MALANG POST – Pemerintah Kota Batu memanfaatkan Indonesia City Expo (ICE) 2026 yang menjadi bagian dari Rakernas APEKSI XVIII di Kota Medan sebagai ajang memperkenalkan potensi daerah sekaligus menyerap berbagai inovasi pelayanan publik. Wali Kota Batu Nurochman bersama jajaran perangkat daerah mengikuti rangkaian kegiatan sejak pameran produk unggulan, kunjungan pembelajaran, hingga aksi penanaman pohon sebagai simbol komitmen pembangunan berkelanjutan.
Sebuah pameran bisa menjadi etalase. Bisa pula menjadi ruang belajar. Itulah yang dilakukan Pemerintah Kota Batu di Indonesia City Expo (ICE) 2026. Datang bukan hanya untuk mempromosikan daerah, tetapi juga pulang membawa ide-ide baru bagi pembangunan kota.
Agenda yang menjadi bagian dari Rakernas APEKSI XVIII di Kota Medan itu dimanfaatkan untuk memperluas promosi, menjajaki peluang kerja sama antarkota, mempelajari inovasi pelayanan publik, hingga memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Wali Kota Batu Nurochman bersama Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiah Nurochman, didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, meninjau stan Pemerintah Kota Batu di Ballroom Hotel Santika Premiere Dyandra.
Stan tersebut menampilkan beragam produk unggulan, mulai apel, jeruk keprok 55, aneka olahan buah, batik, kerajinan, hingga paket wisata andalan. Berbagai produk itu menarik perhatian pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat potensi ekonomi dan pariwisata Kota Batu.

PRODUK UNGGULAN: Wali Kota Batu, Nurochman bersama Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiah Nurochman saat menunjukan produk unggulan Kota Batu di ajang ICE 2026 di Kota Medan. (Foto: Istimewa)
Nurochman menilai Indonesia City Expo menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat maupun pemerintah kota dari seluruh Indonesia.
“Indonesia City Expo menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkenalkan potensi Kota Batu kepada masyarakat maupun pemerintah daerah dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, promosi lintas daerah memiliki peran penting dalam membuka peluang investasi, memperluas pasar bagi pelaku UMKM, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
Sebagai bagian dari promosi produk lokal, Nurochman bersama Ketua TP PKK Kota Batu juga menyerahkan cendera mata berupa produk unggulan kepada para Ketua TP PKK dari berbagai kota sebagai simbol penguatan hubungan antardaerah.
Selain mengikuti expo, Pemkot Batu memanfaatkan Rakernas APEKSI untuk mempelajari berbagai praktik baik yang diterapkan Kota Medan. Rombongan mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP), Galeri Dekranasda, serta meninjau layanan Bus Rapid Transit (BRT).
Kunjungan ke MPP dimanfaatkan untuk melihat sistem pelayanan publik yang terintegrasi, termasuk berbagai inovasi yang mampu memangkas birokrasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Di Galeri Dekranasda, rombongan mempelajari pengembangan produk UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus bertukar pengalaman mengenai strategi pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Sementara itu, saat menjajal layanan BRT Medan, Pemkot Batu memperoleh gambaran mengenai pengelolaan transportasi publik modern yang terintegrasi dengan penataan kawasan perkotaan.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat jejaring antarpemerintah kota sekaligus memperkaya referensi dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat sektor UMKM, dan mempercepat pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pada hari ketiga Rakernas, Kamis (2/7/2026), Nurochman juga mengikuti penanaman pohon di Taman Cadika bersama para kepala daerah peserta APEKSI. Kegiatan diawali dengan senam bersama, dilanjutkan peresmian Tugu Wali Kota sebagai simbol kebersamaan.
Didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dan sejumlah kepala bagian, Nurochman menanam pohon rambutan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
“Penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi simbol kepedulian bersama terhadap kualitas lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




