MELEMPEM: Joel Vinicius dibuat tak berdaya dengan ketatnya pengawalan pemain-pemain Persebaya di lini pertahanan. Arema kalah 0-4. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Tak ada lagi tembok kokoh seperti yang disuguhkan saat menahan imbang Persib Bandung.
Di hadapan Bajul ‘Persebaya’ Ijo, gawang Lucas Frigeri justru jadi lumbung gol. Empat kali kiper asal Brasil itu harus memungut bola dari gawangnya.
Sepanjang 30 kali turun di Super League musim 2025/2026, ini adalah kekalahan dengan agregat gol terbesar. Yang menjadikan tabungan gol Arema kembali minus.
Empat gol yang mempermalukan Singo Edan di ‘partai usiran’ itu, masing-masing dicetak Francisco Rivera menit ke-49 dan 82, Jefferson da Silva menit ke-76 dan Mikael Alfredo Tata menit ke-86.
Turun dengan formasi The Wining Team, ternyata tak cukup bagi anak asuh Marcos Santos untuk menunjukkan kesaktian dan keberuntungannya.
Justru di hadapan tim besutan Bernardo Tavares, Arema menjadi Singa Ompong. Tidak punya tenaga, tidak punya kecerdikan dan tidak punya kemampuan untuk membongkar pertahanan Persebaya.
Striker Arema Dibuat Tak Berkutik
Padahal di depan, ada Joel Vinicius dan Dalberto Luan Belo. Yang sudah mencetak total 18 gol untuk Arema. Didukung dua winger terbaik Gabriel Silva dan Gustavo Franca.
Tetapi ketatnya pertahanan Persebaya, menjadikan para goal getter Arema mati kutu. Lebih diperparah dengan tidak adanya variasi serangan. Terlalu monoton yang membuat mudah terbaca lawan.
Sementara di lini belakang, yang sempat mendapatkan puja-puji cukup tinggi, karena bisa menghadang gempuran pamuncak klasemen, Persib Bandung, justru tampil melempem dan kehilangan kecepatan untuk membaca serangan Persebaya.
Memasang formasi empat pemain di belakang, duet Matheus Blade dan Betinho Filho di centerback. Diapit Hansamu Yama dengan Rio Fahmi.
Demi memperkuat lini serang agar bisa menurunkan Joel – Dalberto, Marcos Santos memilih tidak memasang Julian Guevara. Bahkan nama defender asal Kolombia itu, tidak ada dalam daftar susunan pemain. Digantikan Walisson Maia, yang duduk manis di bangku cadangan.
Akibatnya, lini tengah Arema menjadi titik lemah saat mendapat serangan balik. Matheus Blade yang biasanya menjadi pemotong jalur serangan, tidak berani terlalu naik meninggalkan posnya sebagai bek tengah.
Kalah karena Counter Attack
Sedangkan Arkhan Fikri dan Gustavo Franca, terlihat tidak mampu jika harus turun naik. Keduanya cenderung berperan sebagai gelandang serang.
Tak heran jika seluruh gol Persebaya, dihasilkan lewat skema counter attack. Termasuk penalti yang diambil Bruno Moreira, tapi berhasil diblok Lucas Frigeri.
Bola mantul itu dengan cepat diambil Jefferson da Silva, tanpa bisa dicegah pemain Arema, gara-gara telat bereaksi meski sama-sama berada di garis 16.
Kalah 0-4 di pekan ke-30 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa (28/4/2026), membuat posisi Arema di klasemen sementara, turun satu peringkat. Kini berada di peringkat ke-11.
Sedangkan Persebaya yang sukses mempermalukan Arema, naik ke posisi ke-4, menggeser Bhayangkara FC. (Ra Indrata)




