MALANG POST – Perum BULOG Cabang Malang bersama Pemerintah Kota Malang memperkuat sinergi ketahanan pangan dengan menggelontorkan bantuan sebanyak 1.154 ton beras dan 230 ribu liter minyak goreng kepada masyarakat di lima kecamatan setempat, Selasa (9/6/2026). Langkah masif yang dipimpin langsung oleh Pemimpin Cabang Perum BULOG Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, ini sengaja digulirkan guna menjaga daya beli masyarakat bawah sekaligus menekan laju inflasi daerah di tengah merangkak naiknya harga kebutuhan pokok.
Urusan perut rakyat itu tidak bisa ditunda. Sifatnya mutlak. Saban hari dapur harus tetap mengepul.
Maka, ketika harga kebutuhan pokok di pasar mulai merangkak naik, negara tidak boleh hanya menonton. Negara harus hadir di meja makan warga.
Itulah yang kini sedang ditunjukkan di Kota Malang.
Perum BULOG Cabang Malang bersama Pemerintah Kota Malang langsung bergerak. Kompak. Mereka memperkuat sinergi, turun ke kelurahan-kelurahan membawa kabar baik berupa bantuan pangan skala besar.
Angkanya tidak main-main. Jumbo.
Hingga hari ini, BULOG Cabang Malang tercatat sudah menyalurkan sebanyak 1.154 ton beras.
Tidak hanya karung beras, mereka juga menggelontorkan 230 ribu liter minyak goreng ke tengah masyarakat Kota Malang.

Program keroyokan ini menjadi benteng pertahanan. Gunanya untuk menjaga agar daya beli masyarakat kecil tidak ambruk, sekaligus memastikan barangnya ada dan harganya terjangkau.
Pemimpin Cabang Perum BULOG Malang, M. Nurjuliansyah Rachman—yang akrab disapa Anung—turun langsung mengawal distribusi. Anung ingin memastikan pasukannya bekerja dengan benar.
Bagi Anung, urusan bantuan ini bukan sekadar urusan memindahkan barang dari gudang BULOG ke tangan warga. Ada standar moral yang harus dijaga. Kualitas komoditasnya harus prima. Jangan sampai rakyat diberi beras yang kuning atau berbau apek.
“Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui BULOG dalam membantu masyarakat.”
“Kami memastikan beras yang disalurkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan sehingga layak dan aman untuk dikonsumsi,” tegas Anung.
BULOG berjanji akan terus memelototi ketersediaan stok di gudang dan kelancaran jalur distribusi. Tujuannya satu: agar manfaat program ini bisa langsung dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang berhak.
Bagaimana respons di lapangan?
Emak-emak tentu yang paling riang. Mereka adalah manajer keuangan rumah tangga yang paling tahu arti sebutir beras bagi anggaran keluarga.
Tengok saja wajah Ibu Suryani. Perempuan berusia 50 tahun asal Kelurahan Blimbing ini mengaku napas ekonominya menjadi lebih longgar setelah menerima paket bantuan pangan tersebut.
Suryani kaget. Persepsi lamanya tentang beras bantuan pemerintah langsung runtuh saat melihat isi karung. Kualitasnya jempolan.
“Alhamdulillah, beras yang kami terima kualitasnya bagus, putih, dan enak saat dimasak. Bantuan ini sangat membantu keluarga kami karena bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli kebutuhan pokok sehingga uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” kata Suryani dengan mata berbinar.
Geser sedikit ke Kelurahan Bunulrejo. Ada Bapak Misiadi. Usianya sudah 61 tahun. Baginya, kiriman beras dan minyak goreng gratis dari BULOG ini adalah penyelamat riil di waktu yang tepat.
Logika keuangan Misiadi sederhana saja. Saat biaya hidup sehari-hari terus mencekik leher, kedatangan sembako ini otomatis langsung memotong kompas pengeluaran dapur rumah tangganya.
“Bantuan beras dan minyak goreng ini sangat berarti bagi kami. Selain kualitasnya baik, bantuan ini membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Kami merasa terbantu, terutama di tengah kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat,” aku Misiadi.
Lewat kesaksian para penerima manfaat itu, program ini terbukti sukses memberikan dampak instan pada urusan isi dompet keluarga prasejahtera. Ketahanan pangan daerah otomatis ikut menguat.
BULOG Malang dan Pemkot Malang kini punya komitmen baru. Mereka ingin mengunci tiga prinsip utama di lapangan: bantuan harus tersalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Jangan sampai ada permainan atau potongan di tengah jalan. Kesucian program bantuan ini harus dikawal bersama demi kesejahteraan masyarakat bawah.
“Pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau adalah fondasi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, BULOG akan terus hadir sebagai mitra pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan,” pungkas Anung menutup pembicaraan.
Urusan perut warga Kota Malang untuk beberapa pekan ke depan setidaknya sudah aman diamankan oleh ribuan ton beras BULOG.
Tugas birokrasi selanjutnya adalah menjaga agar pasokan pangan murah ini tidak boleh terputus di tengah jalan. (Ra Indrata)




