MALANG POST – Manajemen Arema FC resmi meluncurkan turnamen kelompok umur bertajuk “Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026” di Malang, Jumat (26/6/2026). Gelaran akbar yang digawangi oleh Arema FC Academy bersama Project Event Officer Deni Herlambang ini, sengaja diintegrasikan dengan momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) klub yang ke-39 pada bulan Agustus mendatang, guna membangun fondasi jangka panjang dan menjaring bibit pesepak bola andal dari jajaran SSB se-Malang Raya dan nasional.
Merayakan hari ulang tahun klub sepak bola besar itu jalurnya banyak. Ada yang memilih menggelar konvoi knalpot brong di jalanan. Ada yang memilih pesta pora seremoni yang kaku di hotel mewah.
Tapi untuk menyambut hari jadi yang ke-39, Arema FC mengambil langkah yang berbeda. Lebih substansial. Mereka memilih berbalik arah menuju akar rumput: pembinaan usia muda.
Bagi Singo Edan, usia 39 tahun adalah usia matang. Maka, kado terbaik untuk masa depan klub bukan lagi piala instan, melainkan membangun fondasi yang kokoh.
Langkah konkret itu diwujudkan lewat pengumuman resmi gelaran turnamen kelompok umur. Namanya mentereng: “Festival Sepakbola Arema FC Grassroot 2026”.
Public Relation and Marcom Arema FC, Munif B. Wakid, menegaskan bahwa festival ini sengaja dikawinkan dengan momentum ulang tahun klub. Tujuannya jelas: menegaskan kembali bahwa Arema tidak pernah lupa pada khitah pembinaan pemain muda Indonesia.
“Ulang tahun ke-39 ini momentum bagi Arema FC untuk kembali ke akar pembinaan,” ujar Munif. Lewat panggung kompetitif yang edukatif ini, manajemen ingin memantau langsung talenta-talenta cilik yang kelak bakal mewarisi kejayaan Singo Edan.

Karena ini hajat besar, Munif juga membuka pintu lebar-lebar bagi dunia usaha untuk masuk menjadi mitra sponsor. Akses promosi dibuka luas demi menyukseskan gerakan peduli sepak bola usia dini ini.
Sinergi taktis ini diamini oleh Deni Herlambang, Project Event Officer Arema FC Grassroot 2026.
Bagi Deni, turnamen ini adalah cetak biru jangka panjang. Arema FC Academy tidak boleh lagi sekadar papan nama. Tempat itu harus menjelma menjadi pabrikan raksasa yang memproduksi pemain-pemain andal. Caranya? Dengan berkolaborasi erat merangkul seluruh SSB dan akademi se-Malang Raya hingga nasional.
Catat jadwalnya. Festival berburu pemain berbakat ini akan digulirkan sepanjang bulan Agustus 2026. Lokasi pertempurannya di lapangan ARG Soccerfield, Malang.
Panitia membagi kompetisi menjadi tiga kategori usia (KU) dengan pembatasan kuota yang sangat ketat demi menjaga kualitas pertandingan:
Pertama, Kelompok Umur 10 Tahun (KU-10) untuk anak kelahiran 2016–2017. Jadwal tandingnya 15–16 Agustus 2026. Kuotanya hanya untuk 40 tim.
Kedua, Kelompok Umur 12 Tahun (KU-12) untuk kelahiran 2014–2015. Kick-off digebet pada 22–23 Agustus 2026. Kuotanya sama: dibatasi 40 tim.
Ketiga, Kelompok Umur 14 Tahun (KU-14) untuk kelahiran 2012–2013. Waktu laganya 27–29 Agustus 2026. Sektor ini paling elite, kuotanya sangat hemat, hanya untuk 16 tim peserta.
Berapa biaya investasinya? Nilainya terhitung rasional untuk turnamen berstandar akademi liga. Bagi tim di kategori KU-10 dan KU-12 dikenakan biaya registrasi Rp1.000.000 per tim. Sedangkan untuk kategori paling senior, KU-14, investasinya sebesar Rp1.250.000 per tim.
Manajemen mengimbau seluruh pengelola SSB untuk tidak melewatkan momentum emas ini. Pendaftaran dibikin praktis digital. Tinggal memindai kode QR pada poster resmi, atau meluncur ke akun Instagram @aremafootballacademy_official dan @aremafestival.
Jika ada pengurus SSB yang masih bingung soal urusan teknis, panitia sudah menyediakan nomor kontak darurat yang bisa dihubungi: Izza di nomor 0851-0044-0270 atau Sasa di nomor 0877-8336-9820.
Panggung karpet merah untuk calon bintang masa depan sudah digelar. Sekarang tinggal para pelatih SSB beradu taktik di lapangan hijau ARG. Siapa tahu, dari turnamen ini lahir titisan legenda Singo Edan berikutnya. (Ra Indrata)




