MALANG POST – Menyambut momentum libur panjang (long weekend) Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, yang berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai Rabu (27/5/2026) hingga Minggu (31/5/2026), PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, secara resmi menggaransi keamanan pasokan energi nasional di seluruh wilayah Jawa Timur. Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi rumah tangga saat prosesi penyembelihan hewan kurban, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan pihak korporasi telah menyiapkan pasokan tambahan (build-up stock) taktis, hingga 1,5 juta tabung LPG bersubsidi, untuk disalurkan secara fakultatif di luar kuota reguler harian.
Lima hari libur berturut-turut. Ini bukan sekadar libur biasa. Ini adalah berkah sekaligus ujian bagi ketahanan energi kita.
Mulai Rabu besok, umat Islam di seluruh tanah air merayakan Hari Raya Iduladha. Bersamaan dengan itu, kalender menunjukkan deretan hari libur yang panjang hingga akhir pekan. Mayoritas masyarakat dipastikan akan bergerak: mudik, berwisata, atau berkumpul di dapur mengolah daging kurban.
Di titik inilah logika konsumsi kita bekerja. Jika liburnya sepanjang ini, apa yang paling cepat habis di pasar?
Bukan baju baru. Bukan pula tiket bioskop. Jawabannya adalah energi: isi tangki kendaraan dan gas di dapur rumah tangga.
Pertamina paham betul psikologi musiman ini. Mereka tahu, saat ribuan tungku dapur warga serentak menyala untuk merebus daging kurban, permintaan gas akan meledak. Melonjak tajam dari hari biasa.
Maka, sebelum kepanikan massal (panic buying) sempat menjalar di tengah masyarakat, Pertamina Patra Niaga langsung mengambil langkah taktis. Mereka melakukan mitigasi sejak dini. Seluruh lini infrastruktur distribusi disiagakan penuh tanpa libur.
“Pada momen libur panjang ini, produk LPG memang menjadi primadona aktivitas masyarakat. Untuk menghadapi lonjakan permintaan, kami sudah menyiapkan penyaluran fakultatif. Ini adalah tambahan pasokan di luar penyaluran reguler harian,” ujar Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

PERTAMINA: Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Angka tambahannya tidak main-main. Sangat masif. Pertamina mengguyur pasokan ekstra hingga 99 persen dari rata-rata konsumsi harian normal.
Jika dikonversi ke jumlah barang, ada sekitar 1,5 juta tabung melon alias LPG 3 kilogram hijau yang disebar merata ke pangkalan-pangkalan resmi di seluruh pelosok Jawa Timur.
Lebih spesifik untuk wilayah Malang Raya, dari rerata hariannya 173.924 tabung, ditambah fakultatifnya 261.520 tabung. Terbagi pada Kabupaten Malang rerata harian 120.188 tabung, fakultatifnya 181.440 tabung. Kota Batu dari rerata harian 14.682 tabung, fakultatifnya 21.840 tabung. Kota Malang dengan rerata harian 39.054 tabung, fakultatifnya mencapai 58.240 tabung.
Langkah ini diambil agar masyarakat bisa menikmati masa liburan dan beribadah dengan kepala dingin. Tenang. Tanpa perlu cemas kehabisan bahan bakar.
Bagaimana dengan urusan bahan bakar kendaraan?
Setali tiga uang. Jalur-jalur mudik dan wisata di Jatim juga mendapat pengawasan superketat. Pertamina melakukan penebalan stok BBM di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Bukan cuma kuantitasnya yang dijaga, tim lapangan Pertamina juga diturunkan untuk melakukan sidak intensif.
Mereka mengecek aspek Quantity and Quality (QQ). Mengukur ulang ketepatan takaran literan mesin pompa dan memeriksa kemurnian tangki penyimpanan BBM agar tidak ada konsumen yang dirugikan.
Anda sudah tahu: setiap kali ada momen libur panjang, isu kelangkaan sering kali sengaja ditiupkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tujuannya meraup untung sepihak di pasar gelap.
Oleh karena itu, Ahad Rahedi mewanti-wanti warga Arema dan Jawa Timur pada umumnya, untuk tidak mudah termakan isu miring di media sosial. Sifat latah membeli barang secara berlebihan justru akan merusak ekosistem distribusi yang sudah tertata rapi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli produk secara bijak sesuai kebutuhan, terutama untuk LPG. Jangan sampai kekhawatiran yang berlebihan ini justru dimanfaatkan oleh spekulan untuk menaikkan harga di tingkat pengecer,” tegas Ahad.
Satu lagi pesan moral yang disisipkan Pertamina: urusan subsidi harus tepat sasaran. Tabung hijau 3 kilogram itu, murni hak bagi warga kurang mampu. Bagi Anda yang ekonominya berkecukupan, sudah sepatutnya memilih varian non-subsidi seperti Bright Gas.
Pasokan energi sudah dijamin melimpah, sistem pengawasan di SPBU sudah diperketat, dan 1,5 juta tabung cadangan siap meluncur ke pasar.
Jika di lapangan Anda masih menemukan kendala atau membutuhkan informasi valid terkait ketersediaan produk, Pertamina membuka talian komunikasi langsung melalui Contact Center di nomor 135.
Tugas Pertamina menjaga hulu energi sudah kelar dijalankan, kini tinggal tugas kita bersama untuk mengonsumsinya secara bijak dan bertanggung jawab. Selamat merayakan Iduladha! (Ra Indrata)




