MALANG POST – Warga di kawasan Jalan Makam, RT 03 RW 04, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dikejutkan oleh kobaran api yang melalap sebuah bangunan kandang ternak, pada Senin (11/5/2026) dini hari.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 00.07 WIB ini, sempat memicu kepanikan lantaran posisi kandang, berada di tengah permukiman padat penduduk.
Meski api dengan cepat menghanguskan bangunan milik Bayu Trisna tersebut, kesigapan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, yang tiba di lokasi dalam waktu 12 menit, berhasil melokalisir api sehingga tidak merembet ke hunian warga di sekitarnya.
Kepala Damkarmat Kota Batu, Agung Sedayu, menjelaskan, pihaknya langsung menerjunkan tim begitu menerima laporan dari warga. Respons cepat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya bencana yang lebih besar di kawasan padat tersebut.
“Personel langsung meluncur satu menit setelah laporan kami terima. Sekitar pukul 00.19 WIB, petugas sudah berada di titik kejadian dan langsung melakukan tindakan pemadaman secara intensif,” ujar Agung Sedayu kepada Malang Post, Senin (11/5/2026).

PADAMKAN API: Personel Damkarmat Kota Batu saat berjibaku memadamkam kobaran api yang melahap sebuah kandang di Desa Beji, Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Kerahkan 15 Personel dan Lima Armada
Dalam upaya menjinakkan si jago merah, Damkarmat Kota Batu mengerahkan kekuatan penuh dari Regu Yudha.
Sebanyak 15 personel dibantu oleh lima unit armada pemadam, yang terdiri dari tiga unit mobil pompa (gajah) dan dua unit mobil suplai air, berjibaku memadamkan api yang sudah terlanjur membesar di area kandang.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk memastikan api benar-benar padam. Setelah api utama berhasil dijinakkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi, melainkan melanjutkan dengan prosedur pendinginan (cooling).
“Proses pendinginan sangat krusial dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersembunyi di balik puing-puing bangunan.”
“Kami harus memastikan kondisi benar-benar aman agar tidak terjadi kebakaran susulan,” jelas Agung.

Penyebab dan Estimasi Kerugian
Meski tidak ada korban jiwa, baik manusia maupun hewan ternak dalam insiden ini, bangunan kandang milik Bayu Trisna tersebut mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan hasil asessment di lapangan, kerugian material akibat musibah ini ditaksir mencapai Rp20 juta.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Agung Sedayu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batu, agar senantiasa waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada waktu dini hari saat aktivitas warga sedang minim dan pengawasan berkurang.
“Kami meminta masyarakat segera melapor melalui kanal darurat jika melihat tanda-tanda kebakaran. Kecepatan laporan warga sangat membantu kami dalam meminimalisir kerugian dan mencegah jatuhnya korban,” pungkasnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




