MALANG POST – Sebanyak 120 personel Polres Malang dipastikan siap mengamankan jalur lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang setelah menjalani Latihan Pra Operasi (Latpraops) di Mapolres Malang pada Jumat (5/6/2026), sebagai langkah pemantapan menjelang digelarnya Operasi Patuh Semeru 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari mulai Senin, 8 Juni hingga 21 Juni mendatang.
Bagi Anda yang sering bepergian di jalanan Kabupaten Malang, mulailah memeriksa kelengkapan surat kendaraan Anda. Jangan abai. Jangan menunda.
Sebab, mulai Senin depan, tanggal 8 Juni hingga 21 Juni 2026, jalanan akan dijaga lebih ketat. Polres Malang bakal menggelar hajatan besar: Operasi Patuh Semeru 2026. Waktunya dua minggu penuh.
Polisi tidak mau main-main. Persiapan sudah dilakukan sejak dini.
Jumat (5/6/2026) kemarin, suasana di Mapolres Malang tampak berbeda. Ada Latihan Pra Operasi. Disingkat Latpraops.
Sebanyak 120 personel dikumpulkan jadi satu. Mereka digembleng, disamakan persepsinya, dan dimatangkan strateginya sebelum benar-benar turun ke jalan.

WAKIL: Wakapolres Malang, Kompol Bayu Marfiando. (Foto: Humas Resma)
Wakapolres Malang, Kompol Bayu Marfiando, memimpin langsung jalannya latihan. Bagi perwira dengan satu melati di pundak ini, Latpraops adalah kunci sukses di lapangan.
“Melalui latihan ini, seluruh personel diberikan pembekalan. Mulai dari sasaran, cara bertindak, hingga pola penegakan hukumnya. Harapannya, semua anggota bisa menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur,” kata Kompol Bayu.
Lalu, bagaimana cara polisi bertindak nanti? Apakah akan ada razia besar-besaran yang bikin macet jalan?
Ternyata tidak. Pola operasinya kini sudah lebih modern. Zaman sudah berubah.
Operasi kali ini bakal lebih mengedepankan tindakan edukatif, persuasif, dan preventif. Untuk penegakan hukumnya, polisi akan mengandalkan teknologi.
Namanya ETLE. Electronic Traffic Law Enforcement. Alias tilang elektronik. Baik yang statis maupun yang dibawa mobil patroli (INCAR).
Bagi pelanggar kecil, polisi hanya akan memberikan teguran simpatik. Jadi, tujuannya bukan semata-mata menilang atau mencari-cari kesalahan pengendara.
Tujuan utamanya jauh lebih mulia: membangun kesadaran. Menekan angka kecelakaan lalu lintas yang sering kali berawal dari keteledoran kecil.
“Keselamatan di jalan harus menjadi kebutuhan bersama,” tegas Kompol Bayu.
Sementara itu, Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menjelaskan bahwa 120 personel itu tidak bergerak sendiri-sendiri. Mereka dibagi dalam beberapa satuan tugas.
Ada satgas preemtif yang bagian sosialisasi, ada satgas preventif yang bertugas mencegah, ada satgas penegakan hukum, satgas lidik, hingga satgas bantuan operasi.
Melalui latihan kemarin, ego sektoral dipangkas. Semua satgas harus tahu tugas dan tanggung jawab masing-masing agar operasi berjalan optimal.
Lantas, apa saja pelanggaran yang bakal menjadi incaran utama?
Catat ini baik-baik. Polisi akan memprioritaskan penindakan terhadap pelanggaran yang sering memicu kecelakaan fatal.
Contohnya: pengendara yang asyik main ponsel saat motoran, pengendara di bawah umur—ini yang sering terjadi di pelosok desa—tidak pakai helm SNI, melawan arus, hingga mereka yang hobi mengebut melebihi batas kecepatan.
“Kami berharap masyarakat mendukung operasi ini dengan meningkatkan disiplin berlalu lintas,” pungkas AKP Bambang.
Senin depan adalah pembuktiannya. Jangan tertib hanya karena melihat ada polisi atau takut kena jepret kamera ETLE.
Tertiblah karena Anda ingin pulang ke rumah dengan selamat. Sebab, keselamatan memang tanggung jawab kita bersama.
Siapkan surat-surat Anda, dan mari tertib di jalan! (HmsResma/Ra Indrata)




