MALANG POST – Sosok penyerang sayap asal Brasil, Gabriel Silva Costa, kini tengah menjelma menjadi pusat perhatian, sekaligus idola baru bagi publik sepak bola Malang, Aremania.
Sejak mendarat di Bumi Arema pada awal putaran kedua Super League 2025/2026, pemain yang akrab disapa Gabi ini, sukses mencuri panggung melalui performa apiknya yang konsisten di setiap laga.
Kecepatan luar biasa di sisi sayap, keberanian melakukan duel satu lawan satu, hingga efektivitas tinggi di lini depan, terbukti menjadi pembeda bagi skema permainan Arema FC.
Di tengah upaya skuadra Singo Edan memperbaiki posisi di klasemen akhir, kehadiran pemain berusia 29 tahun ini, memberikan dimensi baru dalam transisi menyerang dan menjadi kunci bangkitnya kepercayaan diri tim, menjelang penutupan musim kompetisi.
Meskipun sempat diragukan terkait adaptasinya dengan kultur sepak bola Indonesia yang keras dan cepat, Gabi membuktikan kualitasnya melalui statistik yang impresif.
Dari 15 pertandingan yang telah ia lakoni, Gabi berhasil membukukan lima gol dan dua assist. Catatan ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh pemain bernomor punggung 7 tersebut, dalam mempertajam daya dobrak Arema FC, yang sempat buntu di putaran pertama.
Pilih Merendah dan Apresiasi Kerja Sama Tim
Meski performa individunya seringkali menjadi penentu kemenangan, pemain kelahiran Rio de Janeiro, Brasil ini, memilih untuk tetap merendah.
Baginya, kegemilangan yang ia raih sejauh ini, bukanlah hasil kerja keras personal semata. Melainkan buah dari soliditas dan bantuan seluruh penggawa Singo Edan di lapangan.
“Soal penampilan saya, itu semua karena rekan-rekan di tim banyak membantu saya. Kami bekerja keras bersama-sama di setiap sesi latihan dan pertandingan.”
“Jadi saya ingin berterima kasih kepada teman-teman, dan terutama kepada Tuhan atas pencapaian ini,” ungkap pemain dengan nilai pasar Rp3,9 miliar ini.
Adaptasi yang mulus juga menjadi kunci, mengapa pemain berpostur 170 cm ini, hampir tidak pernah absen dari starting eleven pilihan pelatih.
Ia dinilai sangat cepat memahami pola permainan tim, sehingga variasi serangan dari sektor sayap kini menjadi lebih hidup dan sulit diprediksi oleh lini pertahanan lawan.
Tak heran jika dalam 15 laga yang sudah dilakoni, total sudah 1.295 menit diberikan pemain yang baru mengantongi satu kartu kuning untuk Arema.
Misi Sapu Bersih Dua Laga Sisa
Kemenangan telak Arema FC, saat mengalahkan PSM 3-0, diakui Gabi telah mengembalikan mentalitas pemenang di ruang ganti tim.
Momentum positif ini, ingin terus dijaga guna menghadapi dua pertandingan terakhir di penghujung musim. Gabi menegaskan, target tim saat ini sudah bulat. Menyapu bersih poin maksimal saat dijamu PSBS Biak (15/5/2026) dan menjamu PSIM Yogyakarta pada Jumat (22/5/2026) mendatang.
“Syukurlah, kami bisa mendapatkan kembali kepercayaan diri setelah kemenangan di pertandingan terakhir.”
“Momentum itu sangat penting untuk menjaga atmosfer positif. Sekarang saatnya kami fokus penuh pada dua laga sisa,” tuturnya mantap.
Lebih lanjut, pemain yang dikenal memiliki akselerasi tinggi ini menyampaikan tekadnya, untuk memberikan kado terindah bagi para pendukung setia, Aremania.
Mantan pemain Svay Rieng di Liga Vietnam ini merasa memiliki utang budi kepada Aremania, yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Baik dalam kondisi tim sedang di atas maupun di bawah.
“Kami punya target besar untuk memenangkan pertandingan sisa demi para pendukung Arema. Mereka layak mendapatkan hasil terbaik atas dukungan setia yang terus mengalir untuk kami,” sebut pemain yang bisa ditempatkan di posisi sayap kiri maupun kanan.
Kehadiran Gabriel Silva memang memberi warna berbeda. Kini, Arema FC tidak hanya mengandalkan serangan dari tengah, tetapi lebih tajam ketika melakukan transisi cepat melalui serangan balik dari sayap.
Performa konsisten Gabi diharapkan tetap terjaga hingga peluit akhir musim dibunyikan, sekaligus menjadi modal berharga bagi manajemen dalam menyusun kerangka tim yang lebih kompetitif menghadapi musim depan. (Ra Indrata)




