MALANG POST – Bupati Malang, HM. Sanusi, secara resmi melepas ribuan petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE26) dalam sebuah seremoni khidmat di Shanaya Resort, Kecamatan Karangploso, Rabu (10/6/2026) kemarin. Pendataan raksasa yang dikawal langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, ini sengaja digulirkan guna memotret dan menyusun basis data seluruh aktivitas ekonomi non-pertanian sebagai kompas utama penentu arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Membangun daerah tanpa data yang akurat itu ibarat berjalan di dalam kegelapan malam. Tanpa obor. Tanpa petunjuk jalan. Pasti meraba-raba. Dan ujung-ujungnya, kebijakan yang dikeluarkan bisa salah sasaran. Kasihan rakyatnya.
Kesadaran pentingnya sebuah angka itulah yang membuat Pemerintah Kabupaten Malang bergerak tangkas. Mereka ingin punya kompas yang jernih.
Rabu kemarin, Shanaya Resort di Karangploso mendadak ramai. Tempat wisata yang biasanya asri itu dipenuhi oleh barisan manusia beratribut khusus. Mereka adalah pasukan pencari data.
Hari itu, Bupati Malang, HM Sanusi, berdiri dengan wajah mantap. Didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, Abah Sanusi resmi melepas ribuan petugas Sensus Ekonomi 2026. Biasa disingkat SE26.
Para kepala dinas dan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) ikut hadir menonton. Mereka paham, suksesnya proyek ini akan menentukan nasib perencanaan kerja mereka ke depan.

RESMI: Bupati Sanusi secara simbolis mengalungkan tanda pengenal kepada petugas Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Bagi Sanusi, Sensus Ekonomi ini bukan sekadar agenda rutin sepuluh tahunan yang melelahkan. Ini adalah langkah strategis.
Data hasil SE26 ini yang akan menjadi pemandu arah bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan ekonomi, memetakan potensi usaha yang tersembunyi, hingga menggenjot pertumbuhan UMKM agar bisa naik kelas.
“Sensus Ekonomi ini adalah langkah strategis. Data yang akurat adalah kunci pembangunan yang tepat sasaran,” tegas Abah Sanusi saat memberikan arahan.
Maka, Sanusi menitipkan satu pesan penting. Tapi pesan ini bukan untuk petugas, melainkan untuk seluruh elemen masyarakat. Terutama bagi para pelaku usaha di Kabupaten Malang. Mulai dari pedagang kaki lima kelas mikro, pengusaha toko kelontong skala kecil, sampai pemilik pabrik raksasa skala besar.
Siasatnya: tolong terima petugas sensus dengan tangan terbuka. Sambut dengan senyuman. Dan yang paling penting: berikan data yang jujur. Apa adanya. Jangan dikurangi, jangan dilebihkan karena takut urusan pajak. Data ini dilindungi undang-undang.
Kepada para petugas yang akan berpeluh keringat mengetuk pintu dari rumah ke rumah, bupati juga menyelipkan wejangan. Jaga integritas. Tetap profesional di lapangan. Dan jangan lupa, jaga kesehatan tubuh di tengah cuaca Malang yang tidak menentu.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, tampak sangat percaya diri dengan pasukannya. Wajar saja. Ribuan petugas lapangan yang diterjunkan hari ini bukan orang sembarangan yang mendadak dicomot dari pinggir jalan.
Mereka adalah orang-orang pilihan yang sudah melewati saringan seleksi yang sangat ketat. Tidak hanya itu, mereka juga sudah digembleng melalui pelatihan intensif berhari-hari.
Tujuannya agar mereka menguasai metodologi pendataan dan mampu menjaga kualitas data agar tetap valid.
“Petugas yang kami terjunkan hari ini telah siap secara teknis maupun mental,” tegas Erny Fatma.
Erny membeberkan sasaran tembak SE26 kali ini. Fokusnya adalah memotret seluruh aktivitas urat nadi ekonomi non-pertanian. Mulai dari sektor jasa, perdagangan, industri pengolahan, hingga ekonomi kreatif digital.
Dukungan penuh dari bupati dan jajaran Pemkab diakui Erny menjadi suntikan energi yang luar biasa bagi pasukannya di lapangan.
Sistem kerjanya nanti akan berjalan secara bertahap. Para petugas tidak akan bergerak liar. Mereka dibekali dengan tanda pengenal resmi dan atribut khusus BPS.
Mereka akan mendatangi setiap bangunan rumah tangga maupun korporasi perusahaan untuk wawancara langsung seputar karakteristik usaha dan ketenagakerjaan.
Kini, mesin sensus sudah mulai dipanaskan. Pasukan pencari angka sudah menyebar ke pelosok-pelosok desa di Kabupaten Malang.
BPS dan Pemkab Malang sudah mengeluarkan imbauan bersama. Sukses atau tidaknya SE26 ini berada di tangan kejujuran kita semua.
Demi terwujudnya satu data ekonomi Indonesia yang akurat, untuk Kabupaten Malang yang lebih makmur dan berdikari. Selamat bekerja di lapangan, para pemburu data! (PKP/M. Abd. Rachman Rozzi)




