NGOTOT MENANG: Pelatih PSIM Yogyakarta asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, yang bakal memaksimalkan laga pamungkas untuk mencuri poin. (Foto: Instagram PSIMJogja)
MALANG POST – Jajaran tim PSIM Yogyakarta menyatakan kesiapan penuh, untuk menantang tuan rumah Arema FC dalam laga pamungkas pekan ke-34 Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (22/5/2026) sore. Dalam sesi konferensi pers menjelang pertandingan, pelatih kepala PSIM, Jean-Paul van Gastel, bersama penyerang andalan Deri Corfe, menegaskan target mutlak mereka untuk mencuri tiga poin di kandang Singo Edan demi mengamankan posisi di peringkat 10 besar klasemen akhir kompetisi.
Besok sore adalah pembuktian terakhir. Laga pamungkas.
Bagi sebagian tim yang sudah aman di papan tengah, laga terakhir biasanya lekat dengan bau liburan. Pemain bermain setengah hati. Takut cedera.
Tapi jangan harap hal itu terjadi pada PSIM Yogyakarta. Skuad Laskar Mataram datang ke Malang bukan untuk plesiran ke Batu. Mereka membawa misi serius.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menegaskan hal itu. Pria asal Belanda tersebut melihat laga besok dengan kacamata taktis yang tajam.
Mengapa besok begitu krusial?
Anda sudah tahu jawabannya jika melihat tabel klasemen. Arema FC dan PSIM Yogyakarta saat ini mengantongi poin yang sama: 45 poin. Arema di posisi ke-9, PSIM menempel ketat. Siapa yang menang besok, dialah yang berhak meroket ke atas.
“Pertandingan besok bagi kami sangatlah penting. Kami bermain melawan tim yang poinnya sama persis. Target pribadi saya, membawa tim ini finis di posisi 10 besar pada akhir musim,” ujar Jean-Paul van Gastel, Kamis (21/5/2026).
Mantan pemain Feyenoord itu tersenyum. Persiapan timnya, katanya, berjalan tanpa kendala. Sangat bagus.
Jean-Paul juga sudah menghitung kalender dengan cermat. Musim depan, Super League bakal bergulir sedikit terlambat. Artinya apa? Pemain akan punya waktu libur akhir musim yang lebih panjang dari biasanya.
Bagi Jean-Paul, libur panjang adalah berkah tersembunyi. Namun, dia menolak jika anak asuhnya menjadi manja selama liburan. Cetak biru masa libur sudah dia siapkan di kantongnya.
“Langkah pertama, mereka harus istirahat total. Recovery. Segarkan fisik, segarkan pikiran. Tapi setelah beberapa minggu, mereka wajib menjalankan program latihan mandiri. Kebugaran fisik tidak boleh drop saat pramusim kembali dimulai,” tegas pelatih berusia 54 tahun tersebut.
Sinyal dari sang pelatih ditangkap dengan sempurna oleh pasukannya. Salah satunya oleh sang legiun asing, Deri Corfe.
Penyerang sayap asal Inggris itu memiliki gelombang ambisi yang sama. Corfe tidak mau menutup musim ini dengan performa yang loyo.
“Persiapan kami sangat bagus. Benar kata pelatih, kami ingin mengakhiri kompetisi ini dengan hasil sekuat dan sebaik mungkin. Kami ingin menembus posisi 10 besar,” kata Corfe dengan nada optimis.
Corfe tahu, publik Malang bakal meneror mental bertandingnya sepanjang 90 menit di Kanjuruhan. Tapi dia tidak gentar. Target pribadinya jelas: mencetak gol ke gawang Arema FC.
Namun, jebolan akademi Manchester City itu buru-buru menambahkan sebuah catatan penting. Catatan yang menunjukkan kedewasaannya sebagai pemain tim.
“Bagi saya, mencetak gol itu nomor dua. Yang paling utama dan krusial adalah tim ini menang. Bagaimana pun cara kami meraihnya besok, kemenangan PSIM adalah hal paling krusial,” tegas Corfe.
Soal rencana liburan? Corfe hanya ingin pulang kampung. Bertemu keluarga besarnya di Inggris, beristirahat, sembari tetap menjaga otot-otot tubuhnya agar tidak melar.
Laga besok sore di Kanjuruhan dipastikan bakal berjalan sengit. Arema FC ingin memberikan kado manis bagi suporternya, sementara PSIM Yogyakarta datang dengan tekad merusak pesta tersebut.
Jean-Paul van Gastel dan Deri Corfe sudah melempar pandangan mereka: mereka siap bertarung sampai menit akhir, demi tempat terhormat di posisi 10 besar tanah air. (Ra Indrata)




