MALANG POST- Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) kembali mengharumkan nama universitas di kancah global.
Delegasi FISIP UB berhasil meraih Bronze Medal pada subtema Education dalam ajang 5th International Youth Summit yang diselenggarakan pada 30-31 Mei 2026 di Aston Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia.
Rachel Laurent dan David Luwis Tarigan dari Program Studi Ilmu Politik serta Bintang Corvi Diphda dari Program Studi Hubungan Internasional menjadi delegasi yang mewakili FISIP di panggung ini.
Ketiganya berhasil memperoleh penghargaan melalui karya inovatif berjudul “SANGIANG AI: Leveraging Medium for Knowledge Transfer and Local Wisdom Based Mental Health Education”.
Rachel Laurent mengungkapkan SANGIANG AI merupakan gagasan pengembangan platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mengintegrasikan teknologi digital, pendidikan kesehatan mental dan nilai-nilai kearifan lokal suku Dayak.
“Inovasi ini dirancang sebagai pendekatan non-klinis dan preventif untuk meningkatkan literasi kesehatan mental, khususnya bagi generasi muda serta komunitas yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental formal,” ucapnya, Kamis (18/6/2026).
Melalui platform tersebut, pengguna dapat memperoleh edukasi kesehatan mental yang reflektif, mudah diakses, dan berakar pada budaya lokal.
SANGIANG AI mengedepankan transfer pengetahuan, pengurangan stigma, serta penguatan dukungan komunitas melalui pendekatan yang lebih dekat dengan identitas budaya masyarakat.
Rachel menjelaskan SANGIANG AI dilengkapi dengan berbagai fitur seperti refleksi berbasis AI, mood tracker, guided journaling, modul literasi budaya, forum dukungan komunitas hingga navigasi menuju layanan profesional.
Berbagai fitur tersebut dirancang untuk membantu pengguna mengenali kondisi emosionalnya, meningkatkan kesadaran diri, serta memperoleh edukasi kesehatan mental secara personal, aman, dan kontekstual.
Ajang 5th International Youth Summit sendiri merupakan forum internasional yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan ide, inovasi, serta solusi terhadap berbagai tantangan global.
Melalui karya SANGIANG AI, tim dari FISIP UB menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital dapat berjalan selaras dengan pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi dengan menunjukkan nilai inklusif, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang beragam. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




