MALANG POST – Destinasi wisata Mikutopia di Kota Batu terus berinovasi menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Terbaru, pengelola meluncurkan program edukasi bertajuk Mikutopia Mushroom Edu Experience, sebuah konsep wisata pembelajaran budidaya jamur yang dikembangkan bersama masyarakat sekitar.
Program ini dirancang tidak hanya sebagai wahana wisata, tetapi juga sarana edukasi sekaligus pemberdayaan warga. Pengelola menggandeng kelompok masyarakat yang tergabung dalam Sahabat Mikutopia untuk terlibat langsung dalam pengelolaan dan kegiatan edukatif bagi pengunjung.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadani menjelaskan, bahwa program tersebut sengaja dibangun berbasis kolaborasi dengan warga sekitar agar manfaat wisata bisa dirasakan lebih luas.
“Program ini kami bangun bersama Sahabat Mikutopia yang merupakan warga lingkungan sekitar. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut tumbuh bersama berkembangnya destinasi wisata ini,” ujarnya, Selasa (21/4/2024).
Melalui program ini, wisatawan tidak sekadar menikmati suasana rekreasi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai dunia jamur. Peserta dikenalkan berbagai jenis jamur, mulai dari jamur konsumsi yang umum dibudidayakan, jamur berkhasiat obat, hingga jenis jamur beracun yang perlu dihindari.
Tidak berhenti pada teori, pengunjung juga diajak melihat langsung proses budidaya jamur menggunakan media tanam baglog. Dalam sesi ini, peserta dapat memahami tahapan mulai dari penyiapan media, proses pertumbuhan, hingga panen jamur.

EDUKASI JAMUR: Para wisatawan saat belajar melakukan budidaya jamur. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Konsep pembelajaran juga dirancang ramah bagi anak-anak. Untuk peserta usia dini, kegiatan dikemas lebih kreatif dan menyenangkan. Anak-anak diajak mewarnai gambar jamur, mengenal bentuk serta warna, hingga mengerjakan lembar aktivitas edukatif yang disiapkan pengelola.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sekitar 30 hingga 60 menit, sehingga cukup fleksibel untuk kunjungan rombongan sekolah, komunitas, maupun keluarga.
Selain menghadirkan pengalaman wisata baru, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Keterlibatan masyarakat dalam operasional kegiatan menjadi bagian dari strategi pengembangan wisata berbasis komunitas.
Koordinator Sahabat Mikutopia, Achmad Artur J Tampi berharap program tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
“Harapan kami, wisata ini tidak hanya ramai pengunjung, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi warga. Anak-anak bisa belajar, wisatawan merasa senang, dan masyarakat ikut berkembang,” ujarnya.
Bagi wisatawan yang ingin mengikuti program edukasi budidaya jamur ini, pengelola mengenakan biaya tambahan mulai Rp15 ribu hingga Rp50 ribu per peserta, tergantung paket kegiatan yang dipilih.
Dengan konsep wisata belajar yang interaktif sekaligus memberdayakan masyarakat, Mikutopia berharap mampu menjadi salah satu alternatif destinasi edukatif di Kota Batu. (Ananto Wibowo)




