MALANG POST – Penyerang asing Arema FC, Joel Vinícius Silva Dos Anjos, bersiap mengukir rekor gol pribadi baru, dalam kariernya di Indonesia saat Singo Edan menjamu PSIM Yogyakarta, pada laga pamungkas Super League 2025-2026 di Stadion Kanjuruhan, Jumat sore (22/5/2026). Striker berpaspor Brasil tersebut hanya membutuhkan tambahan satu gol lagi untuk melewati catatan gol semusimnya, setelah sukses memborong dua gol (brace) ke gawang PSBS Biak pada pekan ke-33 lalu.
Menjadi striker asing di putaran kedua itu bebannya ganda. Harus langsung nyetel. Harus langsung cetak gol. Tidak ada waktu untuk alasan adaptasi.
Joel Vinicius berhasil melewati ujian instan itu dengan nilai mentereng.
Mari kita bedah angka-angkanya. Matematika performa pemain berusia 31 tahun ini sangat menarik untuk dikulik.
Sebelum berseragam Singo Edan, Vinicius adalah andalan Borneo FC Samarinda di putaran pertama. Di klub Pesut Etam, ia mencetak 7 gol. Tapi, ia membutuhkan waktu 1.321 menit atau dalam 18 pertandingan.
Begitu pindah ke Malang pada bursa transfer paruh musim lalu, ketajamannya justru makin mengerikan.
Bersama Arema FC, Vinicius sukses mengemas 7 gol hanya dalam waktu 1.040 menit saja. Alias cuma butuh 14 pertandingan. Rasio menit per golnya jauh lebih efisien di bawah asuhan Marcos Santos. Koleksi totalnya musim ini kini terkunci di angka 14 gol.
Sekarang, ia berdiri di gerbang sejarah barunya sendiri. Satu pertandingan tersisa melawan PSIM Yogyakarta di Kanjuruhan, akan menjadi panggung pembuktiannya.
Kondisinya bugar. Tidak ada otot yang ketarik. Tidak ada akumulasi kartu kuning. Vinicius siap meledak sejak menit pertama demi mencatatkan rekor gol tertinggi sepanjang karier profesionalnya dalam semusim.
Masa Depan yang Tenang di Tengah Badai Evaluasi
Hebatnya lagi, pemilik jersey bernomor punggung 9 ini, bisa bermain tanpa beban psikologis. Di saat manajemen Arema FC sedang mengobrak-abrik skuad untuk melakukan evaluasi total terhadap legiun asing, Vinicius bisa tidur nyenyak.
Sebab, manajemen Singo Edan sudah mengunci tanda tangannya. Saat ditebus dari Borneo FC kemarin, pemain berpostur raksasa 187 cm ini langsung diganjar kontrak panjang hingga 31 Mei 2027 mendatang. Ia tidak perlu cemas memikirkan nasibnya musim depan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan, kebijakan kontrak pemain asing musim ini memang bervariasi.
“Saat ini kami sedang evaluasi. Yang jelas ada beberapa pemain yang kami pertahankan. Seperti Achmad Maulana dan Betinho yang menjadi idola Aremania,” ujar pria yang akrab disapa Inal tersebut, baru-baru ini.
Laci Kontrak Pemain Asing: Siapa Bertahan, Siapa Pergi?
Inal membuka laci dokumen kepegawaian Singo Edan. Di sektor pemain asing, ada klasifikasi yang jelas antara mereka yang memiliki napas panjang dan mereka yang kontraknya habis bulan ini.
Vinicius masuk kelompok aman bersama Gabriel Silva dan Walisson Maia. Ketiganya direkrut pada paruh musim dengan durasi ikatan kerja antara 1 hingga 1,5 musim. Mereka adalah investasi jangka menengah Arema.
Bagaimana dengan yang lain?
Lampu kuning sedang menyala bagi barisan ekspatriat gelombang pertama. Nama-nama besar seperti sang predator Dalberto Luan Belo, Matheus Blade, Valdeci, Julian Guevara, hingga penjaga gawang Lucas Frigeri kontraknya akan kedaluwarsa begitu peluit panjang akhir musim dibunyikan.
Apakah mereka pasti dibuang? Belum tentu. Manajemen Arema masih melihat hasil akhir pertandingan di Kanjuruhan sebelum mengetok palu final.
“Kami harus melihat dulu hasil akhirnya seperti apa. Karena ini belum final, apakah dipertahankan sepenuhnya atau tetap ada evaluasi sehingga tidak diperpanjang kontraknya. Kami harus lihat dulu, karena musim belum berakhir,” urai Inal, diplomatis.
Di balik meja kerjanya, Inal juga melemparkan kode panas. Manajemen Arema ternyata tidak pasif menunggu kompetisi selesai. Radar berburu pemain baru untuk musim depan sudah dinyalakan dan mulai bergerak senyap bergerilya mencari amunisi anyar.
Namun sebelum wajah-wajah baru itu mendarat di Malang, semua mata di Kanjuruhan Jumat sore nanti akan tertuju pada satu nama: Joel Vinicius. Menanti satu gol suci pemecah rekor pribadinya. (Ra Indrata)




