MALANG – Sebuah kecelakaan maut yang melibatkan mobil boks dan sepeda motor secara tragis merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga bernama Lucy di Jalan Raya Baturejo, Dusun Banu, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026) siang sekitar pukul 14.10 WIB. Insiden fatal yang ditangani oleh Unit Laka Satlantas Polres Batu dan Polsek Ngantang ini terjadi setelah pengemudi mobil boks diduga kehilangan kendali akibat kurang menguasai kendaraan, sehingga oleng masuk ke jalur lawan dan menghantam motor korban yang saat itu sedang membonceng anaknya.
Jalan raya itu kadang begitu kejam. Siang itu cuaca mungkin biasa saja. Tidak ada firasat apa pun. Seorang ibu, bernama Lucy, sedang mengendarai sepeda motornya dengan tenang. Dia sedang membonceng belahan jiwanya: sang anak. Melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Raya Baturejo, Ngantang.
Tujuannya pasti mulia. Urusan rumah tangga. Menemani anak.
Namun, dari arah berlawanan—dari utara menuju selatan—sebuah mobil boks melaju kencang. Persis saat tiba di Dusun Banu, petaka itu datang tanpa permisi. Pengemudi mobil boks mendadak kehilangan kendali atas setirnya. Diduga kuat, dia kurang menguasai laju kendaraan besi yang berbobot berat tersebut.
Akibatnya fatal. Mobil boks itu oleng. Olengnya tidak tanggung-tanggung: memakan jalan orang lain, menerobos masuk ke jalur lawan.

TABRAKAN: Sebuah mobil boks diduga hilang kendali di Ngantang, Kabupaten Malang, menabrak seorang pemotor hingga meninggal di TKP. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Jarak sudah terlalu dekat. Rem sekeras apa pun tidak akan mampu menghapus takdir buruk. Tabrakan hebat murni adu banteng tidak bisa dihindarkan lagi. Braaakkk!
Benturan keras itu membuat tubuh Lucy terpental bebas ke aspal. Mengalami luka yang sangat parah. Fatal. Nyawanya langsung lepas di lokasi kejadian, bahkan sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit. Lucy meninggal dunia di tempat.
Beruntung, malaikat pelindung masih menjaga sang anak. Nyawanya tertolong. Bocah malang itu berhasil selamat dari maut, meski tubuhnya harus menderita sejumlah luka akibat hempasan benturan. Warga dan petugas yang datang ke lokasi bergerak cepat mengevakuasi sang anak ke Balai Pengobatan Kusuma Husada guna mendapatkan pertolongan medis darurat.
Kamis, 18 Juni 2026 sore ini, markas polisi bergerak kontan. Kasat Lantas Polres Batu, AKP Matheus Jaka Iswantara, membenarkan terjadinya tragedi kelam di wilayah hukumnya tersebut.
“Benar, ada satu orang yang meninggal dunia dan itu pengendara sepeda motor,” ujar AKP Matheus Jaka.
Tim Unit Laka Satlantas Polres Batu langsung mengepung TKP. Melakukan olah tempat kejadian secara presisi, mengamankan barang bukti kendaraan yang ringsek, serta mengumpulkan keterangan dari saksi mata yang gemetar melihat kejadian.
Penjelasan lebih rinci datang dari Kapolsek Ngantang, AKP Eka Yuliandari Aska. Dia membeberkan jam terjadinya peristiwa, yaitu persis pukul 14.10 WIB. “Karena pengemudi diduga kurang menguasai kendaraan, akhirnya terjadi benturan yang tidak bisa dihindarkan,” jelas AKP Aska.
Kini, pengemudi mobil boks harus bersiap menghadapi pertanggungjawaban hukum yang berat. Polisi masih terus mendalami setiap detail fakta di lapangan, memeriksa kelaikan jalan kendaraan boks tersebut, dan mengunci berkas perkara.
Tragedi di Ngantang siang ini kembali menitipkan pesan mahal dan berdarah bagi kita semua: bahwa satu detik saja kita teledor dan kehilangan kendali di balik kemudi, nyawa orang tak berdosa di jalur lawan yang harus menjadi taruhannya. Selamat jalan, Ibu Lucy. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




