GOALGETTER: Dalberto Luan Belo, melakukan selebrasi atas gol ke-15 yang sudah diciptakannya untuk Arema FC. Striker asal Brasil ini tetap berambisi terus menambah pundi-pundi golnya. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Skuadra Singo ‘Arema’ Edan, sukses mengamankan tiga poin kandang, setelah mengalahkan PSM Makassar dengan skor telak, 3-0. Pada lanjutan Super League musim 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5/2026) lalu.
Kini, penggawa tim yang berdiri pada 1987 itu, mulai mengalihkan fokus pada dua laga tersisa. Yakni dijamu PSBS Biak, Jumat (15/5/2026) dan menjamu PSIM Yogyakarta pada Jumat (22/5/2026). Target sapu bersih di dua laga tersebut, langsung diapungkan untuk memperbaiki posisi di klasemen akhir musim ini.
Pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, menegaskan, kemenangan atas tim berjuluk Juku Eja, menjadi modal krusial untuk mengangkat mentalitas Johan Ahmat Alfarizi dan kawan-kawan.
Namun pelatih 47 tahun asal Brasil itu meminta anak asuhnya, tidak cepat puas karena target utama adalah mengakhiri kompetisi di urutan yang lebih layak.
“Pemain sudah berjuang penuh saat mengalahkan PSM Makassar. Namun, kondisi fisik perlu dijaga ketat untuk menghadapi pertandingan ke depan.”
“Kami ingin berada di peringkat yang lebih baik lagi ketika liga selesai,” ujar Marcos Santos.
Meski meraih kemenangan meyakinkan, posisi Arema FC saat ini masih tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara Super League dengan koleksi 42 poin.
Singo Edan terpaut dua angka dari Persita Tangerang di posisi kesembilan dan selisih tiga angka dari Bali United, yang menduduki urutan kedelapan.
Mantapkan Posisi Papan Tengah
Secara matematis, jika Arema FC mampu menyapu bersih dua pertandingan tersisa, tim asuhan pelatih berlisensi Pro Conmebol ini, bakal punya poin maksimal 48. Hasil itu berpotensi membawa Arema naik hingga dua peringkat. Meski tetap tergantung hasil yang diraih para pesaing terdekatnya.
Sementara jika merujuk pada hasil akhir Arema di Liga 1 musim 2024/2025 lalu, yang berada di peringkat ke-10, Marcos Santos tidak boleh sampai kecolongan pada dua laga terakhir. Sekaligus dengan tambahan poin tersebut, akan memantapkan posisi Arema di papan tengah.
Marcos mengungkapkan, komitmen untuk bangkit muncul setelah evaluasi mendalam atas hasil minor di Derbi Jawa Timur. Kekalahan menyakitkan dari Persebaya (0-4) dan Persik Kediri (2-3), justru menjadi pelecut semangat bagi Julian Guevara dan kawan-kawan.
“Setelah kami kalah dua kali (di derbi Jatim), pemain langsung berkumpul. Kami saling berjanji untuk memenangkan seluruh laga tersisa. Itu menjadi motivasi besar kami untuk dua laga terakhir,” tegasnya.
Gelandang Arema FC, Julian Guevara, mengakui menundukkan PSM bukanlah perkara mudah. Menurut pemain asal Kolombia tersebut, PSM tampil solid karena mereka juga sedang berjuang menjauh dari zona degradasi.
“PSM memberikan perlawanan sengit. Kami benar-benar harus bekerja keras sepanjang 90 menit untuk memastikan tiga poin ini tetap di Malang,” ungkap Guevara.
Player of The Match
Senada dengan Guevara, bek tangguh Gabriel Silva menegaskan, timnya sudah melupakan masa sulit dan fokus pada masa depan.
Baginya, tambahan poin dari PSM adalah awal dari misi meraup sembilan poin di akhir musim. Tinggal mencari tambahan enam poin di dua laga terakhir.
“Kejadian melawan Persebaya dan Persik tidak bisa diputar lagi. Saya dan rekan-rekan sudah sepakat menjadikan momentum ini sebagai kebangkitan.”
Saya pribadi akan berjuang lebih keras di sisa laga,” kata pemain yang akrab disapa Gabi, yang dalam laga menjamu PSM, dinobatkan sebagai player of the match.
Dalam laga yang disaksikan 1.433 penonton tersebut, Gabi mencatatkan satu gol dari satu tembakan yang dilepaskannya.
Sebetulnya, sepanjang babak pertama, pemain yang baru bergabung di putaran kedua tersebut, sama sekali tak melepaskan tembakan yang membahayakan gawang PSM.
Tapi sebuah dribble success-nya ke kotak penalti lawan, memaksa Yuran Fernandez menjatuhkannya di kotak terlarang.
Tugas mengeksekusi penalti diselesaikan dengan baik oleh Dalberto Luan Belo yang membawa Arema unggul 1-0.
Pada babak kedua, tepatnya di menit 52, Gabi baru mendapatkan kesempatan melepaskan sebuah tembakan ke gawang PSM. Asis dari Matheus Blade itu, dikonversinya menjadi gol kedua Arema ke gawang PSM. (Ra Indrata)




