MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi mengumumkan berakhirnya masa bakti tiga pemain asli daerah, yakni Achmad Figo, Shulton Fajar, dan Bayu Aji, untuk kompetisi musim depan. Keputusan melepas tiga Arek Malang yang kontraknya telah kedaluwarsa sejak Mei 2026 ini, dikonfirmasi langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, Selasa (9/6/2026), setelah ketiganya menyelesaikan masa peminjaman di Deltras Sidoarjo dan Rans FC sekaligus merampungkan sejarah sebagai mantan bagian skuad juara Piala Presiden.
Melihat pemain asing datang dan pergi di skuad Arema FC itu sudah biasa. Lumrah.
Tapi, melihat arek asli Malang harus angkat koper dari mes Singo Edan, rasanya selalu ada yang mengganjal di dada. Ada rasa duka yang berbeda.
Hari ini, Selasa, 9 Juni 2026, kabar kurang sedap itu ditiupkan resmi oleh manajemen. Tiga putra daerah resmi dilepas. Kontrak mereka yang habis pada Mei 2026 kemarin dipastikan tidak lagi diperpanjang.
Siapa saja mereka? Anda pasti sudah akrab dengan namanya: Achmad Figo, Bayu Aji dan Shulton Fajar. Kebersamaan mereka dengan tim kebanggaan Aremania ini resmi berakhir.
Sebenarnya, tanda-tanda mereka bakal dilepas sudah tercium sejak musim lalu. Sepanjang kompetisi 2025/2026, ketiganya tidak ada di Malang. Mereka dikirim keluar. Dipinjamkan ke klub lain demi mendapatkan jatah menit bermain yang lebih melimpah.
Achmad Figo dan Shulton Fajar dikirim ke Sidoarjo. Membela Deltras FC yang bertarung di kompetisi Championship.
Di sana, darah Malang mereka terbukti berkelas. Figo dan Shulton berhasil merebut kepercayaan pelatih. Mereka tampil reguler secara konsisten dan menjadi pilar penting di skuad utama The Lobster hingga kompetisi selesai.
Bagaimana dengan Bayu Aji? Jalur petualangannya lebih berliku.
Bayu mengawali musim lalu juga di Deltras Sidoarjo. Tapi di tengah jalan, dia menyeberang bergabung dengan Rans FC yang berlaga di Liga Nusantara.
Keputusan itu tidak keliru. Bayu tampil cemerlang di sana. Dia menunjukkan perkembangan performa yang sangat positif, bahkan ikut andil mengantarkan Rans FC meraih tiket promosi naik kasta ke Liga 2 untuk musim depan. Hebat.
Namun, rapor bagus di tanah perantauan itu ternyata belum cukup kuat untuk melunakkan hati tim pelatih Arema yang baru.
Cetak biru skuad Singo Edan musim depan rupanya tidak menyediakan tempat untuk mereka kembali.
Padahal, tiga pemain ini punya catatan emas yang tidak akan bisa dihapus dari sejarah klub.
Mereka berdua adalah bagian dari skuad tangguh Arema FC yang berhasil mengangkat trofi juara Piala Presiden. Sebuah pencapaian mentereng yang sempat membuat bumi Malang membiru oleh pawai perayaan juara.
General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi, langsung menyampaikan kalimat perpisahan yang hangat.
Pria yang akrab disapa Inal ini tahu betul bagaimana cara menghormati keringat para putra daerah yang pernah berjuang mati-matian demi lambang singa di dada.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Achmad Figo, Shulton Fajar, dan Bayu Aji atas dedikasi, loyalitas, serta kerja keras yang telah mereka berikan selama membela Arema FC. Ketiganya merupakan pemain asli Malang yang memiliki semangat luar biasa,” kata Inal.
Bagi manajemen, pemutusan kontrak ini bukanlah akhir dari segalanya. Usia mereka masih sangat produktif. Jalan karier mereka di dunia sepak bola profesional Indonesia masih membentang sangat panjang.
Pengalaman digembleng di bawah tekanan mental publik Malang, ditambah jam terbang selama masa peminjaman, diyakini akan menjadi modal berharga yang sangat mahal bagi mereka di klub baru.
“Kami berharap mereka dapat terus berkembang dan meraih kesuksesan yang lebih besar di klub masing-masing pada masa mendatang.”
“Semoga pengalaman yang didapat selama bersama Arema FC menjadi modal penting untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi,” tambah Yusrinal.
Materi kontrak di atas kertas hukum boleh saja selesai dan ditutup rapi. Namun, atas nama manajemen, pelatih, pemain, hingga seluruh keluarga besar Arema FC, klub tetap memberikan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala kebersamaan yang pernah terajut indah selama ini.
Pintu keluar mes Arema kembali berderit hari ini. Tiga Arek Malang melangkah keluar dengan kepala tegak.
Tugas mereka sekarang adalah membuktikan diri di tempat lain. Menjaga kualitas permainan, meraih prestasi setinggi-tingginya, dan yang paling penting: tetap mengharumkan nama Malang di mana pun kaki mereka menapak.
Selamat berjuang di pelabuhan baru, Figo, Shulton, dan Bayu! (Ra Indrata)




