PERDANA: Robi Darwis saat mengikuti latihan pertama kali, setelah resmi berseragam Arema FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Gelandang serbabisa asal Cianjur, Robi Darwis (22), secara terbuka membeberkan kisah di balik keputusan besarnya hijrah ke Arema FC, setelah resmi berpisah dengan Persib Bandung, dalam sesi wawancara eksklusif bersama Arema FC di Malang. Pemain muda berlabel Timnas yang diikat kontrak selama dua musim ini menegaskan kesiapannya, membawa mentalitas juara dan aura positif ke dalam skuad Singo Edan, sekaligus mengemas misi pribadi menjelang hari pernikahannya pada Januari mendatang.
Berpindah klub di usia muda itu selalu menghadirkan cerita yang menarik. Ada romantisme profesionalisme, ada pencarian menit bermain, dan kadang, ada faktor jodoh yang tidak disangka-sangka.
Bagi Robi Darwis, keputusannya merapat ke Bumi Arema adalah kombinasi dari semua itu. Plus, urusan keseriusan manajemen.
Ceritanya bermula di pengujung musim lalu. Kontraknya bersama Persib Bandung memasuki detik-detik akhir. Robi sebenarnya menunggu respons dari manajemen Maung Bandung. Digantung tanpa kepastian. Di saat gamang itulah, manajemen Arema FC datang mengetuk pintu. Menyodorkan proposal dengan komitmen tinggi.
Robi melihat keseriusan itu. Dia tahu Arema adalah klub besar. Punya sejarah panjang yang mentereng. Fanatisme suporternya tidak kalah bergelora dengan atmosfer di Bandung. Robi menyukai tantangan, bahkan tekanan.
Proses negosiasi berjalan sangat lancar. Tanpa lika-liku yang melelahkan. Targetnya di Malang benderang: berburu menit bermain reguler dan mengangkat performa tim. “Alhamdulillah negosiasinya berjalan lancar. Saya dikontrak dua musim,” ujar pemuda berusia 22 tahun asal Cianjur ini, dalam wawancara yang disiarkan lewat akun YouTube AremaFC.
Robi datang ke Malang bukan dengan tangan kosong. Dia membawa modal berharga: mentalitas juara dari klub sebelumnya dan pengalaman mengenakan jersi Merah Putih di Tim Nasional.
Atmosfer Timnas, kata Robi, memberikan suntikan kedewasaan bertanding yang berbeda. Tekanannya ganda karena membawa nama baik negara. Jiwa petarung dan mentalitas baja itulah yang ingin dia tularkan ke dalam ruang ganti Singo Edan agar tim selalu siap bertempur habis-habisan di setiap laga.
Soal urusan teknis di lapangan, Robi menolak untuk rewel. Dia dikenal sebagai pemain serbabisa. Karakter fleksibelnya membuat pelatih kepala memiliki banyak opsi taktis. Mau ditaruh sebagai benteng di lini belakang atau dinamo penggerak di sektor tengah, Robi siap pasang badan.
“Saya tidak mempermasalahkan posisi itu. Ketika diberi kepercayaan oleh pelatih, insyaallah saya akan memaksimalkan dan membayar kepercayaan itu,” tegasnya.
Ada satu hal menarik yang melekat pada punggungnya musim depan. Angka 21 dipilih sebagai identitas barunya. Usut punya usut, angka tersebut merupakan buah diskusi romantis bersama calon istrinya. Robi selangkah lagi akan melepas masa lajangnya.
Angka 21 memuat banyak makna personal. Itu adalah hari ulang tahun sang kekasih, sekaligus kombinasi unik dari tanggal pernikahan mereka: tanggal 2 bulan 1 (Januari). Menariknya, Robi langsung mencocokkan logika angka tersebut dengan budaya lokal setempat. “Nanti Januari saya nikah. Jadi dibalik kan, di Malang kan dibolak-balik,” selorohnya sembari tertawa.
Proses adaptasi budayanya di Kota Malang pun berjalan cair. Soal kuliner, lidahnya sudah lama bersahabat renyah dengan Bakso Malang sejak musim lalu.
Namun, Robi mengaku sempat dibuat kebingungan dengan dialek khas lokal: bahasa walikan (terbalik). Di awal kedatangannya, dahinya sempat berkerut mendengar kata “Sam” (Mas) atau “Ibor” (Robi). Aneh di telinga jawara asal Sunda ini. Setelah bertanya kepada para senior di tim, dia baru paham bahwa membalik kosakata adalah seni berkomunikasi kaum urban di Malang.
Menghadapi tekanan tinggi di dalam maupun di luar lapangan—termasuk pertanyaan usil kapan nikah—Robi memilih santai. Baginya, semua beban tergantung dari sudut pandang pikiran masing-masing. Selama otak tetap dirawat berpikir positif, semua hambatan akan terlewati dengan aman.
Di akhir obrolan, Robi menyelipkan pesan hangat menggunakan bahasa ibundanya bagi seluruh Aremania. “Tong hilap dukung abdi terus di setiap permainan. Dukung terus saya di setiap pertandingan. Salam satu jiwa, Arema!” pungkasnya penuh semangat.
Lembar kontrak dua musim sudah digenggam, nomor punggung penuh makna sudah dikunci, dan mentalitas Timnas siap ditumpahkan. Sekarang tinggal pembuktian dari Robi Darwis ditantang: sanggupkah aura positifmu mengembalikan kejayaan trofi juara ke Bumi Arema musim depan? Kita tunggu aksinya. (Ra Indrata)




