MALANG POST – Jajaran Polres Batu mempertegas komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dengan menggelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026 secara serentak.
Salah satu titik utama kegiatan dipusatkan di halaman Mako Polsek Batu, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ngaglik, yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Batu, AKP Muhammad Subhan.
Agenda ini melibatkan unsur TNI-Polri serta berbagai ormas dan komunitas masyarakat, sebagai mitra strategis. Untuk memperkuat sistem deteksi dini dan menjaga kondusivitas Kota Wisata Batu, dari potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial.
Peserta apel yang berjumlah sekitar 40 orang tersebut, mencerminkan kolaborasi lintas sektoral yang kuat. Selain personel kepolisian, tampak hadir perwakilan dari Banser, Pemuda Pancasila (PP), Linmas, Pecalang, komunitas ojek online (ojol), juru parkir, hingga kelompok tani dan Karang Taruna.
Kapolsek Batu, AKP Muhammad Subhan, menegaskan, Apel Sabuk Kamtibmas bukan sekadar agenda seremonial rutin. Melainkan wujud nyata penguatan pola pengamanan berbasis kolaborasi masyarakat.
“Apel besar Sabuk Kamtibmas ini merupakan momentum krusial, untuk memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat.”

JAGA KONDUSIVITAS: Polsek jajaran di wilayah hukum Polres Batu saat menggelar apel besar Sabuk Kamtibmas. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri; dukungan seluruh elemen warga sangat dibutuhkan untuk menjaga ketertiban dan keutuhan sosial di Kota Batu,” ujar AKP Muhammad Subhan kepada Malang Post, kemarin.
Sabuk Kamtibmas: Sistem Peringatan Dini Berbasis Warga
AKP Subhan menjelaskan, program Sabuk Kamtibmas memiliki fungsi strategis, sebagai penguat deteksi dini. Melalui kolaborasi ini, diharapkan setiap potensi riak gangguan keamanan di tingkat akar rumput, dapat diredam sebelum meluas.
Dalam amanatnya, ia menitipkan pesan agar para peserta apel berperan aktif sebagai cooling system, atau pendingin situasi di lingkungan masing-masing. Terutama dalam menangkal provokasi, berita hoaks, serta meningkatkan kewaspadaan sosial di tengah dinamika masyarakat yang dinamis.
“Semua pihak harus menjadi garda terdepan, dalam menjaga suasana tetap sejuk. Kami menekankan pentingnya koordinasi lintas elemen tanpa adanya ego sektoral. Jika ada potensi gangguan keamanan, segera informasikan kepada aparat agar bisa segera ditangani,” tegasnya.
Digelar Serentak di Seluruh Wilayah Hukum
Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara masif di seluruh Polsek jajaran Polres Batu. Di Kecamatan Junrejo, apel dipimpin oleh Kapolsek Iptu Fredi, di Bumiaji oleh AKP Anton, di Pujon oleh AKP Sugiharto, di Ngantang oleh AKP Aska, serta di wilayah Kasembon yang dipimpin oleh AKP Daguk.

Sementara itu, Ps Kasi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda Rohman, menambahkan, stabilitas kamtibmas yang kondusif adalah fondasi mutlak bagi pembangunan daerah.
Menurutnya, keamanan yang terjamin akan berdampak langsung pada iklim investasi dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.
“Sesuai arahan Kapolda Jawa Timur, stabilitas keamanan merupakan syarat utama kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Sabuk Kamtibmas harus menjadi gerakan nyata yang menyentuh hingga tingkat desa dan kelurahan,” ungkap Iptu Huda.
Ia juga mengimbau warga Kota Batu, untuk terus memperkuat persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian, atau menemukan aktivitas mencurigakan, Polres Batu menyediakan layanan cepat melalui Call Center 110.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif demi kemajuan Kota Batu ke depan,” pungkasnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




