Wali Kota Batu, Nurochman. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Perebutan kursi panas Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Batu, kini resmi memasuki babak akhir penentuan. Seiring bergulirnya proses pendalaman tiga kandidat terbaik oleh Wali Kota Batu, Nurochman, sejak Selasa lalu. Kepala daerah yang akrab disapa Cak Nur ini menegaskan pada Kamis (11/6/2026) bahwa sesuai jadwal tiga hari kerja, dirinya akan mengunci satu nama tunggal pada Jumat (12/6/2026) esok, untuk langsung disetor ke pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna menggantikan posisi Penjabat (Pj) Sekda.
Sesi ujian tertulis sudah lewat. Sesi wawancara yang bikin keringat dingin juga sudah beres. Kini, drama panjang Seleksi Terbuka (Selter) untuk mencari jenderal ASN di Kota Batu resmi memasuki babak yang paling menegangkan: babak penentuan.
Ibarat pertandingan sepak bola, peluit panjang panitia seleksi (Pansel) sudah ditiup. Tugas mereka menyaring kontestan sudah tuntas.
Sekarang, bola panas itu resmi berpindah studio. Bergeser ke atas meja kerja Wali Kota Batu, Nurochman.
Pansel sudah menyodorkan tiga menu nama terbaik. Tapi regulasinya kejam: hanya boleh ada satu nama yang dipilih. Satu nama tunggal itulah yang nantinya akan dikirim ke Jakarta untuk mengantongi restu dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dua nama lainnya? Harus ikhlas tersingkir.
Proses memelototi dan mendalami rekam jejak tiga kandidat ini ternyata sudah dicicil Cak Nur sejak Selasa, 9 Juni lalu. Sesuai arloji jadwal, tahapan meditasi birokrasi ini dibatasi selama tiga hari kerja. Kepala daerah harus cepat memutuskan. Tidak boleh digantung lama-lama.
“Kalau tiga hari kerja, setidaknya pada Jumat sudah bisa diberikan satu nama Sekda definitif,” ujar Nurochman, Kamis (11/6/2026).
Artinya apa? Jumat besok adalah hari keramat bagi birokrasi Kota Batu.
Mari kita intip siapa saja tiga pendekar birokrasi yang sukses merangsek sampai ke babak final ini. Namanya mentereng semua. Penguasa dinas-dinas basah di Kota Batu:
- Alfi Nurhidayat: Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.
- Arief As Siddiq: Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).
- M Nur Adhim: Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Ketiganya adalah hasil perasan dari saringan ketat yang dilakukan tim pansel. Nama mereka bertiga tertuang resmi dalam lembar Pengumuman Panitia Seleksi Nomor 800/016/PANSEL/35.79.502/2026. Dokumen penting itu diteken langsung oleh Ketua Pansel, Indah Wahyuni, pada 5 Juni kemarin.
Uniknya, di dalam surat pengumuman itu, pansel sengaja memakai strategi aman. Mereka hanya mendaftar tiga nama tersebut berdasarkan urutan abjad alias alfabet. Mulai dari huruf A sampai M. Tidak ada embel-embel nilai angka, tidak ada pula daftar peringkat satu, dua, atau tiga.
Strategi itu bagus. Pansel ingin menjaga psikologis para calon. Sekaligus memberikan ruang penilaian yang bersih dan merdeka bagi wali kota untuk memilih tanpa terbebani siapa yang nilainya paling tinggi di atas kertas.
Bagi Cak Nur, tiga orang yang tersisa di dalam ruangan final ini adalah jajaran aparatur sipil negara (ASN) terbaik yang pernah dilahirkan Kota Batu. Tidak ada yang jelek. Semuanya punya kompetensi yang matang, kenyang pengalaman mengurus birokrasi, dan punya rekam jejak integritas yang kokoh di lapangan.
“Tiga nama yang diumumkan oleh pansel merupakan putra-putra terbaik yang memiliki rekam jejak, kompetensi, dan integritas tinggi untuk mengabdi di Kota Batu,” puji Cak Nur.
Namun, puji-pujian harus disudahi. Keputusan politik eksekutif harus diambil.
Tugas pansel memang sudah selesai begitu tiga nama itu mendarat di tangan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK)—dalam hal ini wali kota sendiri. Hak prerogatif kini mutlak milik Cak Nur.
Mengapa posisi Sekda ini begitu seksi dan menyedot perhatian banyak mata di Balai Kota Among Tani?
Sebab, Sekda adalah kasta tertinggi di dunia PNS daerah. Dia adalah panglimanya para pegawai negeri. Perannya sentral luar biasa: menjadi dirigen yang mengatur ritme kerja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Sekda juga merupakan jembatan utama yang menghubungkan mimpi atau visi politik bupati/wali kota agar bisa diterjemahkan menjadi program riil di lapangan oleh para kepala dinas.
Maka, mencari Sekda itu bukan cuma mencari orang yang pintar hafal undang-undang. Tapi mencari sosok yang lincah, adaptif, punya komunikasi politik yang luwes, dan bisa mengomando pasukan ASN agar bergerak cepat mengikuti ritme wali kota.
Jika tidak ada aral melintang, hari Jumat besok garis takdir tiga kandidat ini akan ditentukan. Dua orang harus berlapang dada kembali fokus mengurusi dinasnya masing-masing. Sementara satu nama pilihan Cak Nur akan langsung melenggang menuju kursi empuk Sekda definitif Kota Batu.
Kita tunggu saja besok pagi, siapa putra daerah yang dipilih Cak Nur untuk menjadi tangan kanannya mengendalikan jalannya roda pemerintahan di Kota Wisata ini. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




