MALANG POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Malang Raya pada Senin (27/7/2026) masih didominasi langit cerah, seiring berlangsungnya musim kemarau. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca yang cukup kontras. Mulai dari suhu panas pada siang hari, kabut tebal dan udara dingin pada malam hingga dini hari, potensi hujan lokal di kawasan pegunungan, serta gelombang laut selatan yang diperkirakan mencapai 2,5 meter.
Musim kemarau masih menjadi pengendali utama kondisi cuaca di Malang Raya. Berdasarkan prakiraan BMKG, Senin (27/7/2026), wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu diprediksi menikmati cuaca cerah hingga cerah berawan hampir sepanjang hari.
Meski cuaca relatif kondusif untuk berbagai aktivitas masyarakat, dinamika atmosfer lokal masih memungkinkan munculnya kabut pada malam dan dini hari, hujan ringan bersifat lokal di kawasan pegunungan, serta angin yang bertiup lebih kencang di wilayah pesisir dan dataran tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, terutama menuju kawasan wisata pegunungan maupun pantai selatan, untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca sebelum berangkat.
Di Kota Malang, suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 17–30 derajat Celsius dengan kelembapan antara 50 hingga 95 persen.
Udara dingin masih terasa sejak dini hari hingga menjelang matahari terbit. Suhu diperkirakan mencapai sekitar 17 derajat Celsius, disertai kabut tipis yang berpotensi muncul di beberapa kawasan timur kota, terutama wilayah Kedungkandang.
Memasuki pagi hingga siang, langit diprediksi cerah dengan intensitas penyinaran matahari yang cukup tinggi. Suhu udara meningkat hingga sekitar 30 derajat Celsius sehingga masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan pelindung kepala, tabir surya, serta memperbanyak konsumsi air putih guna menghindari dehidrasi.
Menjelang sore, kondisi berubah menjadi cerah berawan dengan embusan angin dari arah timur berkecepatan sekitar 18–27 kilometer per jam. Memasuki malam, suhu udara kembali turun ke kisaran 21–23 derajat Celsius sehingga udara terasa lebih sejuk.
BMKG mencatat karakter cuaca di Kabupaten Malang cukup beragam sesuai kondisi geografis masing-masing wilayah.
Di kawasan utara seperti Lawang, Singosari, dan Karangploso, cuaca diprakirakan cerah berawan sejak pagi. Saat malam hari, suhu turun cukup tajam dan kabut tipis mulai menyelimuti lereng Gunung Arjuno sehingga pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang dapat berkurang.
Wilayah timur meliputi Tumpang, Poncokusumo, Jabung, hingga Wajak berpotensi mengalami pertumbuhan awan konvektif pada sore hari. Kondisi tersebut dapat memicu hujan ringan yang bersifat lokal dan berdurasi singkat, terutama di sekitar kaki Gunung Semeru, sebelum berubah menjadi kabut menjelang tengah malam.
Sementara itu, wilayah barat seperti Pujon, Ngantang, dan Kasembon diperkirakan tetap didominasi cuaca cerah berawan dengan suhu relatif sejuk antara 20–25 derajat Celsius. Kabut tebal masih berpotensi muncul pada malam hari sehingga pengendara diminta menyalakan lampu utama ketika melintasi jalur pegunungan.
Berbeda dengan kawasan lainnya, wilayah selatan yang meliputi Bantur, Dampit, Donomulyo, hingga Sumbermanjing Wetan diprakirakan menjadi daerah dengan suhu paling tinggi. Pada siang hari, suhu udara dapat mencapai sekitar 31 derajat Celsius sebelum kembali berubah cerah berawan pada malam hari.
Kota Batu diperkirakan kembali menjadi daerah dengan suhu udara paling rendah di Malang Raya.
Sepanjang hari, suhu berkisar antara 16–24 derajat Celsius. Pagi hari berlangsung cerah dan sejuk sehingga mendukung aktivitas wisata alam maupun olahraga luar ruangan.
Namun memasuki sore hingga malam, suhu kembali turun menjadi sekitar 17–18 derajat Celsius. Kabut tebal diperkirakan menyelimuti kawasan Bumiaji, Songgokerto, serta sejumlah ruas jalan menuju destinasi wisata.
BMKG mengimbau pengendara mengurangi kecepatan kendaraan serta menyalakan lampu utama atau lampu kabut agar jarak pandang tetap terjaga.
Selain prakiraan cuaca daratan, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim juga mengeluarkan peringatan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang.
Perairan diprakirakan cerah berawan dengan angin bertiup dari arah timur hingga tenggara berkecepatan sekitar 10–20 knot atau setara 18–37 kilometer per jam.
Ketinggian gelombang diperkirakan berada pada kisaran 1,5–2,5 meter atau masuk kategori sedang hingga tinggi.
Nelayan maupun wisatawan yang berkunjung ke Pantai Balekambang, Sendangbiru, dan Pantai Tiga Warna diminta mewaspadai arus balik (rip current) yang berpotensi terjadi bersamaan dengan peningkatan tinggi gelombang pada sore hingga malam hari.
BMKG juga mengingatkan pendaki gunung agar mempersiapkan perlengkapan menghadapi suhu ekstrem di kawasan pegunungan.
Di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, suhu udara pada malam hingga dini hari diperkirakan turun hingga sekitar 3–6 derajat Celsius. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan fenomena embun upas atau frost yang biasa muncul pada puncak musim kemarau.
Sementara itu, kawasan Gunung Arjuno-Welirang diperkirakan mulai tertutup awan sejak sore dengan embusan angin yang cukup kencang di jalur punggungan. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Gunung Panderman dan Gunung Banyak, Kota Batu, yang berpotensi diselimuti kabut pekat mulai sekitar pukul 16.00 WIB.
Secara umum, BMKG menilai cuaca di Malang Raya masih mendukung aktivitas masyarakat. Namun, warga tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam, kemunculan kabut pekat di kawasan pegunungan, potensi hujan lokal, serta kondisi gelombang di pesisir selatan. Masyarakat juga disarankan terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan. (Ra Indrata)




