MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan capaian membanggakan melalui startup binaannya, CV Rizz Smart Energy, yang berhasil memperoleh dan merealisasikan proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Hybrid 75 Watt senilai hampir Rp 1 miliar pada tahun 2025.
Proyek tersebut mencakup pemasangan 34 unit PJU Hybrid di berbagai wilayah Indonesia dan menjadi bukti nyata bahwa inovasi hasil riset perguruan tinggi mampu menembus pasar industri serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Keberhasilan ini mempertegas peran UM dalam mendorong hilirisasi riset dan inovasi melalui ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.
Tidak hanya menghasilkan karya akademik, inovasi yang dikembangkan juga mampu menciptakan nilai ekonomi, membuka peluang usaha, serta memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
PJU Hybrid yang dikembangkan CV Rizz Smart Energy merupakan teknologi penerangan berbasis energi terbarukan yang mengombinasikan panel surya dengan sistem penyimpanan energi.
Teknologi tersebut dirancang untuk menghadirkan sumber penerangan yang lebih andal, hemat energi, dan ramah lingkungan, terutama di kawasan yang membutuhkan pasokan listrik berkelanjutan.
Dari total 34 unit yang dipasang, sebanyak 10 unit ditempatkan di kawasan Pelabuhan Lapuko untuk PT Kasih Vandarindo Banjarindo. Selanjutnya, delapan unit dipasang di Pelabuhan Dobo, Maluku, untuk PT Abadi Prima Konindo.

Adapun 16 unit lainnya dipasang di wilayah Jinato guna mendukung kebutuhan penerangan kawasan pelabuhan dan fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Lebih dari sekadar proyek bisnis, implementasi PJU Hybrid memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran penerangan yang memadai di kawasan pelabuhan dan fasilitas umum dapat meningkatkan keselamatan pengguna.
Mendukung aktivitas ekonomi pada malam hari, serta memperkuat konektivitas dan produktivitas wilayah. Di sisi lain, pemanfaatan energi surya juga membantu menekan biaya operasional dan mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.
Pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan transformasi hasil penelitian kampus menjadi produk yang memiliki nilai komersial tinggi.
Melalui program inkubasi bisnis, penguatan model usaha, serta dukungan jejaring kemitraan industri yang difasilitasi UM, CV Rizz Smart Energy mampu berkembang dari perusahaan rintisan menjadi startup teknologi yang dipercaya berbagai mitra industri di tingkat nasional.
Direktur Inovasi UM menegaskan bahwa keberhasilan startup binaan memperoleh kontrak industri bernilai besar menjadi indikator penting keberhasilan hilirisasi inovasi perguruan tinggi.
“Keberhasilan startup binaan dalam memperoleh kontrak industri bernilai besar membuktikan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, UM akan terus memperkuat program inkubasi bisnis, pengembangan startup teknologi, dan kemitraan strategis dengan dunia industri agar semakin banyak inovasi kampus yang dapat dihilirisasi dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, proyek PJU Hybrid ini berkontribusi terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs).
Program tersebut mendukung SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pemanfaatan energi bersih dan terbarukan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan inovasi dan infrastruktur berkelanjutan, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penyediaan penerangan yang aman dan efisien di ruang publik, serta SDG 13 (Climate Action) melalui upaya pengurangan emisi karbon.
Selain mendukung SDGs, capaian ini juga memperkuat Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Teknologi yang dihasilkan telah dimanfaatkan langsung oleh mitra industri sehingga mendukung IKU 5 tentang hasil kerja dosen yang digunakan masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa dalam proses pengembangan produk, produksi, hingga implementasi teknologi di lapangan juga memberikan pengalaman nyata yang sejalan dengan IKU 2.
Dengan raihan proyek senilai hampir Rp1 miliar tersebut, CV Rizz Smart Energy menjadi contoh konkret keberhasilan startup berbasis teknologi yang lahir dari ekosistem inovasi UM.
Capaian ini sekaligus membuktikan bahwa hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu menjelma menjadi solusi berdaya saing yang memberikan manfaat bagi industri, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan Indonesia. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




