutu. “DPMM FC resmi menandatangani kontrak dengan mantan pemain Arema FC, Dalberto Luan. Dia telah mencetak 34 gol selama musim 2024–2026 di Liga 1 Indonesia,” tulis pernyataan resmi klub.
Hijrahnya Dalberto ke luar negeri sekaligus menjadi bagian dari cerita perombakan total di internal Singo Edan. Besar-besaran. Radikal.

Data rekapitulasi pemain keluar hingga pembaruan 2 Juli 2026 menunjukkan manajemen Arema sedang melakukan bersih-bersih gudang skuad lama. Tidak tanggung-tanggung, 16 pemain resmi dilepas. Angka itu setara dengan 45,7 persen dari total 35 penggawa musim lalu. Hampir separuh kekuatan tim musim lalu dipangkas habis.
Gelombang eksodus ini dibuka pertama kali oleh penjaga gawang asal Brasil, Lucas Frigeri. Dialah yang membuka pintu keluar sebelum diikuti barisan pemain lainnya. Evaluasi dilakukan menyeluruh, mencakup semua lini.
Jika dibedah, gerbong lokal mendominasi daftar angkat kaki ini. Ada 11 nama lokal yang diputus kerja samanya, atau menyumbang 68,7 persen dari total pemain yang dibuang. Sementara di sektor legiun impor, manajemen mencoret lima pemain asing. Penyerang Luiz Gustavo menjadi nama terakhir yang masuk dalam daftar coret tengah pekan ini.
Manajemen Arema tampaknya sadar betul: jika ingin terbang lebih tinggi di musim 2026/2027, mereka butuh fondasi dan kesegaran baru yang lebih kompetitif. Perubahan drastis ini adalah harga mati yang harus dibayar.
Bursa transfer belum sepenuhnya digembok. Angka 16 pemain keluar ini masih sangat berpotensi bertambah panjang seiring evaluasi taktis tim pelatih yang terus berjalan.
Perang harga di pasar Asia Tenggara sudah dimenangkan DPMM FC, separuh kekuatan lama Arema sudah dibongkar, dan daftar keluar sudah dirilis. Sekarang tinggal manajemen Arema FC ditantang: dengan mencoret 16 pemain sekaligus, sanggupkah barisan pemain baru yang didatangkan nanti menutup lubang besar yang ditinggalkan Dalberto dkk? Kita lihat pembuktiannya di pekan pertama liga. (Ra Indrata)
Daftar 16 Pemain Resmi Keluar dari Arema FC
- Lucas Frigeri (Brasil)
- Rifad Marasabessy
- Valdeci Moreira (Brasil)
- Iksan Lestaluhu
- Agusti Ardiansyah
- Aswin
- Andrian Casvari
- Anwar Rifa’i
- Shulton Fajar
- Bayu Aji
- Achmad Figo
- Dedik Setiawan
- Dalberto Luan Belo (Brasil)
- Pablo Oliveira (Brasil)
- Samuel Balinsa
- Luiz Gustavo (Brasil)




